
Jika Dion sedang berduka, beda halnya dengan Rika.
Tampak acara pesta pernikahan besar-besarannya di adakan hari ini. Di sebuah hotel megah dan paling mahal juga di kota. Sangat bergaya dan bergengsi.
Hampir semua media meliput acara itu hari ini. Semuanya tampak sempurna. Tanpa terkecuali. Bagaimana tidak, ini adalah salah satu pernikahan konglomerat.
Semuanya bahkan sudah melakukan persiapan dari jauh-jauh hari.
Acara pernikahan Reyhan dan Rika. Tentu semuanya harus berjalan dengan sempurna.
Di kamar sang pengantin wanita. Rika masih dipoles oleh beberapa MUA. Satu mengerjai wajanya sementara yang lainya sibuk menata rambut dan gaunnya.
Rambut Rika sedikit disanggul dengan membiarakan anak Surainya terlepas separuhnya.
Sementara urusan gaun, Lia yang mengaturnya. Dia dipilih langsung dari kedua mempelai itu.
Pokoknya, tampilan Rika hari ini memang harus memukau semua orang. Dia harus menjadi pusat perhatian. Reyhan, dia akan tambah tergila-gila padanya.
"Rik! Apa kau sudah siap?" Bu Rossa muncul untuk memeriksa keadaan putri semata wayangnya.
"Mah,"Rika tersenyum mekar ke arah wanita yang menanyainya itu.
Bu Rossa berjalan mendekat. Kini berdiri tepat di belakang putrinya. Bayangan mereka terpantul dari cermin. Keduanya saling menatap.
"Sudah Mama duga, kau pasti akan terlihat cantik hari ini."
"Mama, jangan menggodaku." Rika tersipu malu.
"Sayang, Mama tak menggodamu. Ini memang kenyataannya."
"Rika,"Wanita paruh baya itu menjeda kalimatnya. Tampak memikirkan perkataan selanjutnya yang akan dia ucapkan.
"Iya Mah,"
Menghela nafas
"Mama sangat berharap ini pernikahan terakhirmu."
Rika terdiam. Kini menatap ibunya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Mah, aku yakin Reyhan akan membahagiakan ku. Kita semua juga sudah melihatnya kan.
Rika yakin, dia akan jadi ayah yang baik untuk kedua anak kami yang masih di dalam perut ini."
"Iya sayang, Mama juga yakin itu." Keduanya saling berpelukan. Rika memeluk ibunya dengan sangat eratnya.
Dia akan kembali berpisah dari perempuan yang melahirkannya itu. Setelah menikah, pastinya ia akan pindah dan tidak kembali tinggal bersama orang tuanya seperti beberapa hari terakhir ini.
Rika akan pindah dan hidup berdampingan bersama Reyhan pria yang dalam waktu beberapa menit ini akan resmi mempersunting nya. Rika sangat bahagia.
"Mah, Papa cariin ternyata di sini toh!" Tuan Huda muncul. Pelukan ibu dan anak itu jadi terlepas karenanya.
"Papa, emang ada apa?" Tanya Bu Rossa pada suaminya. Terlihat pria paruh baya itu berjalan mendekat.
"Semua orang sudah menunggu, apa kalian sudah siap?"
Rika mengangguk dengan senyumnya. Kini dia bangkit. Kedua tangannya memegang gaun panjang putihnya yang terjuntai menyapu lantai.
__ADS_1
"Lihat anak Papa, dia cantik sekali,"
"Papa,"Rika mendengus malu.
Cuppp!!
"Sayang, kau akan dan harus bahagia setelah ini. Itu janjimu kan," kata Tuan Huda setelah mengecup kening putrinya.
"Iya Pah, ini pernikahan Rika yang terakhir. Rika akan bahagia,"
****
Waktu yang telah ditunggu-tunggu oleh semua orang pun tiba. Semua orang menyorot. Para media juga.
Diiringi oleh kedua orang tuanya, Rika Kini telah memasuki aula sakral itu. Tempat dimana dia akan dinikahkan oleh pria pujaan hatinya.
Kini terlihat Pak penghulu dan para tamu undangan lainya telah menunggu. Reyhan, dia juga sudah duduk di sana.
Bersama beberapa keluarganya. salah satu dari mereka akan menjadi walinya.
Mengingat CEO Andorgroup itu bisa dikatakan adalah anak yatim piatu. Tentu dia membutuhkan salah satu anggota keluarga laki-lakinya untuk menjadi walinya hari ini.
Setelan kemeja berwarna senada dan sebuah kopia hitam, sudah melekat jelas di tubuh Reyhan itu.
Sedikit gugup rasanya. Sebentar lagi dia akan menghalalkan wanita pujaan hatinya sekaligus wanita yang kini telah mengandung bayi kembarnya.
Hufff, untung dia sudah menghafal kalimat ijab kabul yang akan dia ucapkan sebentar lagi itu.
Jika tidak, bisa berabe urusannya. Masa presedir Andorgroup gagal dalam menghalalkan calon istrinya.
Bisa tercoreng nama baiknya.
Dia terlihat sangat cantik dan anggun. Siapa yang akan menyempatkan berkedip ketika melihatnya.
Dia Memang sedang hamil, tapi perutnya bahkan sedikit tak menonjol. Itu pasti karena pengaruh gaunnya.
Reyhan sengaja memilih gaun yang agak besar untuknya. Itu semua agar wanita itu tidak mudah gerah ataupun sesak nafas nantinya.
Dua calon baby di perutnya harus tetap nyaman. Itu yang utama.
"Apa bisa kita mulai?" Suara Pak penghulu membuat suasana riuh itu seketika menjadi tenang dan hening.
"Bisa Pak,"Oma menjawab karena tampak Reyhan juga masih fokus memperbaiki cara duduknya.
Mungkin pria itu sedang gugup saat ini. Itu bisa terlihat jelas dengan bintik-bintik keringat yang mulai timbul di dahinya
.
"Rey, apa kau siap?"
"Ah, iya Oma."jawab Reyhan. Sekilas melirik Rika yang kini telah duduk manis di sebelahnya.
Sabar, sebentar lagi semua orang akan bilang sahh!! Iya kan,
Heheheh .... Batin pria itu tak sabaran namun gugup juga.
"Em ... Mohon maaf, wali dari nak Reyhan silahkan sedikit duduk di depan." Kata penghulu itu sebelum memulai ijab kabulnya.
__ADS_1
Hening sejenak. Tak lama, pria paruh baya muncul. Dia adalah Tuan Herman. Kakak dari almarhum ibunya Reyhan. Dia yang akan mewalikan Reyhan di acara pernikahan itu.
"Sudah,"
"Baik kalau begitu,"
Pak penghulu kini mengulurkan tangannya.
"Nak Reyhan, silahkan jabak tangan saya."
"Saya nikahkan engkau Reyhan Ardiwiningrat bin Herman Ardiwiningrat dengan Rika Rosela binti Huda dengan mas kawin tiga koma sembilan ratus miliar dibayar tunai!"
Degg! Gegg!! Degg!
"Saya terima nikahnya Rika binti Huda dengan mas kawin tiga koma sembilan ratus miliar dibayar tunai." Jawab Reyhan dengan sekali ucapnya.
Pak penghulu berbalik ke semua para saksi dan tamu undangan yang hadir.
"Bagaimana para pembaca?? Sahh?"
Serentak semuanya menjawab.
"Sahhhhhh!!!"
"Wahhhhh!!"
"Yeahhhhh!!!"
"Selamat Rey hehhehe!!"
Semuanya bersorak gembira diiringi tepuk tangan yang meriah.
"Syukur Alhamdulillah," semuanya mengucap syukur.
Mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri. Keduanya saling bersalaman dengan senyum kebahagiaan yang tak pudar dari bibir masing-masing.
Rika mencium pundak tangan Reyhan sebagai seorang istri yang akan senantiasa berbakti kepada suaminya.
Sedangkan Reyhan, ia mencium tangan serta kening Rika sebagai suami yang akan selalu mencintai, menyayangi, dan selalu menjaga istrinya.
kini Rika beralih ke hadapan orang tuanya. Diikuti oleh Reyhan yang hendak bersalaman.
"Selamat sayang, kau kembali menjadi seorang istri."
"Rik, ingat janjimu untuk Papa,"tuan Huda Mengingatkan seperti seorang ibu kepada putrinya.
"Iya Mah, iya Pah." Rika memeluk ibu dan ayahnya itu. Mereka menangis penuh kebahagiaan. Akhirnya Rika akan hidup bahagia setelah ini.
Reyhan dia telah dipercayakan oleh semua orang untuk membahagiakan Rika mulai dari saat ini.
"Kau akan menjaga putri kami kan?" Kata Bu Rossa pada Reyhan yang juga kini telah menghadapnya.
Pria itu tersenyum penuh ketulusan.
"Iya Mah, Reyhan akan membuat Rika menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini. Itu janji menantu barumu ini."
.................. happy reading...................
__ADS_1
like vote komen and foforitkan juga yah