Queenza

Queenza
Tergoda Istri


__ADS_3

Dengan satu tarikan napas, Abian mengucap ijab kabul untuk Queenza. Kini, keduanya sah menjadi suami istri. Sengan terpaksa lelaki itu menikahi Queenza karena tak ingin Ayyara diganggu. Cukup dia yang membuat mantan istrinya menyerah. Queenza memang lawan yang kuat sehingga tak akan bisa dilawan.


Setelah ijab kabul yang disaksikan Aarav, Queenza keluar dengan begitu cantik. Pesona wanita itu tak bisa ditolak siapapun termasuk Abian. Meski benci, tapi tak menampik bahwa istrinya yang sekarang memiliki paras bak dewi. Ya, paras bagai bidadari, tetapi berotak iblis. Apa pun akan diraih jika dia mau. Abian pun hanya bisa membuang napas. Entah kesialan apa yang membuatnya memiliki istri seperti Queenza.


Sampai di tempat ijab kabul, Queenza mencium tangan suaminya dan dengan terpaksa Abian mengecup kening Queenza. Setelah itu mereka tanda tangan buku nikah. Keduanya sepakat tak mengadakan pesta pernikahan karena Abian yang malas juga Queenza tak memiliki undangan selain rekan bisnis, jadi mereka tak mau mengadakan resepsi besar-besaran. Cukup ijab kabul dan mengundang orang terdekat saja. Queenza juga meminta stasiun televisinya untuk mengumumkan pernikahan mereka sebelum gosip-gosip tak masuk akal bertebaran.


"Kasihan ya Ayyara. Suaminya menikah dengan kakak sambungnya. Pasti rasanya sakit banget. Makanya dia dan Bu Sarah tidak ada. Katanya sejak dulu mereka tidak akur. Bisa dilihat, sejak Pak Aarav menikah, setiap ada kesempatan hanya mereka bertiga yang terlihat tetapi Queenza gak pernah ada. Katanya sih Queenza lebih memilih tinggal di Swiss sejak remaja dan baru pulang tahun ini," ujar salah satu tamu.


"Iya, katanya ya itu kayak di berita yang ramai sekarang. Queenza marah karena tahu ayahnya dan tantenya nyeleweng sebelum mamanya meninggal. Padahal mendiang Bu Charlotte luar biasa cantik dan baik. Memang ya selingkuh itu gak pandang gimana istrinya yang sudah sempurna malah cari yang dibawah istrinya. Padahal Bu Sarah gak ada apa-apanya dibanding Bu Charlotte," jawab yang lain.


"Kini karma berbalik, justru anaknya selingkuh dengan kakak sambungnya. Kasihan Ayyara yang gak tahu apa-apa malah jadi korban," kata lainnya.


Queenza hanya tersenyum sinis mendengar gosip-gosip itu. Ia tak peduli, yang ia pedulikan kini adalah hubungannya dengan Abian. Ia sangat tahu bahwa lelaki itu membencinya sekarang karena apa yang dilakukan pasti membuatnya sakit hati. Namun, mau bagaimana lagi? Sepertinya Queenza telah jatuh cinta pada lelaki itu. Ia tak peduli Abian cinta atau tidak padanya, yang penting kini lelaki itu menjadi miliknya.

__ADS_1


Selesai acara tersebut, keduanya masuk kamar hotel di mana pernikahan mereka di adakan. Kamar pengantin seperti biasanya yang pasti penuh dengan bunga dan wewangian yang menenangkan.


Abian sedikit canggung saat berduaan di kamar denagn Queenza, apalagi wanita itu seakan tak tahu malu bahkan membuka kebayanya begitu saja di hadapannya.


"Bisakan membukanya di walk-in-closet atau di kamar mandi?" tanya Abian ketus.


Queenza yang kini hanya mengenakan pakaian dalam tersenyum ke arah suaminya. Ia berjalan mendekat, membuat Abian salah tingkah.


"Kenapa? Takut tergoda?" tanya Queenza tersenyum terus mendekat.


"Yakin?" tanya wanita itu lagi dengan menarik kerah jas suaminya. "Aku istrimu loh sekarang, kamu bebas melakukan apa pun padaku."


"Kamu hamil. Sebelum kamu melahirkan, aku tidak boleh menyentuhmu," ujar Abian.

__ADS_1


"Hah? Really?" tanya Queenza terkejut.


"Jadi buang jauh-jauh pikiran kotormu itu!"


"Yah, sayang sekali ya, tubuh indah ini hanya bisa dipandang tapi tidak bisa disentuh. Berarti kamu harus puasa sekitar ...." Queenza tampak berpikir menghitung waktu kehamilannya. "8 bulan dengan masa nifas? Ck! Ck! Ck! Kasihan sekali suamiku." Ia mengusap lembut wajah Abian.


Lelaki itu merutuki diri karena tiba-tiba kelelakiannya memberontak melihat Queenza. Jangankan melihat wanita itu berpenampilan seperti sekarang, saat bersama Ayyara saja dia selalu terbayang Queenza dan kini wanita itu di depannya, sungguh otaknya benar-benar penuh dengan wanita itu.


Jantung Abian berdebar hebat. Lelaki itu sangat sulit menelan salivanya sendiri ketika melihat begitu indah bibir istrinya itu. Ia hendak mengangkat tangannya, tetapi ditepis karena perasaan bencinya. Tapi, justru tubuhnya yang tak bisa berkompromi dengan otaknya.


Queenza sendiri tersenyum melihat reaksi Abian. Dengan cepat, Queenza mencium bibir suaminya. Abian sempat terkejut tetapi ia tak bisa menolak. Wanita itu mencium dengan begitu lembut membuat Abian terlena. Tanpa ia sadari, ia balas ciuman istrinya dengan sama lembutnya. Keduanya seakan terbuai hingga tiba-tiba Queenza melepas ciumannya.


"Katanya tidak akan tergoda, baru dapat ciuman saja wajahmu sudah memerah, Mas Bian," kekeh Queenza pergi berlalu begitu saja meninggalkan suaminya yang memang berwajah merah seperti tomat karena menahan gairah.

__ADS_1


"Sial!" umpat Abian kesal.


__ADS_2