
Waktu terus bergulir. Rika telah diperbolehkan kembali ke rumah. Bersama kedua putra putrinya yang juga telah dinyatakan sehat.
Sungguh bahagia rasanya. Tentu senyum di kedua bibir itu tak akan pudar lagi. Semua masalah telah teratasi.
Bahkan si pembuat masalahnya juga. Reyhan telah berhasil mengusirnya dari muka bumi ini.
Yah kalian tahu, hanya dia yang bisa melakukannya.
Melakukan hal yang tak mungkin jadi mungkin. Melakukan hal yang tak nyata jadi nyata. Sesuatu yang tak ada jadi ada. Dan masih banyak lagi. Itu semua demi cintanya. Cinta Rika dan Reyhan.
Pasangan berbahagia itu tengah duduk di tepi tempat tidur. Menatap kedua baby-nya yang telah terlelap di hadapannya.
Sungguh dua wajah polos itu membuat siapa saya terenyuh. Rasanya seperti, seperti apa gitu.
Ahh, gimana sih kalo liat anak sendiri lagi bobo anteng. Pasti ah entahlah pasti apa. Author sendiri jadi bingung ngungkapinnya gimana. Intinya sangat sayang.
Hanya ingin memberi tempat yang aman dan nyaman untuknya berlindung. Memberinya pelukan nyaman dan sayang.
Jika tadi siang sempat marah karena kenakalannya, pasti saat ini juga akan menyesal. Yah itu terkhusus untuk para ibu. Tatap anak-anak kalian ketika mereka terlelap.
Saat itulah kalian akan merasakan gelenyar-gelenyar air mata yang hendak menetes.
Sudahlah, tak usah melakukannya. Entar nangis betulan hehheheeh ....
"Sayang, mereka sudah tidur. Ayo tidur juga,"ujar Reyhan meregangkan otot-ototnya.
__ADS_1
Dia terlihat begitu ngantuk. Bagaimana tidak, ini kan jam dua belas. Hampir tengah malam. Ah, mungkin sudah tengah malam.
Tadinya Reyhan sudah tidur, tetapi kebangun ketika mendengar suara rewel dari dua anaknya.
Dia yang berkarakter sebagai suami penyayang dan selalu siap siaga tentu tak akan membiarkan Rika istrinya mengurus bayi-bayi itu sendiri. Dia langsung turun tangan membantu.
Reyhan menggendong salah satu baby nya sementara Rika akan memberi ASI kepada satunya lagi. Begitu seterusnya sampai dua baby kembar itu tertidur. Seperti sekarang ini.
"Mereka bagaimana?" Rika berkata dengan melirik sekilas dua Baby-nya Nada bicaranya terdengar bertanya.
"Gampang," ujar Reyhan menjentikkan jari dan langsung bangkit dari duduknya.
Dengan pelan kini menjulurkan kedua lengannya. Hendak mengangkat baby- nya dan memindahkannya ke ranjang kecil yang bisa di ayun-ayunkan itu.
Tapi sebelum itu terjadi,
"Ngeaaa!!!!"
"Ngeaaa!!!!"
"Ngeaaa!!!"
"Ngeaaa!!!!"
Alhasil, dua orang tua baru ini hanya bisa menepuk jidat masing-masing.
__ADS_1
"Kan sudah dibilang juga apa,"timpal Rika
"Sayang, sumpah sedari tadi kau tak bilang apa-apa,"batin Reyhan hanya bisa menggeleng kepalanya.
"Sudah cepat! Gendong lagi aja,"tambah Rika mencecar.
Dua baby- nya kembali terbangun. Yah mau bagaimana lagi. Mereka hanya bisa berjaga di sepanjang malam. Menemani putra putrinya begadang malam ini.
Jika tidak, apa lagi. Itukan resiko ketika sudah menjadi orang tua. Memang berat tapi tenang saja, lama kelamaan pasti terbiasa kok. Gak percaya, tanya aja sama yang udah berpengalaman.
Pasti jawabannya sama.
Begitulah kisah seterusnya Reyhan dan Rika. Keduanya hidup bahagia dengan beberapa tambahan anak-anak lagi.
Kata Reyhan, mau buat anak seberapapun tak masalah. Asal sudah ada jaminannya.
Yah tinggal ngurusinnya aja. Membutuhkan tenaga serta kesabaran. Yah, mungkin ada tambahan lagi.
............................TAMAT..............................
Author mengucapakan terimah kasih banyak kepada kalian semua yang sudah menyempatkan mampir ke novel ini,
Semoga kalian sehat dan bahagia selalu....
By.........
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke novel lain author ini yah,