Rahim Yang Tak Rusak

Rahim Yang Tak Rusak
Episode 38


__ADS_3

Pagi harinya. Reta, Bu Diana dan Dion tampak bersiap untuk sarapan bersama. Kini hanya Rika yang belum hadir. Bi Maya sudah memanggilnya namun tampak iya belum muncul juga.


"Aduh!! Kenapa kita gak langsung sarapan saja sih,? Kalau dia gak mau makan yasudah."ceccar Bu Diana karena sudah keroncongan.


"Iya, Mas. Aku juga sudah lapar, ayolah kita makan." Tambah Reta.


Dion hanya mengangguk mengiyakan permintaan kedua perempuan di hadapannya itu. Perutnya sendiri juga sudah kelaparan.


"Wahh, seorang tamu makan tanpa menunggu kehadiran tuan rumah. Bukankah itu kurang sopan?" Cela Rika yang baru saja tiba.


Iya kemudian duduk seraya menyantap teh hangat yang telah di sajikan Bi Maya.


"Rik, Kamu itu apa-apa sih? Sudah dong jangan mulai pertengkaran." Henti Dion.


"Loh, kenapa? Aku tuh cuman ngingetin tamu kamu, yang entah kapan pulang,?"


"Mba kamu nyindir aku!"duga Reta menghentikan makannya.


Rika tersenyum penuh cemohan, kedua matanya enggan memandang Siapa pun."Bagi yang merasa saja."


Dengan kesal, Reta meletakkan alat makanya kemudian melipat tangan menjulang di atas perut. Nafsu makanya hilang seketika.


"Cukup yah Rika, kamu itu keterlaluan, Reta itu istrinya Dion. Kamu gak punya hak buat ngusir dia."bela Bu Diana kepada menantu kesayangannya.


"Sayang, ayo makan lagi."


Melihatnya, Rika memutar mata malasnya. Apapun itu, ibu mertuanya itu tidak pernah tidak ikut campur. Satu masalah pun Bu Diana akan selalu ada. Ini rumah Rika. Dion dan ibu mertuanya Bu Diana hanya numpang, lalu Reta? Masa iya juga ikut numpang atas nama Dion. Ini sungguh keterlaluan.


"Bi tolong buatkan Reta Juzz mangga." Pinta ibu mertua Rika.


Mendengar perintah itu, segera pelayan setengah tua Bi Maya bergegas kembali ke dapur.


"Bi, tunggu. Bawakan air putih saja." Cakap Rika mengehentikan langkah pelayan rumah itu.


"Loh, kenapa? Reta itu maunya Juzz."


"Maaf yah Mah, Mas Dion itu sudah bangkrut. Jadi, kalian harus hemat. Emangnya dimana lagi kita akan mendapatkan uang?"


Reta menggertakkan gigi penuh kegeraman. Iya bahkan tak mampu berkata lagi melihat perlakuan istri pertama suaminya itu.

__ADS_1


"Baik Bu." Kata Bi Maya mengangguk.


"Mas! aku kenyang." Pungkas Reta lalu meninggalkan ruang makan.


"Rik, kamu itu kenapa sih? Selalu aja cari masalah. Dia itu istriku. Dia juga punya hak di rumah ini."Bela Dion kepada istri keduanya.


Rika tertawa geleng kepala mendengar lontaran perkataan itu. Apa Dion tak salah? Rumah ini jelas-jelas milik Rika. Lalu, ada apa dengan ketiga orang ini.? Sepertinya rasa malu sedikitpun tak ada di antara mereka.


"Mas, kamu tau. Setiap kita bertengkar, itu masalahnya dari kamu. Kamu itu harusnya sadar dong! Aku itu udah kebanyakan diam.


Lalu mereka, semuanya bersikap seenaknya. Termaksud kamu,"protes Rika dari semua hal yang terjadi. Tampak rasa emosinya mulai meluap.


"Kenapa kamu malah bawa-bawa pernikahanku dengan Reta? Aku tuh cinta sama dia, dia juga cinta sama aku, tambah lagi dia bisa ngasih aku anak. Lalu kamu?"


"Cukup yah Mas!! Lama-kelamaan aku tuh capek ngadepin kamu. Kamu itu sudah keterlalu!! Melebihi batas!!"bentak Rika tak tahan.


Iya kini juga meninggalkan ruang makan dengan air mata yang terjatuh di pipinya.


Lagi dan lagi pertengkaran terjadi antara sepasang suami istri itu. Jika begini, yang ada hanya rasa sakit hati yang terus tumbuh. Air mata yang menjadi saksi.


Kebersamaan tak pernah ada lagi di antara keduanya. Kenangan indah dulu kini tinggal kenangan. Tampaknya, hubungan rumah tangga Rika dan Dion sudah menuju ke ambang kehancuran. Kebahagiaan yang dimimpi-mimpikan Rika selama ini mustahil akan ada. semuanya bermula dari Dion menikah lagi dengan wanita lain.


Siang harinya, suara bel pintu rumah Rika sedari tadi ditekan seseorang. Reta yang kebetulan mendengarnya datang dan membukanya.


"Cari siapa?" Tanyanya pada seorang kurir yang berdiri tepat di hadapannya.


"Seseorang mengirimkan ini untuk Bu Rika."kata pria pengantar paket itu.


Reta terdiam sebentar. Pikirnya, apakah iya harus naik ke atas untuk memberi tahu istri pertama suaminya itu atau tidak. mereka kan sedang berberang dingin. Hufff merepotkan sekali. Tapi Rika ada sih, dia kan tak pergi ke butiknya.


"Sini biar saya yang terima, nanti saya yang kasi."


Bingkisan yang terlihat mewah itu pun di ambil oleh Reta. Iya kini masuk lalu meletakkan benda itu di atas meja ruang keluarga.


Baru saja iya hendak pergi, Pandangan matanya tiba-tiba tertuju pada nama toko bingkisan itu berasal.


"Hahhh Mutiara shyirun?"


Mutiara shyirun adalah nama sebuah butik kalang atas yang hanya di datangi oleh mereka yang punya segalanya. Bagi kaum bawah atau rendahan, lewat di depan butik itu saja sudah menjadi keberuntungan yang tak terbilang harganya. Sungguh hidup yang susah.

__ADS_1


Setelah membaca nama butiq itu, tentu saja jiwa ke kepoan Reta menggelora. Wah beruntung sekali Rika karena mendapat hadiah semahal itu. Hemmm kira-kira apa sih isinya?


Baru saja iya hendak membuka isi bingkisan itu Rika datang dan merampasnya.


"Seorang tamu seharusnya tidak membuka barang orang lain. Apalagi itu milik tuan rumah."cakap Rika mencibir.


"Iya iya, aku tahu. Kau tak perlu menasehatiku seperti itu." Pungkas Reta lalu pergi dengan kekesalannya.


Dengan cepat Rika kini kembali ke kamarnya. Iya menarik nafas lega ketika selesai mengunci pintu. Hufff!! hampir saja Reta melihatnya. Reyhan keterlalu sekali, beraninya iya mengirim sesuatu ke rumah Rika Bagaimana jika ada seseorang yang melihatnya? Hufff!! Untung saja.


Rika meletakkan tentengan itu di atas meja. Segera iya mengabil ponselnya lalu melakukan panggilan.


"Aku sudah menerima kirimanmu."kata Rika tanpa berbasa-basi.


"Yasudah, bukalah. Kau harus segera bersiap." Kata orang itu yang ternyata adalah Reyhan.


"Kita mau ke mana."


"Kau akan menjadi pasanganku untuk datang ke acara lelang malam ini. Tuttt!! Tuttt!! Tuttt!!"panggilan pun terputus.


Reyhan langsung mematikan sambungan teleponnya. Sementara Rika belum selesai dengan perkataannya.


Tanpa menunggu lagi, Rika pun membuka bingkisan itu.


"Wahhhh!!!!" Matanya dikejutkan oleh gaun indah limited edition dari Eropa. Gaun itu adalah gaun asli yang dibuat oleh desainer sukses dan terkenal di sana.


Dia adalah Venander shynima. Dia bukan hanya pembuat gaun tetapi juga pembuat perhiasan. Semua orang akan sangat beruntung jika memakai karyanya.


Rika kini telah bersiap. Beberapa polesan natural sudah menghiasi wajah. Tak lupa pula iya kenapa sendal hinghels kesayangan. Gaun indah dan wanita cantik tentu sangat serasi bukan?


Beberapa saat kemudian Rika kini berjalan keluar menuruni tangga yang menjulang ke lantai kamarnya. Penampilannya sekarang ini layaknya seorang putri yang siap bertemu sang pangerannya.


Sementara Dion, iya terlihat sedang duduk di kursi ruang tengah. Matanya terbelalak lebar melihat bidadari cantik yang lewat di hadapannya.


"Hahhhh!! Apa itu Rika?"ujarnya tak percaya. Iya bahkan tak yakin bahwa iya memiliki seorang istri yang sangat cantik jelita.


"Apa ini benar-benar istriku?"


............... semoga bahagia.....

__ADS_1


like and vote komen juga yah


__ADS_2