Queenza

Queenza
Bab 68


__ADS_3

Jantung Nana berdebar dengan kencang saat melihat Queenza yang menatapnya dengan tatapan dingin. Wanita anggun itu melangkah mendekati adik angkatnya dengan wajah tanpa ekspresi.


"K-kak Queen," ucap Nana terbata. Sungguh, ia bisa mendengar debarannya sendirinsaat melihat Queenza, seakan ia adalah maling yang tertangkap basah.


"Kamu gak apa-apa, 'kan, Na?" tanya Queenza.


"Nggak apa-apa, Kak," jawab Nana menunduk.


"Jaga dirimu, Na. Kakak sayang sama kamu. Jangan buat Kakak kecewa. Rasa sayang Kakak padamu Sama seperti Kakak menyayangi Tatjana."


Nana menatap sedih mata cokelat milik kakaknya.

__ADS_1


"Kamu memang seberharga itu untuk Kakak. Jadi, jaga dirimu, jaga kehormatanmu dan buat Kakak bangga karena memiliki adik luar biasa bernama Naysilla Ruby." Queenza mengusap kepala Nana seperti tadi Abian mengusapnya. Setelah itu Queenza menyusul sang suami yang telah ke kamar lebih dulu saat mereka tadi berpapasan di depan pintu dapur.


Kalimat itu benar-benar membuat Nana sadar akan posisi dan kesalahannya. Ia meremas bajunya sebab merasa bersalah akan apa yang ia rasakan. Bagaimana bisa ia menjadi pengkhianat setelah Queenza begitu baik padanya? Air mata Nana menetes dengan begitu derasnya. Ia merasa bersalah karena telah menyimpan perasaan special pada suami kakak angkatnya sendiri.


"Maafin Nana, Kak." Ia menangis rersedu-sedu di dapur.


Di kamar, Abian tengah menatap ponselnya. Berulang kali ia membuang napas melihat berita online yang memajang foto dirinya juga Tatjana bersama Ayana. Banyak komentar negatif juga yang ia lihat membuat emosinya semakin naik.


"Sayang!"


"Kamu kenapa tidak panik atau khawatir, sih? Bertanya semakin ramai, Sayang. Aku tidak rela wajah anak kita tersebar begitu saja," omel Abian.

__ADS_1


"Besok foto-foto Tatjana akan lenyap. Kamu tidak usah khawatir, Mas. Jangan diambil pusing selagi berita itu tidak nyata," kata Queenza mencoba menenangkan suaminya.


"Kamu kenapa bisa tenang gini, sih? Apa kamu tidak merasa terganggu dengan berita di luaran sana?" tanya Abian heran.


"Oh come on, Mas. Mereka itu nothing. Mereka gak akan berpengaruh apa-apa terhadapku. Lagian aku tidak mengenal mereka dan apa yang diucapkan mereka pun tak ada yang benar, jadi untuk apa aku sibuk mendengar gonggongan mereka yang tak ada artinya? Lebih baik aku memikirkan bisnis dan keluargaku," sahut Queenza santai.


Abian tersenyum menggenggam tangan istrinya. "Aku bangga padamu. Benar yang kamu katakan, untuk apa kita mikirkan ucapan mereka? Toh tidak berpengaruh apa-apa pada kita."


"Tenang sayangku, ada waktunya nama baik kita kembali. Yang paling penting, Mas balas dulu Saad yang sudah menghinaku. Aku tidak terima dia berkata buruk tentangku. Apa salahku? Aku hanya melindungi adikku," ujar Queenza dengan begitu manjanya.


"Tenang, Sayang. Besok pagi aku akan datang ke kantornya. Akan kuhajar dia. Berani sekali mengatai istri cantikku ini." Abian meraih tubuh wanita bergaun tidur itu dalam pelukannya.

__ADS_1


"Yeah, do it my husband." Queenza mengeratkan pelukannya pada sang suami.


Wanita cantik itu menutup matanya. Ada banyak hal yang harus ia lakukan untuk menyelamatkan keluarganya. Ada banyak pihak yang mencoba memanfaatkan kejadian kasus Ayana untuk menyerang keluarganya juga. Namun, Queenza tak akan membiarkan itu semua. Ia akan berusaha untuk melindungi keluarga yang baru saja membaik itu.


__ADS_2