Rahim Yang Tak Rusak

Rahim Yang Tak Rusak
Episode 55


__ADS_3

Siang telah berganti malam. Rika mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah. Aska ikut dengannya karena memang iya tidak membawa mobil. Selain itu, ada juga sesuatu yang hendak iya bicarakan kepada sahabat karibnya itu.


"Rik, Maaf ya, gara-gara aku rumah tanggamu jadi seperti ini."ungkap Aska merasa bersalah. Bagaimanapun, karenanya lah Rika sampai tahu perbuatan suaminya itu.


"Kenapa minta maaf, justru seharusnya aku berterima kasih padamu. Jika bukan karena mu, sifat busuk Suamiku itu tak mungkin kuketahui."


Aska tersenyum pilu mengetahui bahwa Rika tak menyalahkannya.


"Mas Dion itu sudah berubah, Dia sangat terobsesi ingin segera punya anak. Itu sebabnya dia selingkuh dan menikah lagi. Tanpa sepengetahuanku."tambah Rika menjabarkan hubungan pernikahannya.


Mungkin hal itu sudah diterima paksa batinnya, itu sebabnya ia tak menangis lagi setelah membicarakan.


Pandangannya hanya fokus menatap jalan raya yang masih padat akan pengendara lainnya.


Azka mengelus pundak wanita yang sedang menyetir itu. Iya turut prihatin terhadap masalah pernikahan yang menimpah Rika sahabatnya.


Memang sangatlah berat. Dia juga sudah menikah. Hugh, jangan sampai iya juga merasakan hal yang sama.


Diduakan memanglah tak enak rasanya. Menyakitkan pula. Apalagi jika perempuan itu cantik, kita pasti akan merasa sebagai penghalang nya saja.


Hanya hati yang terbuat dari beton baja yang mampu bertahan. Aska salut melihat ketabahan Rika.


Diduakan oleh suami tapi dia tetap bertahan. Entah apa yang terjadi jika orang lain yang mengalaminya. Ah, jangan sampailah.


****


Tak terasa deruman mobil pun berhenti. Aska turun dari mobil. Sedikit lambaian tangan menandakan perpisahan mereka. Setelahnya Rika kembali melajukan mobilnya.


Jam masih menunjukkan pukul tujuh. Itu masih terlalu awal baginya untuk pulang.


Lagian apa yang akan diperbuatnya di rumah? Toh, lagi dan lagi ia akan langsung masuk kamar dan memaksakan diri untuk terlelap.


Rika menghentikan mobil tepat di depan sebuah warung makan pinggiran jalan. Entah mengapa aroma wangi sate bakar seakan menggelitik hidungnya untuk berhenti dan menyicipinya.


Rika ingin sekali menyantapnya. Apalagi masih panas, ditambah dengan lontong sayur, perutnya pasti kenyang setelah memakannya.


Rika keluar dari mobil.


Terlihat panjang dan padatnya antrian orang yang hendak memesan juga. Wanita yang terlihat masih muda dan cantik itu juga segera bergabung.


Tak apa lah ya ikut mengantri. Dari pada nanti pesan online. Hugh, rasanya pasti akan berubah. Sudah dingin pula.


"Krusukk! Krusuk."


Rika mendengar suara gaduh dari depan. Ia penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Mencoba berjinjit dan melihat ke depan percuma saja. Ramainya orang menutupi pandangannya.

__ADS_1


Tiba-tiba, kerumunan yang ada dihadapannya itu membelah dan membentuk sebuah jalan ke arahnya.


Rika tentu saja bingung akan hal itu. Tambah lagi dengan datangnya sepuluh orang pelayan yang membawa nampan berisi berbagai makanan berjalan ke arahnya.


Rika hanya mengernyit. Ada apa ini? Apa dia menang kupon undian? Apa dia akan menjadi orang terkaya di dunia? Tebaknya dalam pikiran liarnya.


"Nyonya, meja anda sudah siap,"kata salah satu dari pelayan itu.


Rika terkejut. Meja, sejak kapan dia memesan meja. Dirinya saja baru bergabung untuk mengantri.


Dan lagi, makanan pinggiran seperti ini pakai meja juga. Ini kan hanya sebuah gerobak. Kirain beli kemudia langsung pergi.


"Ayo saya antar."


Rika hanya mengangguk pasrah dan mengikuti kemana para pelayan itu membawanya. Hah, lumayan juga diperlakukan seperti ini, batinnya. Ini termaksud keberuntungan kan?


Rika Samapi di salah satu meja yang dituju. Pandangan matanya tertuju pada seorang pria yang mungkin iya kenal.


Rika mendekat untuk memastikannya.


Heh, benar saja.


"Bagaimana, apa kau suka dengan kejutanku?"


Rika memutar bola mata malas. Huh, kirain menang undian. Ternyata ini semua rencana Reyhan. Huh, pria ini selalu saja.


Rika duduk dengan tak semangat.


Menang kupon undian batal sudah di dapatnya. Meskipun dia juga bukan Wanita kere, tetapi lumayan kan buat kehidupan di masa depan.


"Kenapa? Kurang romantis?" Tanya Reyhan yang melihat ketidak puasan wanitanya.


Rika menggelang sekali." Tidak ini lebih dari cukup, dari mana kau tahu aku di sini?"


"Kita terikat dengan cinta. Tentu saja aku tahu kemanapun kau melangkahkan." Cakap Reyhan dengan wajah datarnya tanpa ekspresi.


Prett!!


Entah sejak kapan pria ini punya mulut semanis itu. Wanita ngindam yang mendengarnya pasti akan muntah dibuatnya.


Menggombal tapi masih saja memasang tampang datar. Tidak bisakah dia tersenyum walau sedikit saja.


Oh itulah kekurangan dirinya. Orang lain akan gila jika mengetahui bahwa presedir galak dan angkuh ini sebenarnya memiliki mulut yang manis.


"Sajikan makanannya."

__ADS_1


Titah Reyhan.


Makanan pun tersaji. Mata Rika berbinar melihat semuanya. Makan itu terlihat sangat nikmat dan berselera. Eh, tapi tunggu dulu.


Rika mengerutkan alisnya.


Kemudian dia menatap ke arah pria di hadapannya.


"Ada apa?" Tanya Reyhan.


"Ini bukan makanan dari warung itu yah," selidik Rika.


Tentu saja, ini adalah makanan dari restauran bintang lima. Aku memesannya secara VIP."


"Ayo makan,"tambah Reyhan meminta Rika.


Rika menggeleng dan menolak.


"Tidak, aku tak mau memakan ini."


"Hahhh,"kejut Reyhan. Ini adalah makan terenak dari restauran terkenal itu dan wanita ini menolaknya.


"Aku tak suka, aku hanya ingin sate bakar dari warung pinggiran itu." Tunjuk Rika ke arah tempatnya mengantri tadi.


Reyhan terkejut tak percaya dengan apa yang diminta wanita itu di hadapannya. Masalahnya adalah, dia menolak makanan terenak ini hanya karena ingin sate bakar dari gerobak yang sedikit rongsok itu.


Entah enak atau tidak. Lalu kebersihannya entah bagaimana?


"Hahh, makanan itu! Apa kau yakin?"


Rika mengangguk,


"Yah, Jika kau tak bisa membelinya yasudah. Biar aku sendiri. Aku tak lupa jika kau ini adalah seorang CEO dari perusahaan Andorgroup yang angkuh itu. Makan makanan pinggiran, perutmu mungkin akan sakit."


Reyahan menggeleng dan dengan tegas bangkit dari duduknya.


"Bawa semua makanan ini. Berikan kepada mereka yang mengantri panjang itu."


"Setelahnya, borong semua sate yang ada." Perintah Reyhan yang langsung di dengar oleh orang-orang itu. Mereka bergerak cepat supaya tak kena dumelan.


Rika terkesima dibuatnya. Iya tak menyangka pria itu menuruti permintaannya. Seorang CEO besar sepertinya mau dan menemani seorang Rika duduk di pinggiran seperti ini.


Apa kata netizen kalau begini. Entah sudah berapa lama Rika tak berada di suasana seperti ini. Mungkin sudah hampir enam tahun lamanya. Yah benar saja.


Sewaktu masih berstatus pacaran dulu, Dion kerap kali mengajaknya duduk dan menghabiskan waktu di pinggi jalan seperti sekarang ini.

__ADS_1


Tetapi setelah menikah, sudah sangat jarang sekali bahkan bisa dikatan tak pernah.


............ happy reading.........


__ADS_2