Queenza

Queenza
Part 12


__ADS_3

Hari ini sekolah libur dikarenakan guru guru sedang mengadakan rapat.


Jadi Enza dkk memutuskan untuk berdiam diri di rumah. Katanya sih mager buat pergi entah itu jalan-jalan atau shoping.


"aahhh, gue beneran mager" teriak Vina.


"g usah teriak-teriak juga kaleee" Enza menoyor kepala Vina membuat sang empunya merenggut kesal.


"tapi beneran mager tau" gerutu Vina.


Cilla dan Via sibuk dengan ponsel masing-masing, tak menghiraukan Enza dan Vina.


"gess camping yuk" ajak Cilla mengalikan perhatian nya dari ponsel.


"kagak gue lagi mager" sungut Vina, Cilla tak merespon. Dia menatap Via dan Enza penuh harap.


Via dan Enza saling melirik, kemudian kembali menatap Cilla.


"kuy lah" sahut mereka berdua bersamaan.


"ishh kalian mah, g ada yang mau dukung gue gitu" rajut Vina dengan muka keselnya.


"kalo g mau ikut ya g usah ikut" kali ini Via yang bicara sambil menatap Vina intens.


"ya...ya gue ikut lah. Masak sendirian gitu dirumah yang super duper gede ini" ucap Vina dengan gaya alay nya. Sebenarnya sih dia takut dirumah sendirian, mana rumah Enza kelihatannya nyeremin gitu.


"yaudah, mumpung besok sabtu kan libur tuh sekolah" ucap Enza yang ada benarnya.


"nahh sekarang kita harus belanja keperluan buat camping besok" semangat Cilla yang menggebu gebu.


"buat tenda sama keperluan lainnya nggak usah. Papa gue ada tuh" ujar Enza.


"ya kalo gitu kita belanja cemilannya aja. Sekalian tuh beli yang banyak" _Via

__ADS_1


S


K


I


I


P


Kini mereka ada di minimarket untuk membeli camilan buat besok. Cilla dan Vina kebagian untuk membeli camilannya, sedangkan Enza dan Via membeli minumannya.


Dalam membeli cemilan, masih sempat-sempat nya Cilla dan Vina beradu argumen tentang mana yang harus dibeli.


Via dan Enza pura-pura sibuk dengan belanjaannya dan tak menghiraukan mereka.


"bukan temen kita ya Vi" ucap Enza mencoba tak menarik perhatian pengunjung lain karena ulah Cilla dan Vina.


"iya, kita aja nggak kenal sama mereka" balas Via sambil mengangguk.


Via dan Enza berjalan duluan menuju kasir meninggalkan mereka yang masih adu bacod.


Via memberikan semua belanjaan nya dan Enza yang membayar.


Selesai membayar mereka berdua berjalan keluar, duduk di kursi menunggu Cilla dan Vina keluar.


Tak lama kemudian Vina dan Cilla keluar sambil membawa dia kantong plastik yang isinya cemilan semua.


"udah debatnya" sindir Enza sambil memicingkan matanya.


"hehehe udah kok" jawab mereka berdua sambil nyengir kuda.


Mereka menuju rumah Enza dengan berjalan kaki, karena minimarket dengan rumah Enza cukup dekat.

__ADS_1


Tiba-tiba...


BRUUKKKK


"WOYYY....ANJ*NG...B@BI...LO!!! KALO JALAN PAKE MATA DONGG!!! maki perempuan tersebut pada Via.


Enza, Vina dan Cilla geram mendengar perkataan perempuan itu yang tiba-tiba menyalahkan Via.


Padahal kan yang nabrak g liat-liat itu dia kenapa Via yang disalahkan.


Via menatap perempuan itu dengan senyum yang mengembang. Enza dan lainnya yang melihat arti senyuman Via mengerti jadi mereka tak ikut campur.


" ehhh sory ya mbaknya, situ yang nabrak gue kenapa jadi gue yang disalahin. Dan juga jalan tuh pakek kaki baru liatnya pakek mata"ujar Via santai.


"Tapi gue jadi penasaran deh,tadi lo ngatain gue kan? jadi yang bener tuh anj*ing atau b@bi sih?"tanya Via dengan muka polosnya yang berhasil membuat Enza, Cilla dan Vina tak bisa menahan tawa.


" lain kali yang konsisten ya mbak"ucap Via menepuk pundak perempuan itu yang mesin memikirkan apa yang diucapkan Via barusan.


"cabut guys" Via pergi diikuti oleh teman-teman nya.


******


"santai bener lo kalo lagu marah Vi? tanya Cilla. " tapi langsung nylekit gitu rasanya"lanjutnya lagi.


"anggep aja itu kelebihan gue" jawab Via sesantai mungkin. Padahal mah dalam hati dia udah misuh-misuh nggak jelas.


Bersambung.....


**Hai hallo...jangan lupa like, coment, and rate ya.


Cerita nya gaje ya, hahaha aku lagi gabut soalnya. Maklumin ya kalo ketemu sama si-typo ditengah-tengah alur cerita.


Sampai jumpa di part selanjutnya

__ADS_1


Bayy😘**


__ADS_2