Rahim Yang Tak Rusak

Rahim Yang Tak Rusak
Episode 62


__ADS_3

Rika masuk ke dalam kamar. Dua tangannya masih memegangi perutnya yang nyeri.


Sakit dan terasa nyut-nyut. Untung saja masih bisa di tahannya. Tadinya iya hendak ke dokter tapi karena kondisi Dion yang tetiba seperti itu. Wanita ini jadi lupa. Hufff, mau pergi sekarang malam pun sudah tiba.


Malas sekali rasanya jika harus berkendara sekarang ini. Ditambah lalu lintas yang masih padat akan pengendara pastinya akan macet. Kliniknya akan tutup.


Rika merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Mencoba menutup Mata dan merangkak ke alam mimpi. Tapi itu tak bisa. Entah mengapa perkataan Dion tadi masih terngiang-ngiang di dalam fikirannya.


Tampaknya rumah tangga ini memang sudah berakhir. Tapi kenapa perkataan cerai tak keluar dari mulut salah satunya. Jika terus begini Itu hanya akan menambah luka yang semakin perih.


Rika juga, awalnya iya masih berfikir untuk bisa memperbaiki hubungan rumah tangganya. Tapi situasi semakin rumit seperti ini.


Wanita yang sedang termenung ini jadi memikirkan hal itu. Jalan keduanya sudah berbeda. Mungkin dengan berpisah semuanya akan selesai. Kebahagiaan selama sisa pernikahannya tak usah di harapkan.


Itu tak akan pernah terjadi. Karena Dion tak akan mau jika tak ada anak untuknya. Apa lah daya Rika yang memiliki cap sebagai wanita dengan rahim rusak.


Ah, sudahlah menyerah saja. Untuk apa bertahan. Mungkin inilah takdir cinta yang sudah diaturkan oleh sang pencipta.


"Termenung begitu, apa kau sedang memikirkanku?"sela Rayhan yang tiba-tiba sudah ada di samping wanita itu.


Rika terlonjak kaget. Entah sudah berapa lama Reyhan ikut berbaring di sampingnya. Seperti hantu saja. Muncul tanpa suara.


"Kau," kata Rika mengernyit lalu bangkit dari tidurnya.


Rehan tersenyum lembut. Iya duduk di samping wanita yang dicintainya.


"Ada apa? Aku benar kan?"


Rika memalingkan pandangannya. Pria di sebelahnya ini memang selalu narsis padanya. Ahh, itulah sifatnya.


"Bagaimana kondisi perutmu? Apa kata dokter?"tanya Reyhan mulai serius. Jika mengenai kesehatan Rika Iya tak boleh main-main.


Rika terdiam sejenak. Kembali Iya teringat sewaktu Dion mendorongnya tadi.


Sudahlah tak usah bicara. Yang ada Reyhan akan geram jika mendengarnya.


"Aku tidak jadi ke rumah sakit."


Reyhan mengerut dalam kemudian bertanya

__ADS_1


"kenapa?"


Rika tersenyum pelik. Gigi rata putihnya terlihat jelas.


"Lupa."


Satu ucapan Rika itu membuat Reyhan terdiam. Wanita itu ternyata lupa. Untuk kesehatan sendiri tak ingat. Oh, itu adalah alasan yang kurang baik untuk seorang Reyhan.


Rika menatap Reyhan yang tak lagi berkutik. Ekspresi datar terlihat di sana.


"Besok kau akan menemaniku ke rumah sakit. Bisakah?"Rika berkata dengan mata yang berbinar. Memasang tampan memelas. Itu untuk menghibur Reyhan yang mulai menampakkan ekspresi tak enak.


Pria itu mengangguk kemudian tersenyum.


"Aku mau mandi, lalu kita tidur." Cakapnya lalu bangkit melonggarkan dasi yang mengikat di leher. Perlahan melepas setelah jas yang membalut tubuh tinggi kekarnya.


Rika duduk tersenyum seraya menatap pria di hadapannya yang sebentar lagi akan tanpa busana. Tubuh pria itu memang sangat memukau.


Pinggangnya, bahunya, dada bidangnya, belum lagi otot perutnya, oh astaga dia memang pria kuat. Seluruh tubuhnya terlihat keras berotot. Perutnya saja seperti ada kotak yang tercetak di sana. Dia pasti pria yang memang benar kuat.


Rika kan sudah merasakannya. Iya tahu akan hal itu. Benar-benar penuh gairah.


"Ihh pikiran apa sih ini!"Rika meronta dengan sendirinya. Iya menggeleng kepalanya guna mengusir pikiran kotor yang mulai hinggap di otaknya. Menyebalkan. Kenapa jadi dia memperhatikan incih tubuh itu.


"Mau bergabung denganku?"bisik Reyhan dengan ******* hangat yang keluar dari mulutnya. Bibirnya tersenyum aneh namun penuh godaan.


Wekkk!!


Rika menjebloskan tubuhnya masuk ke dalam selimut. Wajahnya merah bat tomat masak. Iya menutup mata tak berani memikirkan lagi. Jari-jemarinya memegang kuat selimut itu agar si Reyhan tak dapat melihatnya.


Memalukan sekali. Entah sejak kapan dirinya punya pikiran mesum seperti itu.


"Tubuhmu akan hangat di dalam sana."tambah Reyhan menggoda. Senyum penuh kelezatan masih menghiasi bibir tipisnya. Rika jadi tak tahan dibuatnya.


"Ayolah, ini akan jadi malam panjang kita."


"Dasar mesum!! Mandi sana,"


Sunyi sekejap.

__ADS_1


"Biurrrr!! Biiuuurrr!! Biiuuurrr!!" Suara siraman air terdengar membasahi.


Rika diam sejenak untuk mengamati. Yah, si Reyhan sudah di kamar mandi.


Wanita itu keluar dari kurungan selimutnya. Bernafas lega.


Rika beranjak dari tempat tidur. Duduk di depan meja rias. Menatap lekat bentuk wajahnya sendiri. Iya kembali termenung.


Teringat lagi hubungan rumah tangganya yang sudah tak karuan. Bercerai, adalah kata yang sangat berat untuk diucapkan. Rasanya seperti petaka yang membutakan jiwa. Sungguh sulit rasanya.


Namun apa lah daya, keinginan Dion untuk mendapatkan anak benar-benar tak bisa Rika penuhi. Sampai sekarang perutnya belum bisa menampung janin kecil di dalamnya.


Dion akan menikah dan menikah lagi sampai iya mendapatkan si kecil buah hati itu.


Cinta yang selama ini berdiri dengan kokoh ambruk sudah. Semuanya karena pernikahan dion yang kedua ini. Ternyata pria itu sungguh bersikeras untuk mendapatkan anak.


Dia berselingkuh dan menikahi selingkuhannya. Keputusan itu mau tak mau harus diterima Rika.


Oh astaga, rasanya ingin gila jika mengingat kejadiannya. Penghinaan-penghinaan itu masih terekam dengan sangat jelasnya. Perlakuan tak mengenakkan sang mertua, kebohongan mas Dion dan masih banyak lagi.


HaI itulah yang membuat seorang Rika berani menggerakkan hati dan raganya. Cinta yang selama ini iya jaga terkoyak sudah.


Secara tak sengaja Dion sendiri lah yang telah menunjukkan jalan untuknya berselingkuh. Tak pernah di sentuh, ahhh!! Tak usah dijabarkan, hatinya akan menangis jika mengingatnya. Dia sudah cukup bersabar.


Mungkin inilah akhir dari kisah cintanya dengan pemuda yang berhasil mengisi hatinya pada pandangan pertama itu.


Jujur saja, nama dion masih tersimpan rapi di dalam hati wanita ini. Tapi itu hanya akan menimbulkan luka jika segera iya tak menghapusnya. Pernikahan ini sudah kandas. Saatnya untuk mengakhirinya.


Rika sudah memutuskanya. Bercerai adalah jalan satu-satunya. Mungkin Dion memanglah jodoh sesaatnya. Entah bagaimana dengan Reyhan. Dia pria kaya yang angkuh.


Sangat tergila- gila padanya. Melakukan hal mencengangkan hanya untuk bertemu dengan sang pujaan hati.


Harusnya dia serius akan ucapannya itu. Iya hendak memperistri Rika setelah lepas dari genggaman Dion.


Meskipun nantinya Rika akan berstatus sebagai janda. Masih jadi istri orang saja sudah iya pepet apa lagi jika sudah menjanda. Tak mungkin kendor.


Rika jadi menyorot pria yang baru keluar dari kamar mandi itu. Reyhan, selembar handuk putih melilit di pinggangnya. Rambutnya berantakan dan basah. Itu malah tambah menambah ketampanannya.


"Pria ini!" Rika bergumam dalam hati.

__ADS_1


.................. semoga bahagia.........................


...Bantu like, vote, komen, dan faforitkan juga yh.....


__ADS_2