Queenza

Queenza
Perasaan yang berbeda


__ADS_3

Pagi hari datang. Abian berjalan masuk ke kamarnya dengan Queenza setelah semalam tidur di kamar lain. Ia sedikit bingung karena Queenza tak berada di kamarnya dan tumben sekali tak menyiapkan pakaian kerjanya.


Demi menjadi istri yang baik, Queenza sang nona besar yang biasa dilayani pun akhirnya melayani Abian hanya demi menjadi istri yang perhatian. Namun berbeda pagi ini, kamar sudah rapi tanpa ada pakaian miliknya. Abian pun meraih baju kerjanya sendiri lalu bersiap. Setelah itu, ia turun menuju ruang makan yang mungkin sang istri di sana menunggunya. Akan tetapi, lagi dan lagi rasa aneh dirasakan Abian.


Lelaki itu menatap meja makan yang kosong tanpa ada makanan satupun. Biasanya di jam itu makanan sudah siap dengan berbagai menu yang dibuat Queenza.


"Ke mana Queenza? Kenapa tidak ada sarapan untukku?" gumamnya.


Abian pun menanyakan pada pelayan ke mana istrinya dan kenapa dia tidak membuatkan sarapan.


"Nyonya sudah pergi satu jam lalu, Tuan. Nyonya juga bilang, hmmmmm bagaimana ya saya bilangnya ke Tuan," ujar pelayan itu tak enak hati.


"Katakan saja," kata Abian.


"Hhmmmm Nyonya bilang, kalau kamu mau dilayani sebagai suami, maka perlakuan aku seperti istrimu. Begitu kata Nyonya, Tuan," jawab pelayan.


"Baiklah, kamu boleh pergi," kata Abian.


"Apa Tuan ingin sarapan sesuatu? Biar kami yang membuatkan," ujar pelayan lagi.


"Buatkan nasi goreng seafood saja. Tidak usah banyak toping, kasih udang saja," jawab Abian.


"Baik, Tuan." Pelayan pun pergi, sedangkan lelaki dengan balutan jas mewah itu duduk di meja makan.


Ada yang beda ia rasakan pagi ini. Tak ada omelan Queenza, tak ada bau masakan enak, tak ada yang melayani. Ah, masa iya Abian merasa kehilangan Queeza? Tiga bulan bersama wanita itu apa memang benar-benar membekas di hati Abian? Dan ia merasa ketergantungan?


Tidak mungkin! Abian terus berpikir bahwa otaknya telah rusak karena tiba-tiba merindukan Queenza.


Makanan yang dibuat pelayan pun tak membuatnya berselera. Memang masakan Queenza yang cocok untuknya. Dengan perasaan hampa, Abian pun pergi menuju kantor tanpa embel-embel omelan Queenza lagi.

__ADS_1


"Laki-laki sialan! Dikira dia aku tidak bisa hidup tanpanya. Cih! Jangan panggil aku Queenza jika kalah dengan lelaki modelan begitu. Bahkan pria Eropa saja mengejar-ngejarku!" gerutu Queenza kesal di ruangannya.


"Nyonya, apa Anda baik-baik saja?" tanya Maryam yang merasa bingung sejak tadi sang atasan marah-marah.


"Maryam, ada berita apa tentang Ayyara sekarang? Kenapa dia kemarin ke sini dengan managernya?" tanya Queenza serius.


"Nona Ayyara akan kembali ke dunia hiburan, Nona. Ia kemarin ke sini karena ditawari Pak Lesmana untuk membawakan acara baru dan katanya Nona Ayyara ditawari series terbaru produser Rajesh Thadani," jawab Maryam.


Queenza tersenyum sinis. "Boleh juga. Baru mau come back tapi tawaran sudah banyak. Tidak diragukan bahwa dia salah satu superstar," ujarnya. "Siapa pemeran utama di series itu?"


"Daffa Aresta, Nona. Dan ini juga yang jadi alasan Nona Ayyara masih ragu menerima tawaran drama itu sebab Daffa-lah lawan mainnya," jawab wanita berbalzer cokelat itu.


"Kenapa dia ragu? Bukannya Daffa Aresta sedang naik daun?" tanya Queenza kembali.


"Pernah ada konflik diantara mereka, Nona. Hhhmmm mereka pernah menjalin hubungan tetapi Daffa selingkuh disaat mereka akan menikah."


"Ah, ternyata laki-laki itu Daffa. Ya, ya, ya. Seru juga jika keduanya bersatu lagi," ujar Queenza tertawa.


"Bagaimana caranya supaya Nona Ayyara mau menerima?" tanya Maryam.


"Itu urusanmu! Punya otak kan? Gunakan otakmu itu. Sia-sia saja ibumu memberi makan kalau mencari ide begini saja menanyakan saya."


"Baik, Nona. Saya akan cari cara," jawab Maryam pasrah.


"Good. Itu baru orang saya. Jika tak berguna, untuk apa kamu di samping saya?"


"Iya, Nona. Kalau begitu saya permisi."


"Pergilah."

__ADS_1


Maryam pun pamit keluar dari ruangan direktur utama.


"Ayyara, aku akan menjadi cupidmu untuk kembali pada mantan kekasihmu itu." Queenza tersenyum.


**


"Apa? Kamu serius?" tanya Ayyara pada managernya.


"Iya, Tuan Rajesh bersedia dengan honor yang kamu inginkan. Gimana? Mau diambil tidak? Ini tawaran besar loh. Belum ada artis yang mendapat honor sebesar ini sebelumnya," ujar Rima.


"Tapi Daffa, apa tidak bisa lawan mainnya diganti?" tanya Ayyara.


"Ck! Apa kamu masih belum move on darinya? Ini sudah tiga tahun lalu, loh. Masa masih diingat-ingat saja. Ayolah, lagian syuting paling dua bulanan. Setelah itu kalian tidak saling kenal lagi juga tidak masalah. Honornya gede loh, Ra. Kamu pasti menyesal kalau tidak ambil. Sudah banyak fans-mu yang berharap kamu bermain di series ini."


"Tahu gak? Kamu lebih cocok jadi sales marketing daripada manager artis. Oke lah aku terima. Tapi katakan pada mereka usahakan aku tidak selalu sering melihat muka playboy itu. Aku minta agar tempat kita berdua dipisahkan jauh-jauh," kata Ayyara mengultimatum.


"Oke, oke, aku akan mengatakan pada Tuan Rajesh tentang permintaan kamu ini," ujar Rima. "Kamu benar-benar superstar, Ara. Baru mau come back, tawaran sudah begitu banyak. Ada bagusnya juga kamu bercerai, lagipula kamu masih muda, kamu tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini."


Ayyara mendelik mendengar perkataan managernya itu. "Berkah ya perceraianku untukmu," katanya dengan tatapan kesal.


"Hahaha bercanda, Sayang. Kamu nih setelah menikah kenapa jadi serius gitu. Sudahlah, nanti malam ada pesta ulang tahun anak Tuan Rajesh. Kamu harus siap-siap. Tuan Rajesh pun sudah menyiapkan pakaian untukmu. Seperti biasa, Bollywood night," kekeh Rima.


"Atur sajalah. Aku ikut."


"By the way, Tuan Aarav meneleponku lagi. Beliau bertanya kapan kamu pulang? Mamamu sangat merindukanmu, Ara. Lagian kamu kenapa sih seperti menghindari mereka? Apa ada yang salah? Atau karena gosip waktu itu?" tanya Rima serius.


"Aku pulang dulu. Baju untuk pesta akan dikirim ke apartemen kan? Kalau gitu aku pamit." Tanpa menunggu jawaban Rima, wanita cantik itu berlalu begitu saja.


"Haishh, ada apa dengan Ara dan ibunya? Kenapa dia menghidar seperti itu?" Rima hanya bisa menggeleng karena tidak menemukan jawaban.

__ADS_1


**Halooooo para pembaca yang budiman. Semua pasti baik-baik saja kan? Author mau kasih informasi, nih. Rajin-rajin yuk komen di novel Queenza. Karena saat Queenza tamat nanti, Author akan kasih gift untuk para pembaca yang rajin komen. Giftnya apa? Hmmmmm salah satu buku novel karangan Author tentunya. Untuk berapa orang? Kalau ini rahasia. Yang pasti kalian harus rajin komen serta kasih dukungan buat Author biar semangat nulisnya. Udah ah gitu aja infonya.


selamat membaca reader baik hati**.


__ADS_2