
Satu Minggu berlalu. Cukup sudah untuk Queenza dan Abian berlibur di mansion. Kini keduanya akan kembali bekerja. Namun, malamnya mereka kembali ribut karena Abian yang tak mau masuk kantor sebab namanya yang sudah dibuat hancur oleh sang istri.
"Kamu pikir aku masih punya muka untuk kembali ke sana setelah nama baikku kamu hancurkan?" tanya Abian.
"Suruh siapa kamu menolak tawaranku? Sudah aku kasih kesempatan tapi kamu mengabaikan. Terimalah akibatnya," jawab Queenza santai. "Pada akhirnya menikah juga denganku," katanya mengejek.
Abian hanya berdecak mendengarnya. "Mencari pekerjaan pun pasti susah karena nama baik yang sudah hancur ini," gumamnya.
Queenza mengusap dahinya. Sulit juga membuat nama baik suaminya hancur begini. Tapi mau bagaimana lagi karena sudah terjadi dan ini memang rencananya.
"Karena ini ulahku, aku akan bertanggung jawab. Besok bersiap dandan yang rapi. Aku akan membawamu ke salah satu perusahaanku. Kamu bisa menghandelnya. Bagus juga, setidaknya bisnisku yang satu ini ada yang bertanggung jawab sekarang," ujar Queenza.
"Kamu punya bisnis sampingan?" tanya Abian.
"Iya. Baru dirintis lima tahun ini. Kantor pusatnya ada di Swiss tapi aku pindahkan ke Jakarta satu tahun sebelum aku kembali," jawab wanita cantik itu.
Pagi ini pun setelah sarapan Queenza membawa suaminya menuju perusahaan pribadinya. Abian sendiri tak bisa menolak karena jika ia mencari kerja atau membuka sebuah bisnis baru waktunya belum tepat. Nama baiknya masih menjadi berita sehingga mau tak mau mengikuti rencana sang istri untuk sementara. Setelah semua membaik ia berencana akan membuka bisnis baru meski dengan kecil-kecilan.
Abian terkejut ketika mobilnya masuk ke salah satu kantor travel yang kini sedang hitz. Travellezia. Co adalah salah satu travel online berbasis internasional yang sangat digandrungi banyak pelancong. Bukan hanya membuka penjualan tiket atau booking hotel, tetapi banyak fitur di sana bahkan mereka menerima pembuatan visa di seluruh dunia.
"Travellezia milik kamu?" tanya Abian tak percaya.
"Iya, salah satu bisnisku. Ayo, keluar."
Abian pun keluar lalu membukakan pintu untuk istrinya. Meski masih tak memiliki rasa, Abian telah berjanji akan memperlakukan Queenza dengan baik apalagi ia tengah hamil anaknya.
"Selamat pagi, Miss Queenza," sapa seorang laki-laki tampan berwajah Eropa menyapa dengan menggunakan bahasa Inggris.
__ADS_1
"Selamat pagi, Thomas. Perkenalkan, dia adalah suami saya, Abian Martadinata. Dia yang akan menjabat sebagai Direktur Utama. Kamu tolong bantu dia mengenalkan bisnis ini," ujar Queenza pada orang kepercayaannya itu.
"Baik, Miss," ujar lelaki berambut cokelat bergelombang itu dengan senang hati.
"Selamat pagi, Mr. Abian. Saya Thomas Willson. Senang bertemu dengan Anda." Thoman mengulurkan tangan yang diterima Abian.
"Senang bertemu dengan Anda juga, Mr. Thomas. Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik," sahut Abian.
Setelah memperkenalkan sang suami kepada seluruh direksi dan staff, Queenza pergi ke stasiun televisi yang dijemput Maryam. Keduanya sampai tak terlalu lama karena kedua perusahaan berdekatan.
"Bagaimana keadaan wanita itu?" tanya Queenza pada Maryam setelah sampai di ruangannya.
"Makin buruk, Nona. Nyonya Sarah makin mengurung diri apalagi setelah kepergian Nona Ayyara. Tuan pun terus fokus pada Nyonya sehingga mengabaikan bisnisnya," ujar Maryam menjelaskan.
Queenza tersenyum. "Buat dia terus lengah dan buat perusahaannya kolaps. Saya ingin lihat kehancuran keduanya."
Queenza menatap tajam Maryam dan menggebrak mejanya. "Jangan ikut campur masalah saya jika kamu tidak ingin saya sentuh! Lakukan saja apa yang saya perintahkan!"
"Ba-baik, Nona." Maryam pun pamit menuju ruangannya.
"Segini cukup? Ini belum cukup! Delapan tahun aku mempersiapkan diri, jika hanya ini saja, semua usahaku sia-sia! Aarav, Sarah, tunggu saja, aku akan membuat hidup kalian berantakan seperti hidupku selama sepuluh tahun ini!" ujarnya menggenggam bolpoin dengan begitu erat.
**
Seorang wanita cantik menatap hamparan laut yang begitu menenangkan. Angin sore hari menerbangkan surai indahnya. Tiga bulan sudah ia meninggalkan negaranya untuk menenangkan diri. Kini, ia berencana akan kembali setelah siap menghadapi semuanya.
"Ara, kamu benar-benar ingin kembali?" tanya seseorang pada wanita itu.
__ADS_1
"Aku sudah kehilangan gelar istri. Jadi, untuk apa aku berdiam diri di rumah?" jawab Ayyara tersenyum pada wanita yang kini menatapnya berbinar.
"That's my girl. Aaaaa welcome back our superstar Ayyara Zara!" teriak Rima, manager Ayyara bersemangat.
Ayyara Zara bukanlah hanya seorang anak orang kaya yang suka berdiam diri di rumah. Ayyara adalah salah satu artis film serta penyanyi ternama tanah air. Ia memang memutuskan pensiun dini setelah menikah. Namun, ia sendiri tak menyangka bahwa pernikahannya hanya bertahan satu tahun. Kini, setelah masa iddah selesai dan hatinya sedikit membaik, ia memutuskan untuk kembali berakting dan bernyanyi. Cukup sudah ia bersedih meratapi nasibnya. Kini, ia akan melebarkan sayapnya lagi untuk berkarya yang semakin baik.
"Dua bulan lalu Tuan Rajesh mengirimkan naskah ini. Beliau meminta kamu untuk kembali ke projeknya," ujar Rima menunjukkan naskah digital pada Ayyara.
"Astaga Rima, aku baru berencana kembali, loh. Kenapa kamu sudah menyuguhkan naskah?" tanya Ayyara. "Lagian, aku sudah pensiun sejak satu tahun lalu, kenapa tiba-tiba Tuan Rajesh menawarkan naskah?"
"Loh, siapa yang tidak tahu perpisahanmu dengan mantanmu itu? Termasuk Tuan Rajesh, apalagi dulu kamu mengundurkan diri dari dunia hiburan karena ingin menjadi ibu rumah tangga. Kini semua orang tahu kamu telah berpisah, pasti banyak yang menebak kamu akan kembali ke dunia hiburan, termasuk Tuan Rajesh. Ayolah, kamu terima saja. Jadi anak SMU," kekeh Rima.
"Memang aku masih cocok apa jadi anak SMU? Kamu ada-ada saja deh."
"Cocok, Ra. Karakter ini memang cocok buat kamu. Ini tuh kisah anak SMU tapi sampai dewasa gitu. Coba baca dulu deh alurnya bagus. Lagian ini bukan film tapi drama series. Kamu pasti tahu kan sekarang lebih jaman orang nonton series di aplikasi daripada di bioskop lagi. Kalau kamu ambil, dijamin langsung meroket," kata wanita tiga puluh tahun itu menggebu.
"Banyak yang ngincar series ini loh, Ra. Ini Tuan Rajesh langsung nawarin ke kamu berarti dia berharap kamu ikut. Series dia sebelumnya juga melejit semua."
"Pemeran utama laki-lakinya siapa?" tanya Ayyara.
Rima tersenyum canggung menggaruk kepalanya.
"Kenapa? Jangan bilang si Daffa?" tanya Ayyara menyelidik.
"I-iya, tapi—"
"No! Kamu tahu kan aku dan dia ... tidak! Aku tidak mau." Tolak wanita cantik itu.
__ADS_1
"Ck! Dari dulu gak berubah kamu kalau dengar kata Daffa." Rima hanya menggeleng.