
Reyahan mengambil ponsel dari dalam saku celananya. Segera iya melakukan panggilan. Randy itulah yang tertulis di sana.
"Bawa beberapa alat berat ke distrik C Sekarang juga." Pintanya setelah panggilan tersambung.
"Baik, bos"
Panggilan pun berakhir. Rika bingung dengan permintaan prianya itu barusan. Iya hendak bertanya tetapi Reyhan hanya menjawabnya dengan senyuman.
"Hey pria sombong. Kau tidak perlu menakutiku seperti itu. Alat berat? Alat berat apa yang kau maksud? Hahahaha kau mengancam ku? Kau tak tahu yah, restoranku ini berada di bawah naungan perusahaan Andorgroup. Ceo-nya bernama Tuan Reyhan Ardiwiningrat.
Pria kejam dan tak berhati. Dia akan melenyapkanmu jika kau berani mengusik restoranku." Terang pria paruh baya.
Reyahan tersenyum miring mendengarnya. Sementara Rika, iya hanya bisa menepuk jidat tak percaya dengan apa yang didengarnya. Huff!! Tampaknya orang ini memang tak sadar dengan siapa yang ada hadapannya itu. Reyhan juga, hahahah ....!! Tampaknya wajahnya memang tak dikenali orang jika memakai pakaian sesantai ini.
"Dretttt!!" Panggilan masuk, segera Reyhan mengangkatnya.
"Bos, beberapa alat berat sudah tiba."ujar Randy kepada atasannya.
Reyahan tersenyum puas mendengarnya. Iya mematika telepon itu lalu berkata dengan angkuhnya
"Kerugian, ayo kita lihat seberapa besar kerugian yang bisa kuperbuat."
"Hey!! apa maksudmu? Kau tak bisa menakutiku dengan hanya berkata seperti itu."
Reyhan tak menghiraukan perkataan itu. Segera iya meraih tangan wanitanya lalu menggandengnya keluar.
Sementara Rika, iya hanya ikut melangkah dengan rencana yang tak iya mengerti sama sekali.
"Hahhaha dia mencoba menakutiku, hahahahh ....!!" Tawa pria paruh baya itu menjegelegar di mana-mana.
"Hahahah ...!! Benar sekali bos, saya sudah sering menemui orang semacamnya." Tambah si pelayan dengan tawanya.
Tiba-tiba
"Brangggg!!"
"Ahhhhhhhhh!!!!" Teriak semua orang setelah mendengar sesuatu yang roboh. Semuanya berlari porak poranda mencari jalan keluar.
"Ahh!! Tolong!! Tempat ini mau digusur!!"
"Cepat!! cari pintu keluarnya!"
__ADS_1
"Heyy sendalku ketinggalan!!"
"Lupakan sendalnya! Kita akan mati terkubur di sini!"
Situasi tak terkendali sekarang. Semua orang masing-masing berlari untuk menyelamatkan diri. Pria yang menjadi manager menghentikan tawanya setelah mendengar kegaduhan di mana-mana itu. Iya juga segera berlari ke arah luar untuk melihat apa yang terjadi.
Sementara di luar, sebuah alat berat berupa bomak, eksavator dan masih banyak lagi, sudah menggusur sebagian gedung restoran. Pria paruh baya itu tercengang setelah melihat beberapa alat berat menghancurkan bangunan.
Ada apa ini? apakah Perkataan pria tadi itu benar adanya. Apakah dia memang seseorang yang berpengaruh? Tidak bangunannya akan rata dalam sekejap mata.
"Hey!! hentikan ini!! Apa yang kalian lakukan?? Hentikan!!" Teriak manager menghentikan aksi alat-alat berat itu.
Satupun dari mereka tak ada yang menghiraukan. Ini semua perintah dari Randy asisten Reyhan. Jika mereka tak bekerja maka pasti akan ikut dalam masalah juga.
Randy keluar dengan kaca mata hitam yang menutup matanya. Tubuhnya juga dibaluti setelah jas hitam yang menambah keangkuhannya. Iya berjalan dengan penuh gaya ke arah pria setengah tua yang sedang menangisi hancurnya bangunan miliknya dalam sekejap mata.
"Tuan, tuan Randy. Kau datang untuk menolongku, Seseorang telah merusak restoranku. Bantu aku habisi dia, dia telah melenyapkan restoran ku." Rintihnya sembari memohon.
Randy menarik salah satu sudut bibirnya. Iya juga menepis tangan pria itu yang menyentuh kakinya.
Memang tak ada ampun bagi seseorang yang telah menyinggung atasannya.
"Tuan, kau sendiri yang telah menjemput nasib burukmu. Jika saja kau tak menyinggung tuan Reyhan, maka kau tak harus kehilangan mata pencarianmu."
Lalu?
Pikiran pria setengah tua itu memuncak pada sepasang pria dan wanita yang baru saja iya permalukan.
Orang itu memang sempat menelpon pada seseorang dan memintanya datang dengan beberapa alat penghancur.
Mungkinkah?
"Yah benar, dia tuan Reyhan yang baru saja pergi dari restauran megahmu ini."celetup Randy membenarkan pikiran pria tak berdaya di hadapannya itu.
"Haahhhhh!"kejutnya.
Randy kembali tersenyum miring dengan menarik salah satu sudut bibirnya.
"Kau sudah terlambat. Sekarang, selamat atas kerugian besar mu."
Ajudan serta tangan kanan Reyhan itu pun undur diri karena sudah berhasil menyelesaikan perintah.
__ADS_1
Sementara pria paruh baya yang menjabat sebagai manajer itu hanya berdiri dengan wajah yang masih tercengangnya. Dia masih tak percaya dengan apa yang barusan dilakukannya. Selesai sudah. Inilah akibatnya jika terlalu menganggap remeh seseorang.
Menjadi pelajaran bagi kita juga kan teman.
****
Rika kini telah berada di kamarnya. Beberapa tentengan barang belanjaan iya taruh di atas meja.
Hufff iya terlihat lelah sekali. Tapi hepi juga. Berbelanja dan menghabiskan uang memang selalu menjadi hal yang menyenangkan.
Rika menguap dengan puasnya. Iya juga merentangkan kedua otot tangannya.
Iya ingin tidur, tetapi tak mungkin rebahan di kasur empuk itu sebelum mengguyur tubuhnya di bawah shower. Rika meraih selembar handuk putih. Kakinya langsung saja melangkah masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.
"Krekkk!!"bunyi jendela kamar yang dibuka.
Dari baliknya, seorang pria tinggi, tampan, dan gagah muncul. Reyhan, lagi dan lagi iya mempertaruhkan nyawanya demi menemani sang kekasih.
Rika memang wanita yang sudah bersuami. Tetapi bisa dibilang bahwa iya seperti seorang janda. Suaminya Dion itu bahkan tak pernah masuk dan menemaninya.
Dion seperti tak tertarik lagi dengan Rika semenjak iya punyai istri lagi.
Entah dia merasakan itu atau tidak. Yang pasti, Rika menghitung setiap malamnya yang iya lalui tanpa kehadiran sang suami.
Reyhan mengerutkan kening setelah melihat tak ada siapa-siapa di dalam ruang kamar itu.
"Byuuurrrrrrrr!!"Suara aliran air mandi terdengar jelas dari dalam kamar kecil itu. Reyhan menyorotnya. Bibirnya kini tersenyum. Pikiran nakal pun berkelana di dalam otaknya.
Kebetulan sekali, batinyya.
Reyhan memegang kenop pintu kemudian perlahan membukanya. Manik matanya melihat ke dalam. Benar saja, di dalam ada Rika yang sedang menikmati semburan air hangat yang keluar dari shower.
Senyum nakal kembali menghiasi wajah seorang Reyhan. Dia pria normal. Tentu saja naga peliharaannya yang memiliki dua butir telur bergejolak. Sosok Rika berada di bawah rintik air tanpa sehelai busana yang menutupi dirinya. Kulit putihnya tampak halus, kenyal, dan basah. Rambutnya juga tampak lebih hitam setelah terkena begitu banyak tetesan air.
Punggungnya, oh astagaa. Pemandangan itu sangat menggairahkan. Bukan Reyhan namanya kalau melewatkan keindahan tubuh Rika itu.
Reyhan ikut bergabung. Selembar kain pun juga tak lagi menutupi tubuhnya. Iya memasuki kawasan rintik air dan memeluk sesosok wanita di sana. Rika, Rika tentu saja terkejut setelah seseorang memeluknya dari belakang. Iya panik dan langsung menoleh.
Reyhan segera menyambutnya dengan penyatuan bibir yang penuh kenikmatan.
"Eggffff!!"
__ADS_1
happy reading........
like, vote and komen juga