Rahim Yang Tak Rusak

Rahim Yang Tak Rusak
Episode 105


__ADS_3

Manik mata Bu Rossa terbelalak lebar ketika mendapati mantan menantunya itu sedang berdiri di hadapannya.


Entah dari mana mahluk ini muncul. Masih berharap bahwa bukan dia dalang dari semua masalah besar ini. Tapi tidak.


Pria itu berpenampilan seperti penjual es cendol tadi. Tak salah lagi. Pasti dia penyebab semua ini.


"Hey mantan mertuaku yang baik,"Dion masih sempat-sempatnya menyapa. Tidakkah dia sadar atas apa yang telah diperbuatnya. Dia bahkan tersenyum dengan melambaikan tangannya. Pasti gila.


Bu Rossa tampak geram. Berusaha tak menghiraukannya meskipun rasanya ingin sekali mencabik-cabik pria di hadapan itu.


Tapi nanti dulu. Dia harus mengutamakan kondisi Rika anaknya saat ini.


Tampak putrinya masih terduduk lemes dengan aliran darah dari ************. Dia bahkan sudah terlihat pucat saat ini.


"Mah,"Rika berkata dengan suara lemahnya.


Bu Rossa menghampiri anaknya. Duduk dan membelainya. Mencoba membuatnya merasa tenang meskipun sakitnya memang tak tertahankan.


"Sayang, tenanglah. Mama akan bawa kamu ke rumah sakit,"


Bu Rossa berusaha membopong Anaknya yang pendarahan itu namun masih tak mampu.


Oma, wanita tua itu juga sudah membantu tapi masih tak bisa. Rika terus mengeras. mungkin menahan rasa sakitnya.


"Sayang, Mama gendong yah,"


"Percuma saja, Mantan mertuaku sayang."sela Dion ditengah kesengsaraan itu.


"Kau tak akan sanggup. Hanya aku yang mampu mengatasi ini. Karena aku jugalah yang membuatnya begini hahahah ....!!!"


"Rika sayang, kau terlalu banyak mengonsumsi es cendol buatan tangan dajjalku ini," imbuh Dion menatap kedua tangannya sendiri lalu tertawa lagi.

__ADS_1


Bu Rossa tak tahan lagi. Bangkit dan mencoba melayangkan tamparannya. Namun dengan kuat pria tak berhati manusia itu malah menangkisnya.


Menepis hingga malah hampir membuat Bu Rossa sendiri hampir tersungkur.


"Apa yang kau lakukan!!"


"Lihat putrimu dia sedang kesakitan!! Harusnya kau memohon padaku agar aku membawanya ke rumah sakit!!"murka Dion. Kini terlihat bagaikan iblis yang merajalela.


"Pergi kau!!!"usir Bu Rossa setelahnya kembali berlutut hendak membantu putrinya bangkit.


Dia tahu tak akan punya kekuatan untuk melawan pria gila di hadapannya. Pasti juga akan buang-buang waktu. Bisa saja nyawa Rika anaknya tak tertolong karena tak segera ditangani.


"Sayang ayo kita akan ke rumah sakit! Kita akan menyelamatkan bayi-bayi mu,"Bu Rossa kembali berlutut hendak membatu Rika bangkit.


Dion menyeringai. Melipat kedua tangannya seraya berjalan memutari ketiga perempuan lemah itu. Tersenyum penuh kemenangan.


Saat-saat inilah yang ditunggu-tunggunya. Suasana dan keadaan ini. Dimana Rika mantan istrinya terbaring lemah tak berdaya.


"Hahahaha ....!!"Dion tertawa dengan puasanya.


Salah siapa tak menuruti permintaannya. Andai saja Rika menurut dari awal, maka peristiwa na'as ini tak perlu terjadi.


Dion menginginkan anak-anak Rika. Ingin pula Rika kembali rujuk dengannya. Tapi satupun tak ada yang dilakukan wanita itu. Sekarang inilah balasannya.


Jika tak dapat memilikinya maka lebih baik musnah saja, prinsip seoarang Dion baru setelah itu menyusun rencana jahatnya saat ini.


"Rika!" Dion berkata setelahnya berbalik melihat ketiga perempuan sekarat itu.


"Aku beri kamu pilihan lagi,"


"Serahkan anak-anakmu dan kau akan selamat,"

__ADS_1


Perkataan tak manusiawi dan penuh penekanan itu membuat Rika tersentak. Membuka ringisan matanya yang sedari tadi tertutup karena menahan sakit.


Dengan susah payah berusaha bangkit tapi tak bisa. Sakit ketika hendak melahirkan secara paksa memanglah tak tertahankan.


Apalagi memang belum waktunya mengeluarkan bayi kembar itu.


"Aku tidak akan pernah melakukannya, " Rika berusaha mengeluarkan perkataannya. Menatap marah penuh kebencian kepada satu-satunya pria yang telah membuatnya sekarat seperti ini.


"Kau memang keras kepala, apa kau pikir suami keparatmu itu akan datang menyelamatkanmu dan dua baby mu itu? Kau terlalu bodoh jika benar memikirkannya!!"suara bariton Dion meninggi.


Tak habis fikir, Rika benar-benar tak mau bantuannya. Apa susahnya dia hanya perlu membayar itu dengan kedua anak-anaknya.


Apa seorang ibu memang akan susah melakukan itu?


"Meskipun aku mati, kau juga tetap tak akan bisa menyentuh anak-anakku." Rika berkata dengan tatapan dingin dan mencekamnya.


Dia akan tetap mempertahankan kedua bayinya walaupun nyawa taruhannya.


Dion tersenyum mencebik. Rasanya tak percaya mendengar perkataan mantan istrinya. Dia sudah sekarat, tapi masih sesombong itu.


"Baiklah, aku akan menyiruh malaikat maut untuk melenyapkanmu,"


"Bisakah?" Suara itu tiba-tiba terdengar. Dion tersentak. Sadar akan adanya suara pria lain yang menjawab perkataannya.


Merasa ada seseorang yang berdiri di belakangnya, Dion berbalik.


Tapi sebelum itu,


"Bugggghhhhh!!"pukulan keinsyafan dilayangkan Randy tepat mengenai wajah Dion yang angkuh itu.


..............Happy reading.............

__ADS_1


Like, vote, komen, and, foforitkan juga yah


__ADS_2