Rahim Yang Tak Rusak

Rahim Yang Tak Rusak
Episode 70


__ADS_3

Dion berjalan menyusuri alun-alun kota. Iya baru pulang dari kantor polisi. Dirinya tak menemukan tumpangan karena memang sudah larut malam.


Berjalan kaki lama kelamaan membuatnya letih juga. Teringat tadi siang. Mobilnya baru saja iya jual. Rencananya uang itu akan iya pakai untuk menebus ibu dan Istrinya yang saat ini berada di balik jeruji besi.


Sayangnya, iya hanya mampu menebus Reta yang hukumannya sedikit lebih renda dari pada sang ibu. Itupun Reta baru boleh pulang di keesokan harinya.


Biar bisa merasakan sensasi tidur di penjara kata sipir penjaga itu. Itu juga akan membuatnya sadar agar tidak melakukan kejahatan lagi.


Saat ini, Dion berada di masa tersulitnya. Sangat putus asa. Iya tak punya pekerjaan, Ibunya di penjara, istrinya minta cerai.


Huh,,,


sungguh keluhan hidup yang sangat berat.


Mungkin miras itu bisa membuatnya tenang untuk saat ini. Dion mempercepat langkahnya ke arah penjual minuman keliling itu yang hendak pergi.


"Pak, berikan aku sebotol minuman."


"Dua ratus ribu Mas."kata penjual miras itu sembari menjulurkan dagangannya.


"Hah! dua ratus ribu." Kejut Dion karena merasa itu kemahalan.


"Loh Mas, itu memang harga normalnya. Dari sana seratus lima puluh, terus saya jual dua ratus. Saya cuman untung Lima puluh ribu Mas. Itung-itung buat beli scingcer istri di rumah."


Dion menggeleng pelan seraya menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya dengan kasar.


Sudahlah pasrah saja, iya memang butuh minuman yang katanya bisa menenangkan pikiran itu. Miras, ini pertama kali Dion menyentuh minuman terlarang itu.


Dion mulai menengguk demi tengguk. Sedikit berantakan karena tak sengaja tumpah dan mengenai bajunya.


Sudahlah,,,


Tak apa. Dion kembali melanjutkan perjalanan pulangnya. Ditemani sebotol minuman dan taburan bintang di langit malam.


Jika pria ini sedang berada di ambang kesengsaraan, beda halnya dengan Rika. Wanita yang sebentar lagi akan bergelar janda itu. Kini menikmati malam indah di balkon kamarnya.


Menyandarkan tubuh di besi pembatas. Manik matanya menatap luas bintang-bintang yang bertabur di langit. Sungguh suasana yg sangat damai.


Tambah lagi pria tampan nan gagah juga ikut menemaninya. Malam panjang ini akan berjalan dengan sangat lancarnya.


"Apa dia sudah menandatanganinya?"sela Reyhan di tengah suasana tenang itu. Akhirnya pertanyaan itu keluar juga setelah cukup lama tertampung di mulut.


Sudah dari tadi iya hendak mengatakannya. Tapi melihat ketenangan Rika membuat Reyhan mengurungkan niatnya.


Iya tak mau dengan menyebut nama pria itu malah merusak mood wanitanya.


Rika terdiam sejenak. Tampak iya mengingat kejadian tadi sore. Dengan berat hati iya pun berkata.


"Dia merobek suratnya."

__ADS_1


Reyhan sedikit menaikkan alisnya. Iya sudah menduga itu sebelumnya. Dion pria keras kepala itu.


Entah apa lagi yang diinginkannya. Rika sudah tak bahagia hidup dengannya. Lalu untuk apa mempertahankan hubungan yang sudah koyak parah ini.


Heh, tampaknya dia sendiri yang harus turun tangan untuk menghadapi situasi ini.


"Biar aku yang mengurusnya."


Rika mengangguk kemudian kembali berkata,


"Besok aku akan ke rumah ayahku. Aku akan memberitahukan masalah ini padanya."kata Rika Kembali memandang lingkungan rumahnya yang tampak sepi.


Itu alasan kenapa iya berani duduk dan bertengger di balkon kamar. Terang-terangan pula bersama seorang pria.


Huf, apa yang perlu di takutkan. Iya hanya sendiri menghuni rumah besar itu.


"Kau juga harus mengakui hubungan kita, kan."


"Yah," jawab rika tanpa berfikir sedetik pun.


"Ayo istirahat."Reyhan merangkul pinggang ramping Rika masuk ke dalam kamar.


Terkena angin malam cukup lama juga tak baik.


"Besok kita ke rumah sakit."


Di halaman rumah, Dion melihat semuanya. Rika, istrinya, bersama pria lain. Tidak. Ini mungkin karena iya sudah hilang kesadaran. Pengaruh alkohol yang diminumnya ternyata sangatlah kuat.


Melihat istri pertamanya selingkuh tak mungkin. Rika mana mungkin melakukan hal itu. Mengingat cintanya pada pandangan pertama dulu.


Ahahhaha .... Yah, tentu itu mustahil.


Dion langsung masuk ke dalam rumah. Tak mandi tak cuci kaki, iya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Langsung tidur, dan terlelap.


****


Keesokan harinya, Rika telah bersama Reyhan di dalam sebuah mobil. Melaju dengan cepat. Entah sedang menuju ke mana. Reyhan tak memberitahu.


Tadinya iya fikir akan menuju rumah sakit. Nyata ini malah berlawanan arah. Di belakang tampak sebuah mobil yang mengikuti.


Itu adalah mobil Randy bersama beberapa orang yang bertubuh besar dan kekar.


Rika sedikit penasaran. Untuk apa Randy asisten Reyhan itu membawa orang yang segitu banyak. Untuk berjaga-jaga kha? Dari apa?


"Rey, kenapa mereka mengikuti kita?"


Reyhan menyengir. "Nanti kamu juga akan tau."


Reyhan membuat Rika jadi penasaran. Iya enggan memberitahu Rika tentang sebuah rencana yang telah iya buat dengan Randy.

__ADS_1


Citttt!!!


Mobil berhenti tepat di bawah bangunan terbengkalai. Rika tentu saja heran dengan itu. Sementara Reyhan, iya malah memasang wajah angkuh dan dinginnya.


Reyhan mengurungkan kaca jendela mobilnya. Randy muncul di baliknya.


"Bos, disini cocok."


"Turunkan mereka."Titahnya.


Tak lama kemudian beberapa orang turun dari mobil dengan membawa sepasang pria dan wanita.


"Lepaskan aku!! Lepas!!"


"Kalian menangkap orang salah, lepaskan!!" Rika terkejut setelah mendengarkan suara memberontak itu.


"Mas dion!" Batinya dengan alis mengerut.


"Hey lepaskan istriku! Lepaskan dia!!"


"Mas!! Tolong!! Mass!! Tolong!!"


Rika tambah terkejut lagi setelah mendengar suara madunya yaitu Reta ikut berteriak minta di lepaskan. Ada apa sebenarnya ini. Kenapa dua orang itu ada di sini? Tak tahan lagi.


Rika keluar dari mobil. Jika bertanya maka Reyhan malah akan membuatnya mati penasaran.


"Mas Dion!" Kejut Rika melihat pria yang masih berstatus sebagai suaminya dipegang dan ditahan orang-orang Reyhan. Ada beberapa lebam di wajahnya.


"Mas!! Tolong Mas!!"reta juga muncul dengan pria besar yang mengunci tangannya ke belakang.


"Rika! ternyata ini rencana kamu!" Hardik Dion memincing tajam ke arah istri pertamanya.


"Mba, kamu ternyata wanita yang jahat! Kamu menyuruh pria selingkuhannmu untuk menculik dan menyiksa kami!" Tambah Reta berteriak.


Rika tampak bingung. Iya menculik? Tidak, dirinya bahkan tak tahu dengan masalah apa yang sebenarnya terjadi.


"Ternyata kau sama munafiknya denganku. Aku berselingkuh, lalu kau? Kau sebut apa dirimu yang suci itu!! Hahhh!!"


"Tak heran selama ini tuan Reyhan selalu tak suka padaku. Memukuli hingga membuatku bangkrut. Ternyata kau berselingkuh dengan salah satu orangnya! Katakan Rika!!! pria bodoh mana di antara mereka, Katakan!!!" Dion melihat ke semua pria yang ada samping kiri dan kanannya. Pria bodoh ini mengira bahwa Rika telah menjalin hubungan dengan salah satu bodyguard Reyhan.


Reyhan keluar dari dalam mobil. Kini berdiri di samping Rika. Merangkul dan memeluk pinggang ramping itu. Melepas kacamata hitam yang sedari tadi berdendeng di batang hidungnya. Lagi-lagi penuh keangkuhan.


"Pria bodohnya adalah, aku."


.......... happy reading...................


hanya ini yah kk, penulis lagi suntuk ni, novelnya kekurangan like, vote, komen, dan juga faforit nya


kan jadi sedih.

__ADS_1


__ADS_2