
Jari-jemarinya mulai menyusuri wajah cantik itu yang terlihat ditutupi beberapa rambut kecil.
"Kita baru saja bertemu."Lirih Rika mulai merasakan semburan udara hangat yang keluar dari Indra pernafasan pria yang berada di atasnya.
Organ dalam yang bekerja dak dik Duk itu juga berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Aku selalu merindukanmu. Aku tak bisah jauh darimu, Rika."ungkap Reyhan dengan penuh ketulusan.
Tampaknya, pria lajang ini benar-benar sudah terpikat oleh wanita yang masih berstatus Istri orang itu. Entah dari mananya yang membuat Reyhan tak bisa lepas dari sosok Rika. Keduanya kini sudah terikat dalam cinta terlarang.
****
Malam sudah larut, Rika masih terjaga. Sementara Reyhan iya malah dengan pulasnya tertidur di kasur empuk samping Rika itu. Oh astaga, tampaknya iya datang ke sini karena merasa ngantuk.
Buktinya, setelah mengungkapkan isi hatinya, iya malah tertidur pulas tanpa rasa takut sedikitpun.
Yang jadi masalahnya adalah, bagaimana jika da yang datang. Dion, bagaimana jika iya melihat pemandangan mengejutkan ini. Seorang bos besar yang telah membuatnya bangkrut sedang tidur bersama istrinya sekarang.
Yakinlah, dunia akan gentar dibuatnya. Jika begini, maka Rika sama saja dengan Dion. Sama-sama selingkuh di belakang. Rika jadi tak enak hati dibuatnya.
Rika menatap lekat wajah tampan Reyhan. Kedua mata itu tertutup rapat. Mungkin sedang bermimpi. Rika masih tak menyangka, ternyata pria yang iya dapatkan adalah pria yang memiliki segalanya. Kekuatan, koneksi, jabatan, dan apapun itu. Semuanya ada pada sosok pria di hadapannya itu.
Dengan luka perih yang telah diberikan Dion terhadapnya, tanpa Rika sadari iya juga telah bermain api di belakang. Semuanya terjadi begitu saja. Rika teramat sakit, itulah sebabnya mengapa iya Sampai berbuat hal seperti ini.
Cinta, Reyhan iya.
Tapi entah dengan Rika? Iya sama sekali belum merasakan benih-benih itu. Yang ada hanya jantungnya yang berdetak lebih kencang jika sedang bersama sosok pria itu.
****
Sinar mentari pagi telah tiba. Rika mulai tersadar. Iya meregangkan otot-ototnya seraya menguap dengan puasnya. Iya ingat sesuatu. Bola matanya kini menatap ke tempat tidur sebelahnya. Manik matanya membulat.
Reyahan sudah tak ada di sana. Kemana dia? Rika segera bangun dan memeriksa semua penjuru ruangan. Reyhan tak ada bahkan di kamar mandi pun tak ada.
Rika menarik nafas lega. " Pasti dia sudah pergi." Batinya. Kini Rika mengambil rutinitas paginya. Mandi, bersiap, lalu turun ke lantai bawah. Mudah-mudahan hari ini lebih baik dari pada hari sebelumnya.
__ADS_1
Hari ini perempuan pekerja keras itu akan ke butik pakaiannya. Banyak rancangan gaun baru yang harus iya selesaikan. Untuk itu, iya harus mengisi tenaga agar bisa bekerja dengan baik di sana.
"Pagi sayang." Sapa Dion yang baru datang bersama istri mudanya. Reta ikut menyapa.
"Pagi mba."
Rika memutar mata malas. Seseorang yang selalu membuat hatinya tak mood kini sudah tiba. Tak butuh berapa detik ini mertunya juga tiba.
"Bi! tolong bawakan juzz ku." Pinta Rika dengan suara yang sedikit tanggi. Bi Maya yang mendengarnya segera bergegas.
"Hehh, sarapan kok gak manggil-manggil."cemoh Bu Diana. Kedua sungutnya sedikit manyun ke depan.
Rika tak mengidahkannya. Dengan lahap iya kembali menyuap sarapannya.
"Oh yah, bagaimana soal rencana Baby mond kalian?" Tanya Bu Diana sembari meraih beberapa lauk ke piringnya.
"Rencananya sih, besok Mah."jawab Reta. Yang juga mengambil nasi putih ke piring lebarnya.
Bu Diana tersenyum miring seraya menatap sinis penuh ejekan.
Rika hanya diam dengan telinga yang mencuri dengar.
"Hahahah ...! Mama bisa aja. Pasti dong Mah, Reta kan subur."
Rika tak tahan.
"Cukup!! yah, kalian. Jangan fikir aku akan terus diam dengan ejekan kalian itu." Sambar Rika. Kedua matanya memicing tajam ke arah ibu mertua serta madunya itu.
Jika membahas soal anak. Rika tak akan tinggal diam. Kenapa sih? Semua orang berfikir jika Rika mandul. Nyatanya itu enggak. Rika subur, itu yang dikatakan dokter. Dokter mana mungkin salah dengan beberapa tes yang telah diulanginya.
Ini karena nasibnya saja yang kurang beruntung.
"Ih, kok kamu sewot sih? Emang mama ada sebut nama kamu, enggak kan."sangga wanita paruh baya itu. Iya tak akan pernah berhenti untuk mencari perkara dengan menantu pertamanya.
Rika semakin geram. Emang sih ibu mertuanya itu tak menyebut namanya. Tapi dari nada bicaranya seratus persen menunjukkan bahwa dia sedang menyinggung dirinya. Rika sadar betul bahwa iya memang belum bisa memberikan anak selama pernikahannya ini terjadi.
__ADS_1
"Cukup!!" Henti Dion melerai pertengkaran mertua dan menantu itu.
Matanya kini menatap Rika sebagai istri pertamanya.
" Rik, diamlah. Tidak usah membahasnya."
Rika hanya menggeleng kepala seraya tersenyum dengan pahitnya. Manik matanya menatap tak percaya kepada pria yang menjabat sebagai suaminya itu.
"Sudah, yah sudah."pungkas Rika lalu meninggalkan ruang makan. Air mata tentu saja berlinangmengiringi kepergiannya.
Begitu teganya Dion berlaku seperti itu terhadapnya. Sedikit kata belaan saja tak pernah terdengar dari mulutnya.
Jika ada pertengkaran pasti dia yang disuru berhenti tanpa melihat apa sebenarnya yang menjadi penyebab pertengkaran itu di mulai.
Apa kha tak ada lagi rasa cinta Dion untuk Rika. Rika si gadis bodoh ini teramat mencintai Dion sampai-sampai tak bisa melepaskannya. Dion sudah banyak mengiris hatinya tapi tetap saja sikeras kepala ini tak meninggalkannya.
****
Rika sedang duduk termenung memikirkan hubungan pernikahannya yang sudah tak sehat lagi. Entah bagaimana akhirnya nanti. Sidak dan lelakuam suaminya Dion benar-benar sudah membuatnya muak. Terlebih lagi ibu mertuanya yang memang dari dulu tak pernah suka padanya.
Oh Tuhan ...!! Tak pernah terbayangkan akhir dari cintanya yang akan jadi seperti ini. Keyakinan akan bahagai setelah pernikahannya dulu, itu mustahil adanya. Dion telah menikah lagi dan Rika kini telah menjalin hubungan secara terlarang. Hubungan percintaan ini sudah tak sehat namanya.
Akankah semuanya berubah menjadi baik-baik saja? Atau bisakah Rika dan Dion kembali bersama sebagai pasangan yang bahagia.
Tanpa kehadiran seseorang anak itu pasti tak akan terjadi. Dion ngebet banget ingin punya anak. Itu sebenarnya iya mencari dan menikaj lagi dengan wanita lain.
"Plakk!!" Suara tamparan keras mengejutkan Rika dari lamunannya. Terdengar pula suara kebisinga dari luar. Ada apa ini? Tanpa menunggu lagi, segera iya mengecek ke luar.
"Dasar perempuan kotor!! Atas dasar apa kau menghentikanku. Ini butik menantuku. Aku punya hak atas semua gaun-gaun ini." Hardik Bu Diana dengan makian di kalimatnya.
"Ada apa ini?" Rika muncul dan menengahi keributan itu.
Tampak Lia menagis dengan memegangi pipi kanannya yang terlihat memerah.
Rika mengerutkan kening melihat ibu mertua beserta madu suaminya ada di sini. Jika kedua orang itu ada maka kegaduhan pasti juga ada.
__ADS_1
............... happy reading..........
like vote and komen