Rahim Yang Tak Rusak

Rahim Yang Tak Rusak
Episode 84


__ADS_3

Waktu terus berlalu. Rika dan Reyhan tampak sibuk untuk acara pernikahan besar-besaran mereka.


Banyak yang harus diurus dan dipersiapkan dalam waktu kedepan ini. Mengatur undangan, wedding organizer, foto prewedding dan masih banyak lagi.


Mengingat yang akan menikah kali ini adalah seorang reyhan CEO perusahaan besar dan terkenal itu Andorgroup. Mempelai wanitanya juga seorang anak pengusaha sukses yaitu Rika Rosela yang akan menikah untuk kedua kalinya.


Media tentu akan kembali berbondong-bondong untuk meliput acara sakral itu.


Kalau Rika dan Reyhan sedang sibuk berbahagia, beda halnya dengan seorang istri yang sudah ditinggal beberapa hari oleh suaminya itu.


Reta, sudah hampir dua mingguan ini, Dion suaminya menghilang entah kemana. Pergi tanpa kabar. Ditelfon, di SMS gak di balas.


Entah kemana pria itu pergi sebenarnya. Reta juga sudah mencarinya kian kemari tapi hasilnya tak ada yang tahu. Sempat mengunjungi sang mertua yang kini mendekam di penjara.


Barang kali suaminya ada berkunjung ke situ. Tapi hasilnya tetap sama. Kata Bu Diana, Dion anaknya tak pernah memperlihatkan dirinya lagi di hadapan sang Mama.


Dia seakan tak peduli lagi dengan wanita yang telah melahirkannya itu.


Sungguh memprihatinkan.


Lebih ngenes lagi Bu Diana itu hanya memiliki satu anak. Jadi kalau satu-satunya itu hilang yah sudah, cadangannya pun tak ada lagi. Tinggallah dirinya merana seorang diri.


"Tinggg!!"Suara notifikasi artikel kembali berbunyi di ponsel Reta itu. Segera iya meraih dan mengeceknya.


Lagi-lagi artikel tentang mantan istri pertama suaminya itu. Rika semua media hampir meliput acaranya.


Apa Reyhan sekaya dan seberpengaruh itu sampai-sampai tak ada media yang mau ketinggalan. Hehhh, membuat hati iri saja.


Reta jadi kesal setelah membacanya.


Kini Rika hidup bahagia dan bergelimang harta sedangkan dirinya hidup sengsara dan serba kekurangan. Ternyata ini balasan atas semua perbuatannya.


Reta terdiam sejenak. Memikirkan tentang bagaimana jikalau dia mengajak bertemu Rika. Barang kali wanita itu tau di mana keberadaan Dion suaminya.


Lagipun, hanya Rika itulah yang belum iya tanyai. Mungkin dia bisa memberikan sedikit petunjuk tentangnya.


Tanpa berfikir panjang lagi. Reta kini mengutak-atik ponselnya, mencari nama kontak Rika yang entah dia punya atau tidak. Tak lama, iya berhasil menemukannya. Langsung mengajukan panggilan tanpa berfikir lagi.


"Tuuuutttt ...!!"


"Nomor yang anda tuju sedang sibuk cobalah beberapa saat lagi." Ini bahkan sudah panggilan yang kelima kalinya. Rika tak kunjung mengangkat panggilannya.


Entah sesibuk apa dia. Reta jadi tambah kesal karenanya.


Meskipun demikian, wanita itu tak kebisan akal. Segara dia mengoperasikan aplikasi Instagramnya. Aplikasi yang akan membuat orang ketinggalan zaman jika tak menginstalnya.


Reta kembali mensearc. Nama akun yang disingkat ig itu. Tak lama menemukan foto Rika. Tanpa menunggu lagi langsung mengirim DM. Mengirim sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Menunggu sebentar. Tak yang lama,


"Tingg!!" Tampak notif Instagram di layar.


Reta langsung membukanya. Melihat Rika telah membalas DM nya.


"Ada apa lagi sih?"tampak balasan dari Rika itu.


"Mba, kita harus ketemu, sekarang juga. Pokoknya aku tunggu di cafe butterfly.


Mba harus datang, anggap ini permintaan terakhir aku dari Mba." Ketik Reta lalu mengirim dan langsung mengoff kan aku Instagramnya.


Segera dia berganti pakaian, bersiap dan langsung ke cafe yang sudah dibilangnya tadi.


****


Di cafe. Tepatnya di meja nomor lima belas. Reta masih duduk menunggu. Segelas jus orange menemaninya. Tak memesan makan takut uangnya tak cukup untuk membayar.


Heheheh,


Tak lama kemudian, Rika pun datang. Ternyata dia benar memenuhi ajakan ketemuan dari mantan madunya itu.


Yah, anggap ini pertemuan terakhir kalinya. Setelah itu iya tak mau mengingat apapun lagi. Itu yang tertanam di benakknya saat ini.


"Ada apa?"Rika bertanya sebelum iya mendudukkan tubuhnya itu di kursi.


Perut Rika sudah kelihatan membesar. Tapi itu masih bisa ditutupi dengan dres yang lumayan besar juga.


"Duduk Mba,"cakap Reta mempersilahkan.


Rika duduk setelah itu memanggil pelayan untuk iya pesan sesuatu.


"Mba, mas dion menghilang! Mba tau gak dia di mana?"


Rika memutar mata malasnya.


Menghembuskan nafas dengan kasarnya.


"Jadi kamu ngajak ketemu buat nanyain keberadaan suami kamu, kalau begitu lebih baik aku pergi."


"Mba! Dengar dulu," Reta menghentikan Rika yang sudah hendak beranjak pergi itu. Menarik tangannya hingga kembali terduduk.


"Dengar Mba, kuharap Mba gak cinta lagi dengan mas dion. Aku ingin mas dion hanya milik aku seorang,"Reta berkata dengan penuh harapannya.


Hal itu membuat Rika geleng-geleng kepala tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Asal kamu tau yah, aku adalah wanita yang paling bodoh karena pernah mengenal bahkan mencintai pria bajingan itu. Aku menyesal Reta, aku menyesal! Dan kamu, orang akan mengatai kamu bodoh juga jika masih mengejar pria bajingan yang tak punya hati itu."

__ADS_1


"Mba, aku akan buat mas dion berubah. Aku akan membuat dia hanya mencintai aku seorang."


"Terserah padamu saja."Rika berkata tak peduli lagi. Terserah apa yang mau diperbuat mantan madu dan mantan suaminya itu. Iya tak ada urusan lagi. Mau jungkir balik kha mau salto saltoanlah, terserah.


"Oh yah, makanannya buat kamu aja. Aku sudah membayarnya."Rika Kembali berkata setelahnya bangkit dan hendak melangkah pergi.


Tiba-tiba,


"Hehhh kamu!!" Seorang wanita muncul dan langsung menunjuk-nunjuk istri Dion itu. Seakan melabrak karena suatu masalah.


Rika terhenti dari langkahnya. Sementara Reta, iya bangkit penuh keheranan. Seorang wanita tiba-tiba muncul dan memarahi dirinya di depan umum.


Entah apa yang sudah diperbuatnya.


"Kamu istrinya Dion kan?"wanita itu bertanya. Lagi-lagi menunjuk ke arah Reta dengan ganasnya.


"Iya, kamu siapa?"


"Gak penting siapa aku! Sekarang mana suami gak tau diri kamu itu!"


Reta semakin heran dibuatnya. Dirinya bahkan tak mengenal wanita itu.


"Kenapa sih, kenapa kamu cari suami saya?"


"Heh, asal kamu tahu," wanita itu sedikit mendorong bahu Reta.


"Suami kamu sudah enak-enak dua kali sama aku. Lah, sampai sekarang aku belum dibayar-bayarnya!"


Huppp!!


Jantung ini terasa berhenti berdetak seketika. Reta terbujur kaku setelah mengetahui alasan wanita itu datang dan marah-marah padanya.


Dia syok.


Wanita mana yang tak terkejut hebat ketika ada seorang wanita yang muncul minta bayarannya karena suami kita sendiri sudah mantap-mantapan denganya.


Entah kita akan berkata apa jika berada di posisi Reta saat ini.


Baru saja selesai berkata ingin membuat si pak suami jatuh cinta hanya padanya seorang, tiba-tiba semburan topan datang dan membuyarkan segalanya.


Entah apa tanggapan Reta saat ini. Yang pasti, Rika yang menonton pertunjukan itu hanya bisa tersenyum penuh cemohan.


Beruntung karena dirinya sudah menceraikan pria brengsek dan bajingan itu. Dasar pria sinting, batinnya lalu beranjak pergi.


..................... happy reading.....................


like, vote, komen, and foforitkan juga yah

__ADS_1


__ADS_2