Queenza

Queenza
Bab 78


__ADS_3

Queenza mencium suaminya dengan begitu menggila. Ia sungguh sangat merindukan lelaki yang dicintainya itu. Begitu juga dengan Abian yang tak kalah menggila menyentuh tiap inci tubuh istrinya.


Setelah melakukan meeting bersama para pemegang saham, keduanya pergi menuju apartemen milik Queenza yang berada tepat di doing perusahaannya. Tiba-tiba saja wanita itu menarik sang suami menuju ke sana yang membuat Maryam hanya melongo sebab urusan mereka belum selesai.


"I really miss you," lirih Abian yang terus memuja sang istri.


"I miss you too Hubby." Queenza pun merasa gila dengan apa yang dilakukan suaminya.


keduanya saling berpelukan setelah apa yang mereka inginkan telah diraih. "Hah! Akhirnya aku bisa sedikit tenang dengan kegiatan ini," ujar Queenza yang tersenyum berada di atas tubuh suaminya.


"Dasar anak nakal! Bisa-bisanya menarikku ke sini dan melakukan iya-iya," kekeh Abian yang langsung melenguh saat Queenza melepas inti keduanya.


"Kau pikir aku tahan tidak mendapatkannya selama satu bulan? Apa kamu tidak menginginkannya juga?" tanya Queenza yang meraih kemeja milik sang suami, lalu mengenakannya, tak lupa mengikat rambut panjangnya yang berantakan setelah kegiatan tersebut.


"Bukannya dulu tahan selama bertahun-tahun?" tanya Abian dengan senyuman jahilnya.


"Itu beda lagi." Queenza memukul dada suaminya.


"Ke marilah." Abian menepuk ranjang supaya sang istri berbering bersamanya.


Queenza pun menurut dan merebahkan tubuhnya dalam dekapan hangat sang suami.

__ADS_1


"Sayang, kamu menitipkan Tatjana pada siapa? Dia ikut denganmu, 'kan?" tanya Abian pada sang istri. Bahkan ia sampai lupa dengan anak kesayangannya itu.


"Aku titipkan pada Shraddha. Hanya dia yang aku percaya saat ini," ujar Queenza memainkan jarinya di dada Abian yang berbulu itu.


"Kenapa padanya? Kenapa tidak pada mama dan papa saja? Bagaimana jika Saad menculik Ana karena dendam pada kita?" tanya Abian yang kurang setuju dengan keputusan sang istri.


"Kamu pikir aku percaya pada dua paruh baya itu? Ana lebih bahaya berada di sana. Setidaknya Shraddha akan ketat menjaga anak kita. Apalagi orang jahat tidak akan ada yang mengira aku menitipkan Tatjana pada orang lain," sahut Queenza yang membuat Abian berdecak.


"Mas, ada orang yang berniat menghancurkan hidup kita. Kita harus hati-hati mulai dari sekarang. Apa yang terjadi saat ini bukanlah hal kebetulan. Ini adalah rencana yang sudah tersusun rapi. Beruntung aku memiliki kepekaan tinggi sehingga merasa hal-hal janggal beberapa waktu ini," ujar Queenza yang membuat Abian terkejut.


"Ada yang berniat menghancurkan kita?" tanya Abian tak percaya.


"Iya. Tapi Mas tak usah khawatir. Aku sudah tahu rencana mereka, karena itulah aku pergi ke Swiss sebab tahu hal buruk ini akan terjadi dan syukurlah aku sudah mengantisipasinya," ujar Queenza tersenyum menatap suaminya.


"Tahu."


"Siapa?" tanya lelaki itu kembali.


"Mas akan tahu nanti. Tapi sekarang, minggirlah. Aku lapar." Queenza melepas pelukan suaminya, lalu beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Ia ingin tahu persediaan bahan makanan di dapur.


Wanita cantik itu berdecak kesal saat melihat dalam lemari es hanya ada minuman saja, tanpa ada makanan atau camilan apa pun.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Abian yang melihat istrinya berdiri termenung menatap kulkas.


"Kosong. Gak Ada apa-apa di dalamnya. Gimana dong? Aku lapar," rengek Queenza pada suaminya yang terkekeh merasa gemas.


"Kita pesan saja di restoran lantai bawah. Kamu mau makan apa?" tanya Abian meraih ponselnya, ingin menelepon restoran.


"No, aku tidak mau makan makanan restoran. Aku mau mie instan yang pedas, ditambah telur, sayuran dan kornet. Ah, pasti enak sekali," ujar Queenza tersenyum membayangkan semangkuk mie yang menggugah selera itu.


"Mie instan? tumben sekali. Biasanya Miss Queenza tidak mau makan makanan instan begitu," kekeh Abian.


Queenza pun melangkahkan kakinya mendekati sang suami. "Aku lagi pengen, Mas. Dulu saat di Swiss, makan mie instan Indonesia itu makanan mewah. Sejak hamil Tatjana saja aku merubah pola makanku. Karena sudah terbiasa makan makanan sehat, akhirnya terbawa sampai bertahun-tahun. Tapi, sekarang aku sedang ingin. Dulu, saat stres datang aku selalu makan semangkuk mie dan lumayan mengobati stresku," ujar Queenza menggenggam tangan sang suami.


Abian pun tersenyum seraya mengecup kening istrinya. "Baiklah, aku akan belikan bahannya di supermarket bawah. Kamu tunggu di sini," ujar Abian tersenyum pada sang istri.


"Ahhh, Mas Bian terbaik!" ucap Queenza bahagia.


Abian pun pamit keluar sebentar. Tak lupa mengecup mesra bibir istrinya, lalu pergi dari unit apartemen mewah tersebut.


Queenza menautkan alisnya saat bell apartemen berbunyi. "Apa Mas Bian kelupaan sesuatu ya?" tanya Queenza.


Akhirnya wanita yang tengah menonton televisi itu beranjak untuk membukakan pintu. Sebelum membuka, ia mengecek siapa yang datang di monitor kecil di samping pintu. Queenza tersenyum melihat memang suaminya yang datang. "Pasti lupa bawa dompet. Dasar ceroboh," kekehnya.

__ADS_1


Queenza pun membuka pintu unitnya. Namun, tiba-tiba lehernya dipukul dan langsung membuat wanita itu pingsan.


"Bawa dia, cepat!"


__ADS_2