Rahim Yang Tak Rusak

Rahim Yang Tak Rusak
Episode 107


__ADS_3

Di meja operasi itu. Rika sudah terlelap. Tak bergerak meskipun beberapa orang kini telah mengutak-atik perut besarnya.


Ada yang mengguntingnya ada pula yang mengirisnya. Pasti perih. Tapi tidak, tampak wanita itu tertidur dengan nyenyaknya.


sudah terperangkap dialam mimpi hingga tak merasakan sakit sedikitpun.


Sementara di luar ruangan itu. Semua orang duduk berdiam diri. Menampilkan satu ekspresi yang sama.


Cemas dan penuh kekhawatiran. Bagaimana tidak. Ini bahkan sudah hampir tiga jam lamanya. Satu orang pun belum ada yang keluar dari pintu ruang operasi itu.


Suara tangisan bayi pun belum terdengar sama sekali. Ini benar-benar membuat orang tak tenang.


Reyhan, suami Rika itu juga belum ada kabar. Randy sudah kembali menghubunginya tapi masih tak nyambung.


Entah di mana keberadaannya saat ini. Apakah masih di seberang laut sana atau tidak. Tak ada yang tahu. Yang pasti tak mungkin di sini.


Tampaknya Rika akan berjuang sendiri tanpa ada sang suami yang mendampinginya. Dia akan melahirkan anak-anaknya tanpa Reyhan yang menyemangatinya.


Mau bagaimana lagi. Pria itu memang sedang tak ada. Dia sedang mencari nafkah di luar negeri sana.


"Klekkk!!suara pintu terbuka. Semua orang yang tadinya sedang terduduk cemas itu bergegas bangkit mengepung salah seorang perawat yang keluar.


"Bagaimana Sus? Apa operasi sudah selesai? Apa semuanya lancar?" Tanya Bu Rossa begitu antusiasnya.

__ADS_1


Matanya sembab karena dari tadi hanya menangis. Anak nya sedang berjuang antara hidup dan mati di dalam sana.


Tentu dia benar-benar seakan apa rasanya. Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi.


"Nyonya, kondisi putri anda semakin memburuk. Silahkan tanya dokter kelanjutannya,"pungkas perawat wanita itu berlalu dengan cepatnya.


Tak lama Galdin ikut keluar juga.


Berjalan dengan langkah besar dan cepatnya. Mungkin sedang darurat. Pakaian hijau operasinya saja masih menempel di tubuhnya.


"Rika!! Bagaimana???" Randy bertanya mencoba menghentikan langkah Galdin.


Namun tampak Dokter wanita itu terus berjalan dengan cepatnya. Untung masih sempat mengatakan hasilnya.


Tapi, dari perkataan singkatnya itulah yang kini membuat semua orang terdiam dengan air mata yang mengalir begitu saja di pipi.


Siapa yang tak menangis dengan jawaban itu. Terutama Bu Rossa, ibunda Rika itu. Dia menangis begitu histerisnya.


Bahkan menjatuhkan dirinya ke lantai. Tak sangka nasib putri semata wayangnya akan jadi seperti ini. Entah kesalahan apa yang telah di perbuatanya. Ingin melahirkan saja begitu sulitnya.


Sementara Randy, dia hanya bisa menatap Galdin yang kini sudah masuk lagi ke ruangan itu. Berjalan tergesa-gesa bersama beberapa Dokter kandungan lainnya. Bahkan sampai lima orang banyaknya.


Apakah kondisi Rika memang seburuk itu. Hingga Galdin sendiri saja tak bisa menanganinya.

__ADS_1


Oh tidak, Reyhan, bagaimana akan mengatakan ini nantinya. Dia pasti akan murka sebesar-besarnya. Itu sudah dipastikan.


Haih,,


Pasrah saja, batin Randy hanya bisa menundukkan kepalanya. Apalagi yang bisa dia lakukan. Tentu kejadian itu juga tak disangkanya.


"Istriku!!!!!!"Suara bariton menggema di setiap sudut rumah sakit. Bukan hanya Randy, tapi semua orang menyorot sesososk pemuda gagah, tinggi, nan perkasa itu.


Pakaiannya tampak basah kuyup. Mungkin karena guyuran hujan lebat di luar sana saat ini.


"Reyhan," Batin Randy masih melihatnya tak jelas. Karena memang masih begitu jauh di sudut lobby sana.


"Tidak mungkin, dia sedang di Eropa. Mana mungkin tiba-tiba di sini,"batin Randy lagi tak yakin dengan penglihatannya.


Mungkin dirinya terlalu takut dimarahi Reyhan nanti. Itu sebabnya manik matanya bahkan sampai salah mengenali orang.


Kini Randy berbalik. Membantu Bu Rossa yang masih berlutut di lantai. Hendak membawanya ke kursi tunggu untuk duduk agar lebih tenang lagi.


"Dimana istriku???"


Suara familiar itu membuat Randy membelalakkan matanya.


Kini berbalik, hendak melihat seseorang yang kini telah berdiri di belakangnya.

__ADS_1


............. happy reading.............


Like, vote, komen, and, foforitkan juga yah


__ADS_2