
Di bawah pohon yang rindang, tepat di sebuah pinggir hutan. Dion duduk bersandar, merebahkan tubuh lelah lusuhnya. Dengan tatapan kosong penuh keputus asaan.
Iya duduk sendiri. Meratapi nasibnya yang malang. Teringat sewaktu beberapa orang pria bertubuh besar mengejarnya tadi. Seperti ingin menghabisinya.
Dia bahkan sampai berlari pontang-panting karenanya. Entah apa salahnya. Dia hanya ingin melihat Rika mantan istrinya menikah. Bersama pria yang paling di bencinya, Reyhan.
"Tak salah lagi, itu pasti para anak buah si keparat yang biadap itu."Dion berdecak kasar mengepalkan tangan setelah mengingat pria yang berhasil membuat istri mandulnya itu hamil.
Reyhan, kini pria itu sudah berhasil menjadikan Rika istrinya. Berhasil membuatnya hamil bayi kembar pula.
Sungguh kacau.
"Rika, andaikan itu anakkuh,"Dion berkata sembari memejamkan matanya. Di situ juga kenyataan pahit tentang dirinya yang mandul melintas.
Tersenyum dengan air mata yang mengalir, hanya itu yang dia buat saat ini. Sungguh menyakitkan. Dia terlihat sangat kacau. Seperti gelandangan yang depresi berat.
Ditambah lagi kini Sambaran petir yang bergelimpangan di langit. Santai Dion membuka pejaman matanya.
Dia tak panik melihat kuasa alam itu yang sebentar lagi akan menurunkan hujannya. Di tengah senja ini. Pria itu dengan santainya, bangun dari baringnya. Masih tersenyum dengan bangkit nya. Lalu kembali mencemoh dirinya sendiri.
"Pria bodoh." Kembali dia melangkah pergi. Berjalan dengan tatapan putus asanya.
Terus berjalan hingga tak terasa berdiri di tepi jurang.
__ADS_1
Menatap jenuh ke bawah sana. Batu tajam dan runcing. Mustahil selamat jika ia melompat ke dalam sana.
Mati, kata itu kini menguasai hati, fikiran, dan jiwa raga Seorang Dion. Dalam batinya, untuk apa dia hidup lagi. Semua yang dia punya telah pergi. Musnah, hilang dan tak akan pernah kembali.
Untuk itu, dia berkeinginan untuk pergi juga. Dengan begitu, dia tak perlu terluka lagi. Menahan sakit derita melihat Rika mantan istrinya bahagia bersama pria barunya. Bahagia pula dengan beberapa anak-anaknya.
Sementara dirinya, hidup menderita, tersiksa, dan sengsara karena kini tinggal sendiri.
Jika kita di posisinya apakah akan melakukan hal yang sama, terpuruk dan tak diinginkan oleh semua orang. Mengakhiri hidup apa itu jalan satu-satunya.
Coba fikirkan lagi. Seperti yang dilakukan Dion saat ini. Dia tampak termenung. Namun masih dengan kokohnya berdiri di bibir tebing itu.
Meregangkan kedua lengan tangannya juga. Mematung dan mulai mengingat masa-masa bagaimana dia sempat bersama Rika waktu itu.
Dion, bisa langsung membuat wanita itu jatuh hati padanya. Jatuh cinta pada pandangan pertama.
Caranya gampang saja, tinggal berpura-pura menjadi pria yang baik, peka, penyayang, dan sederhana.
Semuanya terbukti. Dion berhasil menikahi anak pengusaha kaya itu. Rika, bahkan mau menuju ke jenjang yang lebih serius lagi.
Mendapatkan restu yang begitu mudahnya juga. Sungguh perjalanan kisah cinta yang tak rumit. Sampai pada akhirnya, wanita itu tak kunjung memberinya keturunan.
Sudah menuduh rahimnya rusak padahal sebenarnya yang mandul adalah Dion, pria itu sendiri. Sungguh ironis. Rika minta pisah dan kini meninggalkan pria itu sendirian di pinggir tebing. Dion, dia memang bersalah. Itu sebabnya dia Juga merasa pantas berada di posisinya saat ini.
__ADS_1
Tapi, apakah benar Rika tak lagi mencintainya. Apakah sebesar itu kesalahan yang pernah dia perbuat.
Dion jadi memikirkan semua kenangan indah yang pernah dia lalui dengan wanita itu. Kini dia yakin bahwa Rika tak mungkin melupakan semuanya. Pasti ada yang tersisa.
Walau secuil saja. Pria itu meyakininya. Dia mungkin masih punya sedikit harapan. Kini dia tersadar. Kembali melihat kedalaman jurang sana.
Menelan Salivanya dengan keras. Mulai gelagapan, gugup dan gemetar. Kini Perlahan turun dan menjauh dari situ.
Berfikir tentang apa yang barusan diperbuatnya. Hampir saja bunuh diri. Untung dia tetiba mengingat Rika yang mungkin masih mendambakannya.
Entah itu benar atau tidak. Yang pasti keinginan untuk bunuh diri pria itu lenyap seketika. Ia yakin, jika dia pergi dari dunia ini, Rika akan meraung untuknya. Menangis pilu tiada hentinya. Itu pikirnya. Entah dari mana juga kepercayaan diri itu.
Intinya, Dion kembali untuk semangat hidup lagi. Berjalan keluar dari rerimbahan itu. Kini bertekat untuk kembali dan merebut cintanya.
Rika, dia akan membawa wanita itu kembali ke pelukannya. Walaupun itu harus merampasnya dari seorang Reyhan yang perkasa. Pria yang mungkin akan melenyapkan nya dari dunia.
Tapi tak apa. Semangat empat lima kini berkobar di dalam jiwa seorang Dion yang malang. Dia akan kembali. Untuk wanita yang bernama Rika, mantan istrinya itu.
........... happy reading............
maaf baru up sekarang. author nya habis lebaran, heheheh ....
mohon maaf lahir dan batin semua
__ADS_1