
Abian berjalan menuju ruang makan untuk sarapan. Akan tetapi, ia terlihat bingung saat melihat Anastasia tampak panik.
"Ada apa?" tanya Abian pada kepala pelayannya.
"Itu Tuan, di luar banyak sekali wartawan," sahut wanita empat puluhan tahun itu.
"Wartawan? Untuk apa mereka di sini? Ayyara kan tidak ada," kata lelaki berjas mewah itu merasa bingung. Untuk apa juga para wartawan itu datang ke mansionnya.
"Tuan." Dengan wajah panik Maryam menghampiri Abian.
"Ada apa? Kenapa wajahmu sama paniknya dengan Anas?" tanya Abian pada asisten istrinya.
"Anda harus melihat ini." Maryam menyerahkan tabletnya kepada sang atasan yang diterima oleh lelaki itu.
"Apa ini, Maryam!" sentak Abian terkejut melihat berita di media sosial dengan headline,
Terungkap! Perpisahan artis Ayyara Zara dengan Abian Martadinata dikarenakan ancaman Queenza Safaluna.
Belum lagi tersebar foto-foto Abian yang menggendong Ayyara menuju apartemen setelah kembali mengantar Queenza ke bandara. Tak hanya itu, foto-foto Ayyara yang selalu datang ke kantornya pun terlihat di sana. Memang selama satu bulan Queenza di Swiss, Ayyara sering mengunjungi Abian dengan dalih merasa sepi. Abian tak menyangka bahwa ada paparazzi yang selalu mengikuti mereka.
"Siapa yang menyebarkan berita ini!" sentak Abian merasa kesal dengan berita tersebut.
"Sampai sekarang masih diselidiki. Tapi, ada masalah yang lebih besar dari itu, Tuan. Saham perusahaan Travellezia turun hingga 10 persen," sahut Maryam menunjukkan table saham yang membuat Abian semakin terkejut.
__ADS_1
"Apa-apaan ini, Maryam! Bagaimana bisa dalam semalam jadi begini?" tanya Abian frustasi.
"Bahkan banyak netizen yang membuat petisi untuk memboikot stasiun televisi milik Miss Queenza karena dianggap telah merusak rumah tangga adiknya. Komisi penyiaran pun memanggil Miss Queenza untuk bertemu," tambah Maryam kembali.
Abian tampak frustasi dengan mengacak rambutnya asal. Bahkan ia melepas jas serta dasinya sebab merasa sesak. Ia berkacak pinggang menatap Maryam.
"Apa Queenza sudah tahu masalah ini?" tanya Abian dengan wajah frustasinya.
"Belum, Tuan. Saya mencoba menghubungi Miss tetapi beliau belum bisa dihubungi sejak tadi malam," jawab Maryam.
"Ahhhh! Kenapa bisa begini, sih!" umpat Abian kesal.
"Bagaimana ini, Tuan?" tanya Maryam.
"Saya juga sudah menghununginya, tetapi dia juga sama tidak aktif," jawab Maryam.
"Ya Allah, ke mana kamu, Sayang?"
Bukan hanya bingung dengan keadaan, Abian juga merasa khawatir dengan hilangnya Queenza. Ia takut terjadi sesuatu pada istri dan anaknya.
Jika Abian tampak kelimpungan, berbeda dengan Narapati yang begitu bahagia melihat kekacauan yang ada. Ia sangat puas dengan pekerjaan orang-orang yang ia bayar untuk membuat keadaan Queenza amburadul seperti sekarang.
Dengan jumawa ia menyesap whisky di tangannya. "Lihatlah kehancuran anakmu, Aarav!" katanya dengan tawa bahagia.
__ADS_1
Aarav sendiri tampak terkejut melihat berita tentang anak-mantunya. Ia pun langsung menghubungi Abian bertanya soal berita tersebut dan Abian menjelaskan segalanya. Ia tak mungkin mengkhianati Queenza. Bukan hanya karena cinta saja, tetapi Abian masih ingin hidup tenang tanpa mencari masalah dengan istrinya yang lebih seram dari iblis itu.
Kini Abian berusaha menghubungi istrinya. Sama seperti Maryam, Abian pun tak mendapat respon. Akhirnya ia mencoba menghubungi Nana.
"Na, apa kakakmu bersamamu? Sejak semalam dihubungi tidak bisa," ujar Abian saat Nana mengangkat panggilannya.
"Nana kan di apartemen Bern, Mas. Kak Queen ada di Zürich. Sejak kemarin juga Nana belum menghununginya. Ada apa, Mas? Kenapa suara Mas panik gitu?" tanya Nana heran.
"Ada masalah di Indonesia dan kakakmu harus pulang segera. Tapi, Mas dan Maryam coba hubungi tidak bisa," jawab Abian sedikit panik.
"Ada apa, Mas? Apa masalah besar?" tanya Nana yang mulai khawatir juga.
"Tidak apa-apa. Tidak perlu kamu pikirkan, Na. Fokus kuliah saja di sana. Kalau gitu, Mas tutup teleponnya dulu, ya. Assalamualaikum."
"Waaalaikumsalam," jawab Nana, lalu panggilan pun terputus.
"Apa yang terjadi?" tanya Nana pada dirinya sendiri. Ia tak pernah mendengar Abian tampak panik begitu setelah berbaikan dengan Queenza. Pasti ada masalah besar.
Dengan tanpa menunggu lama, Nana pun mencari informasi di internet. Gadis cantik itu terkejut melihat berita yang beredar. "Ya Allah, apa yang terjadi?" tanya Nana resah.
Buru-buru gadis bermata sipit itu mencoba menghubungi kakaknya, tetapi nihil. Nomernya tak aktif.
"Kakak, kakak ke mana sih?" tanyanya gusar.
__ADS_1