
✨✨Enza pov✨✨
"lo pesen makanan banyak amat dah, emang muat tuh perut?" tanya gue ke Risky dan temen temennya, pasalnya nih mereka pesen makanan banyak amat. Untung gue banyak duit, kalo kagak dah malu tujuh turunan gue karna nggak mampu buat bayar.
"muat kok tenang aja, kalo seandainya nggak muat tinggal bungkus bawa pulang mumpung lagi dibayarin" jawab Risky santuy, saking santuy nya pingin gue telen hidup-hidup dia.
Enak aja main bilang bungkus bawa pulang, dia pikir duit gue tinggal metik apa. Dikira daun kali yaa. Bangs*t emang tuh anak.
Yah gue hanya bisa menghela napas pasrah.
✨Enza pov and✨
🍁Author pov🍁
Mereka makan dalam keadaan hening sampai sebuah suara memecahkan keheningan tersebut.
"guys habis makan main ke time zone ykuy" ajak Cilla yang kembali bersemangat.
"skuy lah" jawab mereka bersamaan.
"kita ikut" suara Aldo yang tiba-tiba membuat Enza dkk termasuk Risky, Reno, dan Pandu menoleh ke arah Aldo.
"eehhh kita nggak ngajak kalian ya!" kata Vina agak ngegas.
"kalo kalian ngijinin, anggep aja kalian bebas dari hukuman jadi babu buat kita" kali ini Reno yang bicara.
"serius?" tanya Via memastikan.
"yaps, kita serius" Risky menjawab dengan percaya diri.
"okey...deal" tanpa menunggu lama Enza langsung menyetujuinya.
Mereka sesekali mengobrol sambil memakan makanan mereka hingga makanan mereka habis tak tersisa.
"nahh, berhubung makanan nya udah habis. Tolong dibayar ya..." ucap Pandu disertai muka watados nya sambil tersenyum menjengkelkan menurut Enza dkk.
"iya iya" pasrah Enza lalu memanggil pelayan dan membayar makanan yang sudah mereka pesan.
'awas ya kalian para cowok, gue balas nanti' batin Enza tertawa sinis.
🍬Skip Time Zone🍬
Setelah makan mereka langsung pergi ke area time zone. Disana mereka memainkan banyak permainan.
Entah sejak kapan mereka sudah berpencar dengan berpasangan.
Enza dengan Risky.
Via dengan Reno.
Vina dengan Aldo.
Cilla dengan Pandu.
#Enza-Risky Moment
"Za kesana yuk" tanpa sadar Risky menggandeng tangan Enza. Berlari ke sebuah mesin penjepit boneka (entahlah apa namanya aku nggak tau).
"eh eh eh" kaget Enza dan langsung mengikuti Risky.
'yaampunn napa nih jantung gue, kok rasanya kayak lagi nge DJ aja' batin Enza yang merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.
__ADS_1
'duuhh bisa diem gk sihh' batin Risky yang juga merasakan jantungnya berdetak.
"ngapain ke sini?" tanya Enza yang sudah berdiri di depan mesin boneka tersebut sambil menetralisir detak jantungnya.
"lo mau yang mana?" bukannya menjawab Risky malah balik bertanya.
" hahh?" Enza mengerjapkan matanya berkali-kali, mungkin dia salah dengar. Begitu batinnya.
"lo mau boneka yang karakter apa" ulang Risky kali ini lebih jelas.
"ohh...gak salah denger ternyata gue" gumam Enza yang hanya didengar dirinya sendiri.
Enza mulai melihat-lihat boneka apa saja yang ada di dalam hingga matanya berbinar melihat boneka karakter stitch.
Risky yang melihat antusiasme dari Enza pun bertanya "elo pingin yang itu?" dan langsung diangguki Enza berkali-kali.
Melihat tingkah Enza yang begitu lucu membuat Risky tanpa sadar mengacak-acak rambut Enza dengan gemas.
"oke" hanya satu kata yang keluar dari mulut Risky membuat muka Enza terasa panas. Enza yakin kalau sekarang mukanya memerah seperti kepiting rebus.
Risky berjalan ke depan mesin tersebut dan mulai memainkannya, sedangkan Enza berdiri disamping nya dengan muka yang masih memerah.
Beberapa kali gagal dan akhirnya Risky berhasil memenangkan boneka yang diinginkan oleh Enza.
Enza bersorak senang karena Risky berhasil mendapatkan nya.
"nih" Risky menyerahkan boneka tersebut kepada Enza dan langsung di terima dengan muka bahagia.
"makasihh Risky, nggak nyangka lo baik banget" ucap Enza dan langsung memeluk Risky saking bahagia nya.
"ehhh, sa..sama-sama" jawab Risky gugup sekaligus terkejut karena di peluk tiba-tiba oleh Enza.
Thor: j**ailahh salting lu Ky, baru dipeluk juga.
Thor: jahat lu...gue bikin lu jadi jones seumur hidup, mampuss lu.
Risky: ampunn Thorr🙇
(okey abaikan dialog di atas😅)
Enza melepaskan pelukan nya dan sedikit gugup menghadapi Risky "so...sorry, reflek" ucapnya.
"hahaha nggak papa kok" ujar Risky sambil tertawa garing 'ya Allah kuatkan lah jantung hamba mu ini' lain halnya dengan batin Risky yang sudah mengeluarkan air matanya.
Mereka pun melanjutkan nya dengan berkeliling di time zone dengan suasana yang agak canggung.
#Vina-Aldo Moment
Berbeda dengan Enza dan Risky yang sedang diliputi oleh suasana canggung, Vina dan Aldo malah seperti kucing dan tikus. Tak pernah akur, sekalipun akur cuma beberapa menit saja dan kemudian lansung kembali seperti semula.
Kini mereka sedang memilih untuk menaiki rollercoaster atau bermain bom-bom car.
"main bom-bom car" ujar Vina keras kepala.
"enggak, pokoknya kita naik rollercoaster aja" begitupun dengan Aldo, dia juga nggak kalah keras kepala nya kayak Vina.
"ihh...lo mah nggak seru" rajuk Vina menghentak hentakan kakinya sambil bersedekap dada.
"emang, bom-bom car itu nggak seru. Yang seru tuh naik rollercoaster"
"lah, lo kok gak nyambung sihh?" tanya Vina yang heran dengan ucapan Aldo yang nggak ada nyambung nyambung nya.
__ADS_1
"serah gue lah, udah lah yuk" ajak Aldo menarik tangan Vina.
"kemana?" tanya Vina sambil berjalan menyamai langkah Aldo.
"naik rollercoaster" ucap Aldo.
"nggak mau...nggak mau...nggak mau!!" rengek Vina mencoba menghentikan langkah Aldo.
"harus mau!" paksanya.
"enggak!" tolak Vina sekuat tenaga mencoba melepaskan cekalan tangan Aldo. Tapi apa daya tenaga Aldo lebih besar daripada miliknya.
Akhirnya mau tak mau Vina naik rollercoaster juga, itupun terpaksa.
Aldo tak menyangka kalau Vina yang cerewet itu bisa muntah cuma gara-gara naik rollercoaster. Aldo jadi merasa kasian juga sekaligus ingin tertawa melihat penampilan Vina yang acak-acakan.
"apa? mau ketawa kan? ketawa aja" sinis Vina pada Aldo. Aldo yang tak bisa menahannya lagi, akhirnya tertawa terbahak-bahak sampai mengeluarkan air mata.
"hahahaha, gue nggak nyangka elo bisa kayak gitu juga" ucap Aldo yang mulai berhenti tertawa.
"gue juga manusia kali_-" sinis Vina lagi.
"iya iya gue minta maaf dehh, sebagai gantinya lo gue gendong gimana?" tawar Aldo.
Vina berpikir sejenak 'terima apa enggak nih tawaran nya. Lumayan juga kan kagak cape kalo misalnya mau jalan' batin Vina.
"gimana? mau nggak?" tanya nya lagi.
"hemm....okedeh" jawab Vina.
Kini Aldo berjongkok didepan Vina "buruan naik gih" perintah nya dan Vina hanya menurut.
Vina memeluk leher Aldo dari belakang dan menaruh kepalanya di pundak Aldo.
"gue berat yah?" tanya Vina.
"banget" jawab Aldo langsung.
"ishh jahat banget sihh" ucap Vina sambil memukul pundak Aldo, sedangkan Aldo hanya terkekeh.
*Bersambung~
Aldo walau nyebelin sweet banget yaa....
#oh ya jan lupa like dan rate cerita aku ya😚, dan yah ini dia cast cowok-cowok nya.
😍CAST COWOK😍
1). Risky Aulio Ezrano
2). Aldo Saputra
3). Reno Mahendra
4). Pandu Alexandre
__ADS_1
Cerita Couple Yang Lain Nanti Nyusul Yaa Di Part Selanjutnya.... BYEE👋👋