Rahim Yang Tak Rusak

Rahim Yang Tak Rusak
Episode 39


__ADS_3

"Kenapa Mas? Kok melihatku seperti itu?"


Tanya Rika yang melihat ekspresi bengong suaminya.


Dion segera tersadar. Ternyata wanita yang ada di hadapannya sekarang ini memanglah istrinya.


"Ah tidak. Em, mau kemana kamu? Kok berdandan seperti ini?"


Rika jadi gugup dengan pertanyaan Dion. Apa yang harus di jawabnya. Masa iya bilang akan pergi dengan Reyhan. Itu tak mungkin! Lalu apa yang harus dikatakannya?


"Rik, aku bertanya. Mau kemana kamu?"


Dion kembali mengulangi pertanyaannya. Hal itu membuat Rika keringat dingin bukan main. Sebenarnya, baru kali ini iya akan berbohong. Itu sebabnya iya sangat gugup.


Dengan takut-takut Rika akhirnya memberanikan diri untuk menjawab.


"Em, aku akan menghadiri sebuah pesta. Teman-temanku juga akan datang."


"Wah, bagaimana kalau aku ikut?"ujar Dion menewarkan diri.


Rika tentu saja menolaknya. Apa ini? Iya bahkan pergi sebagai pasangan Reyhan bos angkuh itu. Lalau jika dia ikut, wahhh bisa kacau semuanya. Oh, pergi secara diam-diam begini ternyata menimbulkan rasa kekhawatiran tersendiri.


"Mas, mobilku sudah tiba. Aku harus pergi." Pamit Rika lalu undur diri.


Di luar, tampak sebuah mobil sport Lamborghini Veneno terparkir rapi. Rika langsung menebak, itu pasti mobil Reyhan.


Siapa lagi yang punya kendaraan semahal itu.


Jendela pintu mobil pun terbuka. Dari balik itu Randy memunculkan kepalanya.


"Nona, Bos sudah menunggu."


Rika terkejut. Apa maksudnya? Jangan-jangan Reyhan juga ikut menjemputnya. Oh astagaa!! Sepertinya presedir besar itu sudah tak waras.


Beraninya dia datang dan menjemput Rika di rumah suaminya.


Tidak kah dia berfikir, bagaimana kalau ada yang melihatnya?


Tanpa menunggu lagi, Rika langsung masuk ke dalam mobil itu. Benar saja. Reyhan dengan santai sudah duduk manis menunggu dirinya.


"Apa yang kau lakukan? Bagaimana jika mas dion melihatmu,?"


Reyhan dengan enteng menjawab." Biar saja, aku tak takut padanya."


Rika jadi terdiam di buatnya. Buat apa protes lagi. Reyhan itu mana mau kalah orangnya.


Randy pun menjalankan mobilnya. Satu yang tak boleh dilakukannya sekarang ini, yaitu melihat atau menengok ke belakang.


Jika iya melanggar maka siap-siap saja dirinya dinas ke Afrika Selatan.

__ADS_1


Di dalam mobil Rika hanya terdiam. Perasaan tak nyaman mulai iya rasakan. Entah apa yang harus iya lakukan di acara sebesar itu. Di dalam pikirannya, bagaimana jika dirinya membuat kesalahan, imec Reyhan orang besar di sampingnya itu akan rusak.


Iya harus betul-betul menjaga segalanya di sana. Uhhh, menjadi wanita CEO terkenal ternyata memanglah tak muda.


"Ada apa?"tanya Reyhan yang merasakan kegugupan Rika saat ini.


Sebenarnya sedari tadi iya sudah memperhatikan wanita cantik di sebelahnya. Wah ternyata memang tak salah dirinya memilih gaun itu.


Terlihat jelas sekali bahwa dress itu diciptakan hanya untuknya. Semuanya sangat cocok sekali. Entah karena barang-barang itu yang memang bagus atau karena Rika sendiri yang terlalu mahir dalam berpakaian.


Itulah kebanggaan yang dirasakan Reyhan sekarang ini.


Rika memang wanita yang sangat sempurna untuknya. Tetapi jangan lupa bahwa dia masih istri orang.


****


Kini mereka telah sampai. Sebuah hotel Flamboyan bernuansa modern menjadi tempat di laksanakannya acara penting bagi semua orang dari kalangan atas itu.


Wah, acara ini pasti sangat meriah. Apalagi banyak bintang film dan beberapa artis papan atas yang hadir. Oh astaga pasti menjadi waiters saja sudah sangat beruntung di tempat ini.


"Ayo turun,"ajak Reyhan lalu keluar dari dalam mobil.


Melihat Rika yang masih belum keluar, Reyhan pun membuka pintu lalu berkata.


"Kau tak perlu takut, di sini ada aku. Aku akan menjagamu."


Mendengar itu entah mengapa rasa kegugupan Rika sirna seketika. Melihat tatapan serius prianya itu membuat dirinya sekali lagi merasa aman dan damai.


Rika kini telah berdiri di samping Reyhan. Sementara Randy iya harus memarkir mobil dan memastikan keamanan bosnya itu dari beberapa orang yang mungkin tak suka dengan kedatangannya.


Seorang pebisnis sukses mustahil jika tak punya musuh.


"Mau ku gendong atau ku gandeng."Bisik Reyhan dengan senyum di bibirnya.


Rika sedikit terkejut mendengarnya. Pria di sampinya itu tak ada henti-henti menggoda dirinya.


Kini semua awak media menyoroti Keduanya. Istri Dion itu kemudian menggandeng tangan besar Reyhan. Mereka kini mulai berjalan di atas karpet merah hingga ke aula pesta.


"Wahhhh!! Apa tak salah? CEO dari perusahaan Andorgroup bersama wanita."


"Bukankah dia elergi terhadap wanita? Lalu sekarang? Wahh wanita itu mungkin obat untuknya."


"Ini kejadian yang sangat langkah."


"Wah biasnya iya akan bersama asistennya. Emm, kalau tak salah Randy namanya."


"Selera orang kan bisa berubah."


Kata beberapa orang tamu yang ikut hadir.

__ADS_1


Kedatangan Reyhan ke acara lelang itu tentu menjadi sebuah trending topik yang wajib dibicarakan. Bagi media yang tak meliput acara itu pasti akan rugi besar.


Siapa yang tak mau bertemu dengan orang sukses seperti Reyhan Ardiwiningrat itu. Sudah tampan kaya pula.


Semua wanita banyak yang tergila-gila padanya. Rumor tentang Reyhan yang tak suka dengan wanita itu tampaknya hanya cerita belakang. Batin para netizen yang mengidolakannya.


"Wah tuan Reyhan, senang sekali bisa bertemu dengan anda." Sapa seorang pria setengah tua padanya.


"Aku akan sangat terkesan jika kita bisa bekerja sama dalam pembangunan di kota C"


"Kau terkesan, tapi aku tidak."ketus Reyhan kemudian pergi. Iya sama sekali tak tertarik dengan cerita yang dibicarakan bapak tadi.


"Tuann!!"


"Tuann!!"


"Tuan Reyhan!"


Panggil beberapa orang lagi yang mengantri untuk berbicara kepada CEO perusahaan Andorgroup itu.


Reyhan sama sekali tak melirik. Iya segera meraih tangan Rika lalu mencari meja untuk duduk.


"Kenapa kau menghindar?"tanya Rika


"Kaum penjilat itu sama sekali tak cocok mendengar suaraku."jawabnya.


Rika hanya bisa mengiyakan perkataan pria itu yang ada di hadapannya. Buat apa bertanya lebih? toh dia sendiri bahkan tak paham dengan dunia perbisnisan.


Beberapa saat kemudian, semua orang telah duduk di kursi meja masing-masing. MC juga sudah membuka acara inti dari pesta itu.


Lelangan pertama yaitu sepetak tanah yang terletak di tengah kota A. Tanah itu berhasil di dapatkan oleh orang lain. Reyhan enggan mengangkat tangan, tampaknya iya sama sekali tak tertarik dengan hal itu.


Lelangan kedua yaitu sebuah kalung liontin yang terbuat dari seribu butiran kristal permata. Kalung itu tampak sangat berkilau di bawa terpaan cahaya lampu. Kini semua orang berlomba-lombaan untuk mendapatkan benda mahal itu.


Reyhan melirik Rika yang juga tampak memandang lelangan barang ke dua itu.


"Bagaimana? Apa kau suka."


"Suka." Jawab Rika


"Satu miliar." Teriak Randy setelah mendapat perintah dari bosnya.


Semua orang terkejut mendengarnya. Termasuk Rika.


"Haahhhhh!!"


Buat apa Reyhan membeli Kaling itu. Terlebih lagi, dia menawar dengan harga yang sangat tinggi. Tawaran terakhir saja hanya empat ratus juta Lah, dia tiba-tiba muncul dan menawar dengan harga yang berlipat ganda.


" Untuk memuaskan kekasihku, maka aku akan mengeluarkan beberapa uang."ujar Reyhan membalas tatapan pertanyaan Rika.

__ADS_1


.......... happy reading.......


like, vote, and komen


__ADS_2