
Budayakan Like Sebelum Baca🍻
Tekan tombol Like, Vote, Rating bintang 5, dan kritik kalian di komentar.
Jangan di komen pedas nanti author kepedesan hehe
****
Malam kini kian berganti. Sang surya mulai menampakan jati dirinya, seperti biasa para Abdi negara itu akan berolahraga pagi.
Sama halnya Rama. Pria itu tampak seksi dengan kaos putih, dan celana training hitam. Para Tentara itu mulai berlari-lari santai
"Sebenarnya siapa pria-pria itu? Kenapa mereka berada di kawasan ini, salah satu dari mereka gue kaya pernah ngelihat"
Puk
Lamun, Rama buyar karna tepukan di bahunya. Rama menghentikan larinya menatap pria di sampingnya
"Kenapa, Red?" Rednan masih diam mengatur napasnya
"Lo, pake handset ya? Gue teriakin dari tadi gak denger" Rama, yang mendengar mengkerutkan keningnya
"Enggak, gue gak pake handset"
Rednan yang mendengar hanya bisa menghembuskan napas kasar, "Ngalamunin apa lo?"
Rama, tidak menjawab dan melanjutkan lari santainya, begitupula Rednan mereka berlari santai dengan beriringan
"Woy, gue tanya kenapa gak di jawab?" tanya Rednan kembali
"Gue gak ngalamunin apa-apa, gue mau mandi Assalamulaikum"
Rednan hanya bisa mendengus kesal dengan sikap, Rama. Sedangkan Rama dirinya sudah berada di kamar mandi, untuk lekas membersihkan diri
Tidak, butuh waktu lama dia sudah selesai dan rapi dengan seragam lengkapnya. Di depan kamar mandi terdapat cermin, Rama pun menyisir rambutnya. Dari cermin dia melihat seorang gadis menatapnya dengan senyuman
Rama, membalikan badannya menatap gadis muda di hadapannya. "Pagi, Mas rama!"
"Pagi, Nana" balas Rama dengan senyum tipis
"Emmm, Mas boleh tidak kalo, Nana ikut di T4. Soalnya kalo di K1 kan emang kelebihan satu"
Rama, terdiam tampak berpikir. "Itu sebenarnya keputusan, Komandan Satria. Beliau yang sudah menentukan Tim nya, Jika mau di pindah Tim pun saya harus meminta persetujuan pula dengan teman saya satu Tim, melihat kamu dan Sinta saya rasa dia tidak akan menyetujuhi"
"Oh, begitu Mas" Nana hanya bisa tersenyum kecut. Dalam hati tak henti-hentinya gadis itu menyumpah serapah, Sinta !
"Saya duluan, hari ini ada pembagian obat. Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam, Mas"
__ADS_1
Rama, pun meninggalkan Sinta. Pergi ke tempat yang cukup luas, di tempat itu banyak para Tentara yang dan tim medis yang mengantre untuk mengisi perut masing-masing
Pandangan, Rama jatuh kepada gadis yang sedang duduk dengan, Komandannya. Rama, tersenyum tipis melihat Sinta, gadis itu tampak cantik pagi ini. Make up tipis, serta rambut yang di cepok ke atas, memperlihatkan leher jenjangnya
Setelah, mengisi perut. Para abdi negara itu melihat jadwal untuk pagi ini, setelah membaca jadwal mereka bersiap untuk tugas masing-masing. Sinta, sudah berada di mobil jeepnya
"Selamat pagi, Sinta!" lamun, Sinta buyar karna suara pria jangkung di sampingnya
"Paansih!" Rednan mencibikan bibirnya mendapat balasan ketus dari, Sinta
"Itu muka kenapa di tekuk? Habis uang jajan lo" Rednan langsung duduk di kursi kemudi menunggu kedatangan, Rama dan Meyga
"Gue kesel tahu gak!"
"Iya lo kesel kenapa, cerita dong sama abang lo ini" jengkel Rednan
Sinta, pun memperlihatkan handphonenya. Tampak postingan instagram dari Clara, foto saat pernikahannya dengan Bima
"Kenapa lo masih mikirin, Bima?"
Sinta tidak menjawab dan malah memasang wajah jutek, "Gue kesel tahu gak?! coba aja mereka mengatakan apa alasan sejelasnya, mungkin gue gak akan membenci mereka!"
Mata, Sinta sudah berkaca-kaca dan hal itu membuat Rednan panik. "Eh, sin. Jangan nangis nanti kalo ada yang lihat di kira gue lagi yang bikin lo nangis"
Sinta, pun mengusap air matanya yang sudah menetes, "Huh strong Sinta!"
Rama, melirik Sinta. "Tumben nih anak gak ngeluarin suara? Biasanya ngelihat gue udah nyerocos" batin Rama sembari melirik Sinta
"Gak usah ngelirik, gue tahu lo memperhatikan gue!" Rama pun langsung memalingkan wajahnya
"Sial!"
****
"Terimakasih, Bu dokter. Berkat bu dokter kami bisa menerima obat-obat ini" Sinta tersenyum mendengar ucapan Terimakasih dari wanita yang kemarin dirinya periksa
"Sama-sama, Semoga bayinya sehat ya"
Setelah membagikan obat-obatan, Sinta dan Tim nya beristirahat di mobil jeep. Nampaknya, Sinta masih merenung memikirkan sebuah postingan instagram tadi
"Nih makan!" Sinta menoleh kesumber suara. Tampak, Rama memberikan kotak kardus
"Apa ini?"
Rama, yang masih mendengar pertanyaan Sinta hanya bisa menghembuskan napas kasar. "Ini M-A-K-A-N"
Sinta tertawa melihat wajah kesal, Rama. "Gue tahu ini makanan, tapi buat apa?"
"Buat di tonton, ya buat di makanlah!! Gue jitak juga nih kepala lo!" Sinta terkekeh mendengar Rama yang sangat kesal
__ADS_1
Sinta, pun menerima kotak makan yang diberikan Rama, "Makasih"
Sinta, pun mulai menyuapkan makanannya. Terdapat, telur dadar, sayur kobis, tomat, dan sambal. Makanan sederhana yang di sengaja dibuatkan oleh pembantu militer
"Tumben lo baik banget" Rama merasa kesal karna Sinta menatapnya curiga
"Ini perintahnya, Satria kalo dia gak maksa gue juga gak mau!"
Sinta tersenyum sinis melirik, Rama. "Gak usah senyum-senyum lo gue emang bicara fakta!"
"Apaan sih sensi banget deh, lo lagi PMS?" Rama hanya bisa memutar bola mata jengah, dan itu membuat Sinta tertawa
Bahkan, Sinta melupakan kesedihannya. "Kaki lo gimana?"
Seketika, Sinta menghentikan tawanya. Lalu, berdehem. "Udah sembuh kok cuma keseleo biasa"
Rama, hanya mengangguk. "Perhatian juga dia!" batin Sinta
"Itu pasti karna gue yang mijitin, gue emang hebat banget ya. Harusnya gue di kasih penghargaan"
"Gue tarik kata-kata gue yang muji dia!!!" batin Sinta berteriak
Sedangkan, Rama masih berceloteh dengan kepercayaan dirinya. "Gue emang baik ya, gue mau loh gendongin lo sejauh itu. Tapi lo jangan bawa perasaan, gue cuma tak tega sama lo. Ati-ati gue ganteng ntar lo suka"
Seketika wajah Sinta memerah, karna geram Sinta menarik rambut Rama. "Enak aja, siapa juga yang bakal suka sama lo. Dasar, Tentara narsis!!!"
"Aduh-aduh lepasin, Sin" Sinta pun melepaskan jambakannya, Rama terkekeh mendapat tatapan membunuh Sinta
"Cie cie kalian kok kaya bahagia banget!" celetuk Rednan yang baru datang dengan Meyga
Rama dan Sinta yang mendengar hanya memutar bola mata malas, "Apa lo tadi bilang bahagia? Duh, Rednan kaya nya mata lo harus di periksa, gue bahagia sama dia? yang ada kesengsaraan" Rednan tertawa mendengar celoteh Sinta
Sedangkan, Rama sangat kesal. "Gue juga sengsara kalo sama lo!" balas Rama tak mau kalah
"Dih, gue lebih sengsara!"
Rednan dan Meyga yang melihat perdebatan itu hanya menggeleng-gelengkan kepala. "Udah kita balik aja sekarang, udah siang banget ini" ujar Meyga langsung menaiki mobil
Rednan, pun mengambil alih kemudi. mobil jeep T4 mulai melaju meninggalkan perdesaan. Sinta, hanya menatap sekeliling. Tempat, ini masih sangat asri, terdapat beberapa sawah warga, dan kebun-kebun buah. Namun, sayang hutan-hutannya beberapa gundul, dan tanahnya pun tandus
Penjaga hutan yang bertugas bahkan tidak bisa berbuat apa-apa. Hewan-hewan liar yang memang tinggal dihutan harus kehilangan rumah, Alhasil tidak kaget jika tiba-tiba ada hewan liar masuk permukiman warga. Kemungkinan mereka lapar, hutan adalah sumber makanan hewan dan mereka merusaknya. Padahal hutan adalah oksigen bumi, bagaimana bumi ini bernapas jika hutan banyak yang di siksa!
Bahkan sekarang bumi ini di penuhi polusi, asap-asap kendaraan, dan yang paling menyebalkan adalah asap rokok!
Sinta membenci itu, dia tidak menyukai pria perokok. Meskipun, Sinta pernah meminum alkohol
"Kasian hewan-hewan liar disini, mereka harus kehilangan tempat tinggal" gumam Sinta tanpa sadar
TBC🍻
__ADS_1