Rahim Yang Tak Rusak

Rahim Yang Tak Rusak
Episode 76


__ADS_3

Tuan Randy, silahkan duduk. Biarkan pelayan mengambilkan beberapa makanan." Kata Bu Rossa mempersilahkan dan menyambut dengan baik.


Dengan canggung Randy pun duduk. Tampak iya masih belum paham kenapa Reyhan memintanya untuk datang.


Berkas yang ada di balik jasnya juga belum sempat iya lihat. Si bos angkuh itu mengambil dan melemparkan itu langsung padanya. Setelahnya, menyuruh dirinya mengemudi ke arah rumah calon mertuanya.


Huuff menyebalkan.


Tapi tak apa. Meskipun begitu, kedatangan nya ke sini juga tak sia-sia. Perutnya jadi bisah terisis dengan penuh di sini. Yah si pria bujang ini lapar. Dia memang punya rumah yang besar tapi sayang tak ada tukang masaknya.


Mengingat Randy juga jarang pulang. Itu sebabnya tak ada koki yang siap sediah di rumahnya. Jika ada maka pasti hanya akan makan gaji buta darinya.


"Letakkan di meja." Titah Bu Rossa kepada beberapa pelayan yang sudah berdiri dengan menu sarapan di tangannya.


"Emm .... Tu ...?"


"Mah, panggil nama kami saja. Kumohon." Sergah Reyhan meminta agar Bu Rossa tak lagi bersikap kaku terhadapnya.


Mengingat tak lama lagi iya akan menikahi Rika anaknya. Akan tak baik jika iya masih memanggilnya seorang tuan padahal sudah jadi menantu.


"Halllaahh,"celetup tuan Huda memalingkan pandangan jelesnya.


Bu Rossa lagi-lagi menyenggol bahu suaminya. Tersenyum lebar guna mencairkan suasana.


****


Di ruang tamu. Tuan Huda, Reyhan dan Randy duduk di sana. Lagi-lagi aura mencekam yang terasa begitu kuat. Membuat orang merinding jika tak sengaja lewat di zona merah itu.


Huh, entah sedang membahas apa. Yang pasti ekspresi orang-orang itu terlihat sangat tak enak. Saling mengintimidasi satu sama lain.


"Randy, keluar kan suratnya."titah Reyhan dengan penuh ketenangan.


"Baik bos,"ucapnya sembari meletakkan map penting itu.


Tuan Huda tampak menyorotnya. Tak butuh waktu berapa lama iya pun meraih dan langsung membuka isiannya.


Manik matanya membulat kejut setelah membaca apa yang sebenarnya ada di dalam map itu. Tersenyum miring kemudian mulai mencebik.


"Tak sangka Tuan Reyhan mau menandatangani ini. Tidak kah anda takut. Bisa saja kalian bangkrut dalam sekejap mata."


Randy terkejut mendengarnya. Kini iya paham dengan apa isi surat itu. Entah apa yang harus dilakukannya saat ini.


Reyhan apakah dia sudah masuk ke dalam kategori bucin. Hey ini saham perusahaan, dan dia ingin menyerahkannya kepada calon ayah mertuanya. Ini gila bukan.

__ADS_1


Mereka bahkan belum menikah.


"Aku tak butuh itu. Jika anda ingin, maka saya tak keberatan untuk membaginya. Kalau perlu semua properti Andorgroup saya serahkan."


"Bos!"Tegur Randy mencoba mengingatkan. Ini sudah melewati batas, pikirnya.


Reyhan malah mengancingkan tangannya.


Menyuruh pria yang menjabat sebagai asistennya itu untuk diam.


"Baiklah kalau begitu, semua properti yang dimiliki Andorgroup juga termasuk kemunduran kalian dalam memasuki pasar Eropa, bagaimana?"


Tanpa berfikir semenit atau sedetik pun Reyhan langsung mengiyakan permintaan Tuan Huda, calon ayah mertuanya itu.


Hal itu tambah membuat Randy tambah tak paham dengan jalan pikirannya. Apa semua budak cinta akan berlaku seperti itu? Lagi-lagi ini adalah sesuatu yang gila.


Teringat bagaimana kerasnya perjuangan Reyhan dalam membangun perusahaannya sendiri. semua itu dari nol hingga menemui puncak kejayaannya.


Itu bukan waktu yang sedikit. Dan setelah menemui cintanya dia mau menyerahkannya begitu saja! Apa dia gila? yah Reyhan pasti gila jika melakukan itu.


"Baiklah. Aku akan menyuruh orang untuk mengurusnya. Besok, kupastikan anda sudah mendapatkan suratnya."setuju Reyhan.


Tuan huda mulai terlihat tak senang.


Alisnya mengerut dalam dan menatap Reyhan yang tampak masih sangat tenang itu.


Dia akan menjadi miskin dan tak punya kekayaan sepeserpun. Lalu kenapa dia masih tak takut dan masih menerima semua ini? Batinnya mulai gelisah.


"Tidak kah kau takut dan menjadi gembel di luar sana?"tanya tuan Huda memastikan lagi.


Reyhan malah tersenyum dengan pertanyaan itu. Tak lama iya pun berkata.


"Aku masih cukup kuat untuk menghidupi istri dan kedua anak kembar ku. Rika, asalkan dia ada disisiku itu sudah cukup untukku."


"Bos! Kau?"


"Tidak Randy," henti Reyhan memasang wajah datar dan serius.


"Ini keputusanku. Kau tak punya daya untuk membantahnya. Ayo pergi." Pria itu kemudian bangkit dan mulai melangkah keluar.


Sementara Randy, iya hanya bisa pasrah. Kini iya ikut mengekor di belakang atasanya itu.


"Tungguu!!!!" Suara lantang tuan Huda membuat dua pemuda itu terhenti dari langkahnya. Tertegun dan bertanya-tanya apa lagi sekarang.

__ADS_1


Reyhan dan Randy berbalik ke arah sumber suara.


Kini terlihat map bersama lembaran kertas penting tadi sudah terobek-robek dan berserakan di meja.


Reyhan sedikit heran melihatnya. Lebih lagi Randy, iya bahkan jauh lebih tercengang lagi.


Tuan Huda bangkit dari duduknya. Kini manik matanya menyorot Reyhan yang masih berdiri mematung di hadapannya.


"Baiklah, kau menang. Semuanya akan tetap menjadi milikmu."ucapan itu membuat Reyhan dan Randy kebingungan.


"Kau Menang Reyhan, kau menang. Kau akan mendapatkan semuanya. Putriku dan semua propertimu, kekuasaanmu, semuanya. Aku tak akan menyentuh sedikit pun."


"Apa maksudnya?" Tanya Reyhan sekali lagi tak paham.


"Haizz, ku pikir kau sedikit pintar." Cakap tuan Huda menghampiri sosok pemuda tampan nan gagah itu.


"Maksudku adalah, kau tetap memiliki segalanya. Termaksud putriku Rika. Aku hanya mencoba menyelamatkan anak ku dari pria yang mungkin sekali lagi tak bertanggung jawab. Tapi aku salah. Nyatanya, kau pria yang akan merelakan semuanya demi anakku. Rika putriku telah menemukan lelaki sejati yang sesungguhnya. Yaitu kau!"


Reyhan tertegun melihat ayah dari wanita yang dicintainya itu menunjuk dirinya dengan lantang. yah, Tuan Huda dengan penuh kepercayaan memilih dirinya sebagai pria yang akan membahagiakan putrinya.


Dia memberi restu sepenuhnya. Yah itu benar dan tak salah. Rika akan sepenuhnya menjadi milik seorang Reyhan dan tak ada lagi hambatan walau sedikitpun.


"Aku hanya ingin kau tak menyakiti anakku."Pinta pria paruh baya itu penuh harapan.


Tak ada lagi yang iya inginkan kecuali kebahagian putri semata wayangnya itu. Reyhan, dia memang pria yang sedikit angkuh dan arogan.


Tapi pria yang sudah berumur lanjut itu yakin bahwa dialah pria yang tepat untuk putrinya. Rika akan bahagia dengannya.


****


Rika dan Reyhan kini sudah berada di dalam mobil. Hari ini mereka akan pergi ke dokter kandungan. Memeriksakan apakah dua janin di perutnya sehat atau tidak. Jenis kelaminnya pun belum diketahui. Itu sebabnya mereka akan ke sana.


Selang beberapa menit kemudian, mereka telah berdiri di depan rumah sakit besar di kota itu.


Langsung saja mereka melangkah masuk dan langsung ke ruangan sang dokter karena sebelumnya memang sudah membuat janji VIP terlebih dahulu.


Di dalam ruangan.


Rika tampak berbaring di ranjang pasien. Beberapa perawat terlihat memegangi perutnya.


Salah satu dari mereka tampak mencatat ukuran dan segala sesuatu tentang kandungannya.


Sementara Reyhan iya tampak duduk di kursi sofa. Menunggu hasil dari pemeriksaan dokter. Sedikit tegang iya rasakan. Rika sedang hamil anak kembar dan dia tak mau jika sesuatu hal buruk terjadi.

__ADS_1


..............................................


happy reading like, vote, komen and foforitkan juga yah


__ADS_2