
Bi Maya masuk dan langsung menghampiri Rika, Bu Rossa dan Oma. Mereka tampak duduk di kursi sofa ruang tengah. Bercanda riang dengan nyala televisi yang menemani kesantaian mereka.
"Bu, ini pesanan anda." Kata wanita paruh baya itu meletakkan segelas es cendol dari tangannya.
"Oma, apa mau saya belikan juga?"
"Ah tidak, tak perlu."tolak nenek Reyhan itu dengan senyuman.
"Bagaimana dengan anda, Nyonya?"
Bu Rossa tampak menggeleng, dia juga tersenyum.
"Biar kami pesan sendiri saja."
Bi Maya pamit pergi. Membawa satu gelas es cendolnya lagi ke halaman belakang.
Di sana dia akan menikmatinya. Duduk santai dengan angin sepoi-sepoi yang menerpanya.
Sementara Rika, terlihat dia sudah mengaduk-aduk minumannya itu. Rasanya sudah tak tahan untuk segera meneguknya.
Pasti sangat segar. Melihat perpaduan antara santan dan gula merahnya saja sudah benar-benar wah. Apa lagi ditambah dengan potongan beberapa es batu, emmmm!! Pasti ampuh melegakan tenggorokan yang rasanya kekeringan ini.
"Sayang jangan minum es terlalu banyak yah, ingat kandunganmu," nasehat Oma melihat menantu cucunya begitu bersemangat.
"Iya Oma," angguk Rika paham akan maksud nenek dari suaminya itu.
"Rossa, bagaimana jika kita keluar lalu ikut membelinya?"Oma berkata setelah cukup lama memperhatikan Rika mengobok-obok minumannya.
Terlihat memang segar. Dan juga, pas akan cuaca yang memang sedang panas ini.
"Ah, yasudah. Baiklah."
__ADS_1
Bu Rossa dan Oma bangkit. Kini keduanya berjalan keluar dengan maksud ingin beli juga.
Mempercepat langkah, takut penjual es cendol itu keburu pergi. Jika sudah pergi pasti akan sulit menemukannya.
Mengingat penjual es itu memang sangat mahir meracik minumannya. Tentu dagangannya akan sangat laku keras di luaran sana.
Dua orang itu kini telah berdiri di depan pintu. Baru hendak memutar kenopnya.
Tiba-tiba suara hening di luar sana menarik perhatian mereka. Terutama Bu Rossa.
Bukankah di luar sana begitu banyak penjaga? tapi kenapa terdengar sepi sekali? Batinya .
Tanpa berlama-lama lagi. Wanita yang terlihat masih setengah tua itu memutar gagang pintu. Pintu terbuka. Mereka pun keluar.
Jeddaarrr!!!!
Pemandangan di luar rumah itu benar-benar mengejutkan mata. Semua penjaga tampak berbaring di tanah.
Keduanya mematung dan seakan membeku di tempat. Masih dengan syoknya menatapi semua orang yang terkapar itu.
"Kyaaaa!!!!!"suara Sambaran teriakan seseorang terdengar dari dalam. Sontak membuat Bu Rossa dan Oma terkejut batin. Keduanya berbalik dan saling bertatapan.
"Rika!"Ujar mereka bersaman.
Tanpa menunggu lagi, langsung berlari masuk untuk melihat apa yang terjadi. Kenapa Rika istri Reyhan itu memekik dengan sangat kerasnya. Pasti sesuatu yang buruk, batin keduanya.
Benar saja. Ketika mereka sudah tiba di ruang tengah itu. Mereka dapati Rika sudah terbaring di lantai.
Dari celah pahanya, aliran darah mengalir dengan begitu derasnya.
Bu Rossa dan Oma benar-benar terbujur kaku. Dengan paniknya langsung menghampiri Rika yang sedang sekarat itu.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?"
"Kita harus ke rumah saki!!"
"Cepat telepon dokter!!! Tidak, panggil Bi maya untuk meminta bantuan!"Teriak Oma dengan paniknya. Tubuhnya tak sanggup untuk ia berdirikan.
Bu Rossa bangkit dan dengan cepat berlarih ke dapur. Mencari keberadaan asisten rumah tangganya itu.
Tak lama, menemukannya dengan keadaan yang sama. tergeletak di lantai dengan mulut yang berbusa.
Entah bagaimana lagi cara untuk menggambar situasi yang ada. Intinya, Semua orang seperti keracunan.
Tapi tak tahu keracunan apa? Tidak jangan memikirkan itu dulu. Nyawa Rika dan kedua anaknya sedang berada di ujung tanduk. Itu sebabnya Bu Rossa terus bergegas mencari bantuan.
Ponsel, dengan gemetar Bu Rossa meraih ponselnya. Langsung mencari nama kontak asisten menantunya.
Randy, segera menekan nama kontak itu lalu menghubunginya.
"Pergi kamu!!!!!!!" Suara bariton Oma barusan itu membuat wanita paruh baya ini terkejut. Hingga tak sengaja menjatuhkan ponselnya entah kemana.
Benar-benar kacau.
Tanpa sibuk mencarinya dulu, Bu Rossa bergegas untuk melihat apa lagi yang terjadi di sumber suara sana.
Mungkin kondisi Rika anaknya yang semakin memburuk.
....... happy reading............
Segini dulu yah pembaca setiaku
Lagi kehabisan ide nih, gegera like, vote, komen, and foforitkan nya KURANG. Kalian tau kan satu jempolan saja sudah sangat berarti buat penulis pemula seperti author aku ini.
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen and foforitkan yah. jika tidak, yah pasti authornya kurang semangat buat UP nya.