
Happy Reading All
.
.
.
.
.
'Ceklekk' (anggap aja suara pintu dibuka).
Enza terpesona dengan apa yang ada dibalik pintu itu. Ia terus berjalan, tak melihat jika ada orang yang memperhatikannya.
Berdiri didepan pembatas, Enza menghirup napas dalam-dalam, menutup matanya.
Hingga sebuah suara masuk ke pendengaran nya.
"kalo mau mati, ditempat lain aja" kata orang tersebut.
"siapa juga yang mau mati, gue cuma menikmati pemandangan dari atas sini" balas Enza tanpa berbalik.
Enza sudah hapal dengan suara itu. Suara orang yang selalu mengusiknya.
"hooo gue kira mau mati" ucapnya lagi dengan nada yang dibuat-buat agak kecewa.
"lo doain gue mati ky?" sinis Enza menatap tajam Risky.
Yak Risky. Orang yang sedang duduk-duduk di sofa adalah Risky.
"siapa yang bilang? enggak tuh" ujar Risky.
"ngapain lo disini?" tanya Risky lagi.
"bolos" jawab Enza singkat, menghampiri Risky dan duduk disampingnya.
"tumben?" tanyanya lagi.
"males, abis dikejar-kejar dua guru"
__ADS_1
"rasain tuh" ucap Risky sambil menarik pipi Enza.
"ishhh, sakit tau" Enza mengusap usap pipinya, matanya berkaca-kaca.
Risky yang melihatnya langsung panik.
"eh eh sakit ya? sory sory" ucap Risky merasa bersalah.
Risky mengusap pipi Enza dengan lembut. Enza terbuai dengan perlakuan Risky yang menurut nya sangat manis.
Melihat reaksi Enza, Risky mulai mendekatkan wajahnya.
Enza merasakan dag dig dug yang teramat cepat di jantungnya.
Wajah Risky semakin dekat dan semakin dekat.
10 cm
5cm
4cm
3cm
1cm
Hingga hidung dan kening mereka saling menempel satu sama lain.
Reflek, Enza menutup matanya. Merasakan hembusan napas Risky menerpa wajahnya.
Tiba-tiba....
'Cup'
Risky mencium bibir Enza, Risky hanya membiarkan bibirnya menempel pada bibir Enza tanpa ada pergerakan.
Terlihat Enza sangat menikmati apa yang dilakukan Risky.
Saat ingin melepaskan ciumannya, Enza tiba-tiba menahan tengkuk leher Risky dan melum*t nya.
Awalnya Risky sangat kaget, terkejut dengan sifat agresif Enza. Tapi akhirnya Risky membalas lum*tan Enza. Risky ikut memegang tengkuk dan juga pinggang Enza.
__ADS_1
Hingga 5 menit lamanya Enza melepaskan lum*tan tersebut karena kehabisan napas.
Enza menarik napas sebanyak banyaknya. Bibirnya bengkak karena ulah Risky yang sesekali menggigit nya.
"kenapa udahan?" pertanyaan yang lolos dari mulut Risky membuat Enza sadar akan tindakannya.
Pipi Enza tiba-tiba merona. Risky yang melihat nya jadi ingin menjahili Enza.
"padahal tadi agresif banget loh kamu" ujar Risky tanpa sadar menggunakan bahasa aku-kamu.
Enza makin menunduk, menahan malu yang teramat sangat. Tangan nya yang tak bisa diam meremas rok nya. Risky jadi gemas deh dibuatnya.
"hahaha, jadi emes deh liatnya" ujar Risky mengacak acak rambut Enza. "btw, itu first kiss aku, dan kamu harus tanggung jawab karna udah mencuri nya" lanjutnya.
Enza mendongak, menatap muka Risky dengan muka bingung. Kalo nggak salah ingat, Risky yang menciumnya lebih dulu. Jadi yang nyuri first kiss itu Risky bukan dirinya.
Melihat muka bingung dari Enza, Risky terkekeh dan menjawab,
"iya iya maaf, aku yang nyuri first kiss kamu. Tapi kamu harus tetep tanggung jawab" ucap Risky sambil mengelap bibir bengkak Enza.
"karena kamu udah buat aku jatuh cinta sama kamu, apalagi waktu kamu tadi nyium terus ngelumat bibir aku" lanjutnya lagi.
Sekali lagi Enza menunduk malu karena teringat akan kejadian tadi yang tak bisa mengontrol dirinya.
"jadi...." ucapan Risky menggantung.
"jadi?" tanya Enza mulai menatap Risky.
"kamu harus jadi pacar aku, sekarang dan selamanya. Tak ada penolakan. Okey" ucap Risky menangkup pipi Enza.
Enza diam sejenak, kemudian mengangguk dan tersenyum sangat manis, sampai mengalahkan manisnya gula//plakk(canda sayang).
Risky ikut tersenyum melihat respon Enza, dan mengecup bibir Enza sekilas. Enza yang kaget karena gerakan tiba-tiba Risky langsung memeluk Risky dan membenamkan wajahnya pada dada bidang Risky. MALU!!
Lagi-lagi Risky terkekeh karena tingkah Enza. Risky membalas pelukan Enza sambil mengelus surai lembut Enza.
Tanpa disadari ada sekelompok orang yang melihatnya di pintu masuk ke rooftop. Masing-masing dengan raut muka yang tak bisa dijelaskan.
Bersambung....
Maaf ya untuk cerita kali ini rada' ekhemm ekhemm. Otak Thor nya lagi konslet.
__ADS_1
Mianhaeš£