
Sementara di sebuah resort mewah itu. Di pinggir kolam renang. Tampak dua penganti baru duduk bersantai, menikmati sejuknya angin sepoi-sepoi yang menerpa tubuhnya. Reyhan dan Rika. Keduanya tampak menghabiskan waktu liburan bersama. Berbulan madu. Tidak, bukan itu. Babymoon
Mengingat Rika sedang hamil pertengahan saat ini. Itu sebabnya tak bisa dikatakan bulan madu sang pengantin baru.
Hehehhe ....
Tak apalah, ini sudah membuat CEO Andorgroup itu senang. Dia bisa menikmati waktu berduaan dengan istri tercintanya, ini bahkan lebih dari cukup.
Sejenak bisa melupakan pekerjaan sibuknya juga.
"Sudah bosan?" Tanya Reyhan. Kini bangkit melihat Rika yang tampak masih menikmati itu.
"Belum,"geleng tipis wanita itu.
"Apa kau tak tertarik untuk mengunjungi beberapa tempat lagi?"
Rika kembali menggeleng dengan nada sedikit manjanya.
"Aku lelah, bisakah kita di sini sedikit lama lagi."
Kembali Reyhan merebahkan tubuh kekarnya. Tersenyum lembut mengelus lembut pipi halus itu.
Kembali memasang sebuah kacamata hitam yang sempat di lepasnya tadi. Kemudian ikut berbaring lagi.
****
Waktu terus berlalu. Kini mereka sudah berada di kamar risort mewah itu. Merebahkan tubuh di atas tempat tidur.
Tidak memejamkan mata. Mungkin menatap langit-langit kamar indah, mewah bergaya barat itu. Yang pasti, sangat menikmati momen saat ini.
Rika membantali lengan suaminya. Masuk ke dalam pelukannya. Merasakan kehangatan tubuh yang mungkin sudah dicetak kotak-kotak itu. Sangat berotot. Pasti sangat kuat. Memang sudah dibuktikan kan.
Bagaimana kekuatan, kelincahan itu. Bisa request juga. Cepat dan ekstra laju.
Hahahhhah ....
__ADS_1
Wanita itu jadi terkekeh kala mengingatnya. Tak sadar jari jari nakalnya mulai masuk ke dalam kaos sana.
Mulai menelusuri inci-inci kulit itu.
Reyhan yang kegelian, menangkap tangan Rika. Membalikkan badan. Keduanya kini saling berhadapan dan bertatapan di atas tempat tidur itu.
"Sayang, kau akan membangunkan pusaka panjangku yang ada di bawah sana."
Rika terpaku. Iya seakan bingung mau berkata apa. Dirinya tertangkap basah.
"R ... Rey,"
"Eggffff,"
Reyhan langsung menangkap bibir kenyal itu. Dia mencium Rika tanpa aba-aba. Langsung menyosornya saja. Salah siapa yang telah bermain api duluan. Reyhan jadi dapat untung juga.
Setelah menikah kurang puas rasnya menggauli istrinya itu. Mengingat kondisinya sedang hamil saat ini.
Reyhan takut alat tempurnya akan melukai dua bayi mungil yang masih terbaring santai di dalam sana.
"Rey, apa kau ingin itu?"tanya Rika setelah ciumannya terlepas.
Pria yang kini telah resmi menjadi suaminya itu menggeleng, "Tidak, bayi kita akan terluka nantinya. Kau juga bisa kelelahan karenanya."
Rika tersenyum lembut. Kini membelai wajah tampan suaminya.
"Rey, tak apa. Kau bisa bermain pelan. Aku juga tidak akan lelah setelahnya. Aku akan merasa bersalah jika tidak melayanimu."
"Sungguh?"manik mata Reyhan berbinar. Namun masih menanyakan kesiapan istrinya itu.
Rika mengangguk pelan seraya tersenyum.
"Iya sayang."
Tanpa menunggu lagi, "Klek!"
__ADS_1
Lampu pun padam. Setelahnya, kalian tahu kan apa yang akan terjadi. Tenang saja. Reyhan akan pelan. Dia teramat sayang kepada dua baby-nya yang masih di dalam perut sana. Semua dipastikan aman terkendali.
****
Satu bulan kemudian. Di rumah besar mewah Reyhan dan Rika. Terlihat keduanya menikmati sarapan bersama.
Reyhan dengan setelah kemeja siap ke perusahaan besarnya. Sementara Rika, iya juga tampak sudah mengenakan setelan gaun formal di tubuhnya. Hari ini dia akan ke rumah sakit kandungan. Memeriksakan keadaan dua buah hati kecilnya.
Lama sudah tak melihatnya. Wanita itu tentu penasaran dengan perkembangan bayi kembarnya.
"Sayang, apa kau yakin aku tak perlu menemanimu?" Tanya Reyhan setelah menyeruput kopi paginya. Dia bahkan sudah menanyakan itu beberapa kali.
"Iya sayang, aku yakin."jawab Rika sembari menggenggam tangan suaminya yang nampak khawatir itu. Tak lama kembali ia berkata,
"aku juga sudah menelepon Mama untuk menemaniku. Jadi, tenanglah."
"Tetap saja. Entah kenapa aku sangat khawatir membiarkanmu pergi, walau itu dengan mama."
"Sayang, buang pikiran tak karuanmu itu. Lagipun, aku hanya sebentar saja. Setelahnya aku mampir ke butik dulu baru aku pulang."
"Hahhh!! Kebutik dulu!"kejut Reyhan.
"Kenapa harus ke sana?"
"Sayang, aku harus ngecek keuangan yang masuk dulu. Aku janji, aku akan langsung pulang sehabisnya."
Reyhan hanya bisa menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan. Iya yakin keinginan istrinya itu pasti tak akan terbantahkan lagi.
"Baiklah, tapi aku akan mengutus beberapa orang. Mereka akan menjaga kalian dari kejauhan, dengan begitu, kalian akan tetap merasa aman."
Rika juga ikut menghela nafas. Dia tau keinginan suaminya itu juga tak akan terbantahkan.
"Baiklah,"
............ happy reading................
__ADS_1
like, vote, komen, and foforitkan juga yah