
Sinar mentari pagi kembali menerpa. Membuat semua orang yang menjadi penghuni bumi itu terbangun.
Harus kembali melakukan rutinitas harinya. Bekerja dan bekerja. Jika tidak, maka tentu tidak bisa melanjutkan hidup.
Bekerja dan mendapatkan uang. Bagaimanapun itu. Tak peduli menjadi apa. Yang penting bisa terus makan dan bertahan hidup.
Seperti yang dilakukan Dion saat ini. Menjadi penggiring gerobak cendol adalah profesi barunya.
Meskipun sedikit memalukan tapi tetap di jalaninya. Pasti syok rasanya. Dari pernah menjadi CEO perusahaan Sorayagroup kini menjadi penjual es cendol. Orang akan tertawa jika bertemu dengannya. Itu pasti.
Tapi, duda baru itu tak berfikir untuk beralih ke pekerjaan lain. Dengan profesi barunya ini, dia jadi bisa mengawasi setiap pergerakan Rika mantan istrinya.
Wanita yang tengah berbadan dua itu. Dia sudah hamil besar kisaran tujuh bulanan. Pasti tak lama lagi akan melahirkan.
Tak sabar rasanya menunggu itu. Dua baby sekaligus. Dion pasti akan menjadi pria paling bahagia di dunia ini jikalau memiliki anak-anak itu.
Keinginannya, tak perlu menunggu lebih lama lagi. Karena Dia sendiri sudah memikirkan cara jitu untuk semua itu.
Cepat atau lambat, dua anak reyhan dan Rika mantan istrinya itu akan jatuh ke tangannya. Pasti akan terjadi. Cepat atau lambat.
Dengan bekerja sebagai penjual es cendol, Dion benar-benar bisa mengawasi Rika setiap harinya. Menit maupun detik.
Para penjaga bodoh itu bahkan tak tahu sama sekali. Pria yang dicari-carinya tiap hari berkeliaran di hadapannya. Tapi, tak ada satupun diantara mereka yang sadar akan hal itu.
Benar-benar payah.
__ADS_1
Sudah hampir semingguan ini Dion terus mangkir di daerah perumahan Rika. Dagangannya juga cepat laku gegera para bodyguard itu yang terus memborongnya.
Membeli sampai habis tak bersisa. Bahkan kadang ada yang ingin lagi tapi sudah tak ada.
Jika sudah begini, maka pasrah saja. Tragedi besar Pasti akan menimpah. Badai besar akan menyambar.
Reyhan masih belum kembali. Sementara Randy, dia masih sibuk berkutat di perusahaan. Tentu tak punya waktu untuk menengok istri bosnya itu. Paling dia hanya punya waktu ketika malah hari saja.
Sudahlah,
Dion memang telah menemui jalan untuk melakukan aksinya. Tepatnya di tengah terik matahari ini.
Dengan sempurna memanfaatkan situasi yang ada. Sengaja mendorong gerobak esnya di depan perumahan besar itu. Dia tahu semua orang pasti sedang gerah saat ini. Pasti pengen yang dingin-dingin.
Buktinya, beberapa orang penjaga yang bekerja di rumah Rika itu mulai memanggilnya.
Menyuruhnya untuk mampir. Pasti karena ingin membeli minumannya yang begitu menyegarkan di siang bolong hari ini.
Hahahaha ....
Kena kalian semua, Dion membatin dengan seringai licik.
Kini mulai meracik minumannya satu demi satu. Setelah itu mengantarkanya pada semua orang penjaga yang telah memesan.
Tak lupa menaburi bubuk putih yang entah apa itu. Yang pasti, menurut author bukan sesuatu yang baik.
__ADS_1
Dion hendak melangkah. Tiba-tiba, bi Maya muncul dan menghadangnya.
"Pak, bisa buatkan pesanan saya dulu?"
Dion terkejut seketika menunduk. Dengan gugup kembali menaruh nampan di tangannya. Memperbaiki kaca mata dan masker mulutnya yang sedikit miring. Setelahnya, mengangguk.
"Baiklah, Bu."
"Pak saya mau dua yah. Buat majikan perempuan saya yang lagi hamil. Katanya dia suka sekali, semunya benar-benar pas. Satunya lagi buat saya."
Request perempuan paruh baya itu. Tampak ia terus bercoleteh memuji Mas penjual es cendol itu. Dia sama sekali tak tahu jika sebenarnya pria itu adalah Dion. Mantan suami Rika majikannya.
"Bu Bagaimana jika langsung bawa ini saja." Tunjuk Dion ke beberapa es cendol yang sudah jadi. Berada di atas nampan yang tadi hendak di bawanya.
Bi Maya tampak diam dengan menyorot minuman itu. Berfikir sejenak lalu,
"Baiklah," ucapnya setuju. Kini meraih dua gelas besar yang sudah terisi penuh itu. Kini mengangkat dan langsung membawanya.
Dion tak menunduk lagi, dia bahkan sampai melepas masker yang menutup sebagian wajahnya. Dengan jelas menyaksikan Bi Maya yang kini telah benar-benar menjauh. Pergi membawa minuman yang sebentar lagi akan mendatangkan masalah itu.
"Apa ini hampir disebut, melempar dua burung dengan satu batu?" Cakapnya, lagi-lagi dengan seringai licik di wajahnya.
....... happy reading............
Like, vote, komen, and, foforitkan juga yah
__ADS_1