Queenza

Queenza
Kepanikan Abian


__ADS_3

"Apa kamu bilang?" tanya Abian menarik sang istri untuk menatapnya. "Semudah itu kamu melepasku?" tanyanya tak percaya.


"Aku lebih rela kehilanganmu, Mas, daripada melihatmu hancur," kata Ayyara menangis.


"Ini kelemahanmu yang aku gak suka, Ayya! Kamu selalu mudah menyerah. Apa rasa cintamu begitu sedikit untukku sehingga begitu mudahnya kamu melepasku?" tanya Abian dengan penuh penekanan.


"Justru karena aku mencintaimu sehingga aku melepasmu, Mas. Aku takut dia menghancurkanmu."


"Dia hanya mengancam kita, Ayya! Dia tidak akan berani melakukannya. Itu sama saja menghancurkan dirinya sendiri!"


"Lajutkan! Aku sangat suka drama ini!" ujar Queenza tertawa bertepuk tangan.


Abian menatap tajam wanita itu. Ia berjalan menghampiri Queenza dan menariknya membawa pergi menuju halaman belakang. Sampai di sana, ia melepas genggamannya.


"Cukup, Queenza! Aku tidak akan mengalah lagi padamu!" bentak Abian. "Cukup kemarin aku diam dengan jebakanmu itu. Jika kamu mengganggu istriku lagi, aku tidak akan tinggal diam!"


"Bahkan dia sendiri melepasmu untukku, Bian," jawab Queenza tersenyum pada lelaki di depannya.

__ADS_1


"Dia terlalu baik. Dan itu memang kelemahannya! Tapi dia istriku, aku wajib melindunginya! Jangan buat aku marah, Queenza dan melakukan hal buruk padamu. Kamu tidak sebanding dengannya. Aku tidak akan mau menukarnya denganmu!"


"Tapi aku mengandung anakmu, Bian. Apa kamu tidak kasihan dengannya saat lahir tak memiliki ayah?" tanya Queenza mengelus perut yang masih rata dengan wajah memelas.


"Jika kamu ingin aku tanggung jawab, berikan anak itu padaku dan Ayyara. Kami akan merawatnya sebaik mungkin. Ayyara pasti akan menerimanya."


"Hahahahaha are you kidding me? Kamu pikir kenapa aku membuatnya ada? Untuk diberikan padamu dan Ayyara? Oh come on!"


"Aku tahu, kamu menggunakannya untuk misi balas dendammu! Aku sangat kasihan pada anak itu. Ayyara yang begitu menginginkan anak justru Allah masih tak memberi. Tapi kamu yang jelas-jelas menggunakannya untuk balas dendam Allah beri begitu mudahnya," ujar Abian menatap Queenza.


"Kamu benar-benar kejam, Queenza."


"Bian, kamu benar-benar tidak ingin menikahiku? Kami membutuhkanmu." Queenza mendekat seraya mengusap dada Abian dengan gaya sensual.


"Cukup, Queenza!" Dengan reflek Abian mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh ke tanah.


"Aw!" pekik Queenza menyentuh perutnya yang tiba-tiba sakit.

__ADS_1


Abian cukup terkejut melihat Queenza terjatuh, tetapi ia coba untuk tak peduli. Kini, ia tak akan memberinya hati sedikitpun karena dia adalah wanita yang jahat.


"Bian, perutku sakit," ujar Queenza meringis mendongak menatap Abian.


"Tidak usah banyak drama, Queenza! Aku tidak akan peduli padamu," ujar Abian membuang muka.


Akan tetapi, tiba-tiba Queenza pingsan membuat Abian panik. Ia juga melihat darah mengalir di area kaki wanita itu.


"Astagfirullah, Queenza!" Abian buru-buru berjongkok dan menggendong tubuh wanita memyebalkan itu. Ia berjalan cepat masuk mansion.


"Siapkan mobil. Queenza pingsan!" teriak Abian panik.


Mendengar teriakan Abian, semua anggota keluarga berjalan mencari sumber suara. Mereka terkejut melihat Queenza yang tak sadarkan diri dalam gendongan lelaki itu.


"Bian, apa yang terjadi?" tanya Sarah panik.


"Aku akan membawanya ke rumah sakit dulu. Ayo, Sayang," ujar Abian menatap istrinya.

__ADS_1


Sepanik apa pun Abian, ia tak bisa melupakan posisi Ayyara. Makanya ia mengajak serta merta istrinya untuk ikut mengantar Queenza.


Mobil sudah siap, dengan sigap Abian memasukkan tubuh Queenza di jok belakang. Ayyara pun menemani Queenza dengan merebahkan kepala sang kakak di pangkuannya. Dengan buru-buru Abian menjalankan mobil menuju rumah sakit terdekat.


__ADS_2