
"Oma, mengapa kau begitu bersedih di acara besarmu?" Reyhan bertanya setelah iya masuk dan melihat keterpurukan sang Oma di sudut jendela.
Wanita tua itu berbalik melihat cucu kesayangan kini telah datang. Memang benar pria itu datang sendiri.
"Sudahi saja acaranya."ucapnya malas tak bersemangat lalu kembali menatap aktivitas perkotaan itu.
Reyhan tersenyum mendengarnya. Kini berjalan mendekat kemudian mencium pundak tangan wanita itu.
"Aku meminta kau datang bersama wanita pilihanmu. Lalu, mana dia? Kau memang tak sayang pada perempuan tuamu ini."Omelnya namun masih membiarkan cucu lelakinya itu menciumi tanganya.
Reyhan kembali tersenyum. Kini mengecup kening yang sudah keriput itu. Setelahnya menatap ramah.
"Oma, aku tak mengecewakan mu." Pemuda itu kini menengok ke arah pintu. Diikuti perempuan tua itu. Hening sejenak. Tak lama Reyhan berkata
"Rika, masuklah."
Dari balik pintu Rika muncul dengan tampilan mempesona dan memukaunya. Tersenyum sopan sembari menunduk malu dan takut-takut.
Oma tak berkedip melihat itu. Kini menatap Reyhan untuk meminta penjelasan.
"Rey, siapa dia?"
Reyhan tersenyum. Kini melangkah mendekati Rika. Membuatnya sedikit mendekat lagi karena memang Rika hanya melangkah hingga di depan pintu saja.
"Oma, dia Rika calon istriku."hening sejenak. Rika semakin gugup. Jari-jemarinya mulai bergerak-gerak tak karuan. Entah wanita yang sudah berumur lanjut itu akan menyukainya atau tidak.
Yang pasti, dia sudah bekerja keras untuk hari ini. Berdandan secantik dan seanggun mungkin.
Itu semua agar pada pertemuannya kali ini, dirinya meninggalkan kesan yang baik pada semua orang.
Terutama nenek dari pria pujaan hatinya atau wanita yang biasanya dipanggil Oma oleh Reyhan. Perempuan yang sangat dihormati oleh semua orang itu.
"Rey, kau tak berbohong, kan?"ragu wanita tua itu. Terus menatap serius tampilan Rika dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Tanpa ragu, Reyhan menggeleng kepala.
"Tidak, Oma. Cucumu mana berani."
"Aku takut jika wanita ini sudah kau sogok dengan uang. Memaksanya menjadi pacarmu di depanku. Oh yah, itu seperti di film-film kebanyakan yang kutonton."pikir wanita tua itu masih memandangi Rika.
Reyhan malah tertawa mendengarnya. Sementara Rika, iya hanya bisa menelan paksa salifanya. Meskipun itu terdengar seperti lelucon.
Bagaimana mungkin situasi saat ini sama seperti cerita film yang pemeran pria memaksa seorang wanita untuk menjadi kekasihnya di depan semua orang. Itu semua hanya untuk menghindari sebuah perjodohan.
Hahahahha ...,
"Oma, dia Rika, dan ...." Reyhan tampak sedikit gugup melanjutkan perkataannya itu.
"Dia sedang hamil anakku."
__ADS_1
Treengggg!!!
Perkataan itu sama seperti suara alat musik gitar yang dipetik secara keseluruhan sekali. Membuat seorang wanita tua itu terkejut sesak mendengarnya.
Cucunya menghamili anak orang. Itu kesalahan besar.
"Rey, apa kau bercanda?"Suara tanya itu terdengar meninggi.
Dengan penuh rasa kebersalahan pemuda itu menunduk tak berdaya. Tak berani menatap Omanya yang tentu marah atas perbuatannya itu.
"Maaf Oma, Rey sangat mencintai Rika. Tanpa sadar kami telah ....?"
"Plakkkk!!" Tamparan keras memotong penjelasan itu.
Reyhan mendapat tamparan keras dari Omanya. Meskipun begitu, iya tetap diam dan tak bergerak sedikitpun. Menurutnya, iya memang pantas mendapatkan ini.
"Kau harus bertanggung jawab Rey!"suara teriakan itu menggema di seluruh penjuru ruangan.
Tampak wanita tua itu sangat murka sekarang. Manik matanya tak berhenti memincing tajam dan menyorot cucu kesayangannya itu.
Apa kata dunia jika semua orang tahu bahwa Reyhan cucu dari keluarga Ardiwiningrat sekaligus CEO perusahaan terkemuka di dunia telah menghamili seorang wanita. Bisa tercoreng nama keluarga baik itu.
Sementara Rika, iya seakan bingung harus apa sekarang ini. Iya gugup dan sangat takut jikalau mereka tak mendapat restu.
Mengingat kemarahan wanita tua itu saat ini. Sunggu situasi yang sangat mendebarkan.
"Nak, berapa usia kandunganmu?" Nenek tua itu kini bertanya. Dengan suara yang sedikit gagap Rika pun menjawab.
"Do ... Dokter mengatakan bahwa ini hampir lima bu ... Bulan."
Ekspresi kaget kembali di perlihatkan Oma Reyhan itu. Tapi entah mengapa Rika malah melihat ekspresi yang mungkin sedikit senang tadi.
Tapi entahlah, mungkin dia salah.
Wanita tua itu kembali memasang wajah serius dengan alis yang mengerut dalamnya. Tak lama iya Kembali bertanya.
"Apa kau sudah periksakan ke dokter?"
"Apa semuanya baik-baik saja?"
" Apa jenis kelaminnya?"
"Laki-laki dan perempuan. Emmm, maksudnya, mereka kembar."kata Rika lagi-lagi dengan gugupnya.
"Apa!! KEMBARRR!!!" Suara kaget dan pengulangan kata itu menggema di penjuru ruangan.
Wanita tua itu terkejut disertai senyum mekar yang tak terkira di wajahnya.
Dia begitu senangnya setelah mengetahui bahwa itu adalah bayi kembar.
__ADS_1
Wah jika jungkir balik ataupun salto belakang masih bisa dilakukannya maka pasti akan iya lakukan saat ini dan detik ini juga. Yehhh, dia akan mendapatkan anggota baru.
Itupun sekaligus tiga.
Yeehhhh, senangnya hati ini.
Rasanya ingin menari-nari sepuasnya.
Perempuan tua itu akan menjadi seorang nenek buyut.
Dia akan mendapatkan Cicit ples dua. Belum lagi cucu menantu yang juga sangat cantiknya. Ahh, dia sangat senang sekali.
Yeaaaaahhhhh!!!
Tapi, jangan sampai ekspresi bahagianya itu terbaca oleh cucu nakal dan tengilnya itu. Jika iya, maka dia pasti tak akan takut lagi.
"Ehhhemmm!!" Berdehem untuk mengembalikan citra dirinya. Memperbaiki kecatama rabun miring yang bertengger di punggung hidungnya.
"Rey,"ucapnya setelah berdiam sejenak.
"Kalian harus segera menikah."
Reyhan dan Rika terlonjak kaget. Kini saling bertatapan satu sama lain. Mereka akan menikah. Itu adalah keinginan keduanya. Tak sangka akan secepat itu.
"Oma,"ujar Reyhan.
"Apa lagi!"sentak perempuan tua itu memicing tajam. Tatapannya seakan hendak merebus hidup-hidup cucunya itu.
"Nikahi gadis ini! Segera sahkan cicit-cicitku."
"Ayo sayang, Oma akan memperkenalkanmu dengan semua orang." Wanita tua itu kemudian merangkul Rika dan langsung membawanya pergi.
Hendak ke aula pesta dan meninggalkan Reyhan yang masih mematung. Rika hanya diam dan mengikut saja kemana Oma Reyhan itu membawa dirinya.
"Terimakasih Oma,"cakap pemuda itu tersenyum mekar melihat rencananya yang kini telah berhasil. Neneknya itu menerima Rika apa adanya.
Sebenarnya sudah dia duga dari awal. Lagian siapa yang akan menolak kecantikan wanita pilihannya itu.
Tambah lagi dua calon anak di dalam perutnya itu. Hanya Rika saja yang gugup duluan. Bahkan setelah Reyhan itu menjelaskannya beberapa kali.
Dengan kehadiran dua cabang bayi di perutnya itu Omanya pasti tak akan menolak. Terbukti kan hasilnya.
Meskipun pipinya itu sempat mendapat tamparan. Itu bukanlah sesuatu yang bisa dikatakan sakit.
Yang sakit adalah jika Reyhan tak menepati janjinya di hari ulang tahun omanya itu. Syukur semuanya berjalan dengan lancar.
................. happy reading....................
like vote komen and foforitkan juga yah
__ADS_1