
"kalian harus mau jadi babu kita selama dua bulan penuh" kata Risky tegas menatap Enza dkk
"WHAT..!!! no, no, no, kita nggk mau y jadi babu lo lo pada" teriak Vina sambil menunjuk pada Risky dkk.
"iya, apa hak lo buat jadiin kita babu lo" ucap Via.
"ya....karna kalian kalah taruhan sama kita tadi" jawab Reno santai membuat Enza dkk langsung bungkam di buatnya.
"oke deh, kalo kalian nggk mau jadi babu kita, kita punya dua pilihan buat kalian" kata Aldo.
"gimama mau nggk?" lanjutnya lagi
"a...apa pilihannya? tanya Cilla dengan gugup. Teman-teman nya pun juga gugup.
Melihat Enza dkk dipenuhi rasa gugup, Risky dkk tak bisa menyembunyikan seringaian nya.
"pilihan pertama kalian tetep jadi babu kita selama dua bulan" kata Aldo tersenyum lebar.
"pilihan kedua kalian harus nyium kita" lanjut pandu menyeringai diikuti teman-teman nya.
"etsss...tapi nyiunnya disini" ujar Risky sambil menunjuk bibirnya.
Enza dkk membelalakkan matanya mendengar pilihan yang di ucapkan Risky dan teman-teman nya.
"kita kasih waktu buat kalian mikir" ujar Reno.
Enza dkk saling berkomunikasi melalui tatapan mata mereka masing-masing. Setelah memikirkan nya cukup lama akhirnya mereka membuat keputusan.
"oke fine, kita mau jadi babu kalian" kata Enza dengan terpaksa. Garis bawahi TERPAKSA.
"jawaban yang bagus. Kita tunggu besok kalian di sekolah wahai para babu-babu ku" ujar Pandu sambil terkekeh dan langsung pergi diikuti teman-teman nya.
__ADS_1
"arghh, gila ya tu cowok masak nyuru kita jadi babu nya sih" ucap Vina kesal.
"ho.oh, emang gila tu cowok. Apalagi tadi pilihannya tuh, kalo nggk mau malah di suruh nyium mereka. Di bibir lagi" jawab Cilla ikut ikutan kesal.
Sedangkan Enza dan Via hanya bisa menghela nafas. Toh mau gimana lagi, mereka kalah dari taruhannya.
"udah lah gays, pulang aja yuk udah malem. Besok sekolah" kata Via mencoba menenangkan Vina dan Cilla
"iya bener apa kata Via, pulang aja yuk" ucap Enza
"lagian kita bisa kok balas mereka kapan aja" lanjut Enza menyeringai.
Setelah mendengar kan kata-kata Enza mereka juga ikut menyeringai.'bener juga ya' batin mereka.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan menyiapkan tenaga fisik dan mental untuk menghadapi hari esok.
SKIP...BESOKNYA~
"ihh Vina, Cilla udah cepet tau. Vina nya aja yang nggk sabaran" ucap Cilla tak kalah kesal.
"udah deh kalian berdua, berantem mulu dari tadi. Lama-lama gue nikahin kalian berdua" ucap Enza diakhiri kekehan nya. Via yang mendengarnya pun juga ikut tertawa.
"ehh enak aja ya lo. Gini-gini gue juga doyan ama batang ya" ucap Vina sinis sambil melirik Enza dan Via.
"iya, Cilla juga nggk mau nikah sama Vina, Cilla maunya nikah sama oppa-oppa ganteng" sungut Cilla.
"yaudah kalo nggk mau di nikahin jangan berantem mulu, pusing gue jadinya. Udah ah ayo berangkat" ucap Via yang mulai geram dan lansung menuju mobil diikuti Enza dan yang lainnya.
Tak butuh waktu lama, Enza dkk sudah sampai di sekolah. Mereka pun turun dari mobil dengan mood yang bagus, tapi ketika mereka mulai menapakkan kaki mereka, mood mereka langsung turun drastis.
Karena mereka melihat bahwa Risky dkk sudah menunggu mereka di parkiran.
__ADS_1
"yo...selamat pagi para babu-babu" ucap Risky sambil melambaikan tangannya kepada Enza dkk diikuti teman-teman nya yang lain.
Enza dkk hanya bisa menghela nafas panjang lalu berjalan menghampiri Risky dkk.
"mulai hari ini tugas kalian dimulai" ucap Aldo.
"dan untuk tugas pertama kalian bawain tas kita ke kelas" lanjut Pandu sambil menyerah kan tas nya dan tas teman-teman nya.
"kalian kan punya tangan sama kaki, bawa sendiri dong" ucap Vina
"kalian kan babu kita jadi terserah kita mau apa ke kalian" ucap Aldo tersenyum bangga.
"huft..oke lah. Kalian kelas berapa?" tanya Enza setelah membuang napas.
"XII IPS1. Ingat jangan sampe lecet tas mahal itu" ucap Reno
"tas buluk gini mahal" cibir Cilla pelan.
"iya iya, terus kalian mau kemana?" jawab tanya tanya Via.
"kita mau ke kantin dulu, bhayy" ucap mereka berempat dan langsung pergi.
Sedangkan Enza dkk hanya bisa pasrah. dan berjalan menuju kelas Risky dkk.
Sambil dijalan mereka memikirkan strategi apa yang harus dilakukan pada Risky dkk, hingga suara Enza membuyarkan lamunan teman-teman nya.
"AHAA...gue punya ide" ucap Enza setengah berteriak. untungnya koridor sedang sepi, jadi tak ada yang memperhatikan mereka.
"apa?" tanya mereka bertiga barengan sekaligus penasaran.
Enza menyuruh teman-teman nya mendekat dan mulai berbicara "gimana kalo kita...."
__ADS_1
Bersambung~