
Budayakan Like Sebelum Baca🍻
Ikuti terus adegan Action dan Romantis di kisah Rama & Sinta
****
Pagi ini beberapa, Tentara sedang free tidak ada tugas. Begitupula, Rama dan Rednan. Karna wekeend, Rama memanfaatkan waktu untuk mengajak, Sinta ke suatu tempat.
Sinta setuju-setuju saja, asalkan Rita pun ikut serta. Saat ini, mobil yang di kendarai Rama melesat menuju ke tempat yang masih di rahasiakan.
Di mobil itu ada Rama, Sinta, Rednan, dan Rita. Mereka semua hanya diam, larut dalam pikiran masing-masing. Kadang-kadang, Sinta dan Rednan yang sering memecah keheningan.
"Bro, Lo cari jalan gak ada bisa santuy dikit apa? dari tadi kita naik turun terus," Entah sudah keberapa, Rednan melayangkan protes yang tidak di gubris Rama.
Setelah 2.5 jam lamanya perjalanan. Ternyata, Rama membawa Sinta dan yang lain ke salah satu wisata yang paling terkenal di Papua. Siapa yang tidak tahu kepulauaan Raja Ampat?
Sinta menganga tak percaya, ini adalah yang pertama kali bagi, Sinta. Sinta tumbuh di luar negeri, membuatnya jarang berlibur di wisata Indonesia.
"Oh my god, ini bagus banget!!" gumam Sinta dengan decakan kagumnya.
Rama pun mengajak, Sinta, Rednan, dan Rita. Menuju ke salah satu kapal. Rama lalu menyewa kapal tersebut.
"Pak, kita ke Pulau Misool dulu ya!" titah Rama
"Siap, Kak"
Rama pun mengajak, Sinta untuk menikmati keindahan laut, sama halnya Rednan dan Rita. Angin sepoi-sepoi menggoyangkan rambut-rambut, Sinta.
"Makasih ya" hanya itu yang bisa Sinta ucapkan, untuk mewakili kebahagiaannya.
Rama tersenyum, dengan lembut Rama mengusap kepala, Sinta. "Sama-sama"
Sinta hanya tersenyum dan kembali menikmati pemandangan alam. Lautan yang luas, dan beberapa Pulau terlihat, Indonesia memang memiliki beribu surga dunia.
"Wah, Enggak sia-sia kita wekeend nih," ujar Rednan sembari menatap, Rama.
Rama hanya tersenyum tipis mendengarnya. Membutuhkan waktu 4 jam mereka baru sampai di Pulau Misool. Air yang tenang, dan berwarna biru tua menyambut kedatangan kapal tersebut.
Kapal lalu di tepikan, Sinta menganga takjub dengan keindahan pulau tersebut. Apalagi bentuk hati di pulau tersebut, menambah kesan romantis.
"Astaga, Rama ini cantik sekali" Sinta tak henti-hentinya berdecak kagum, dengan keindahan alam. Rama tersenyum, lalu memeluk Sinta dari belakang.
"Kamu sama dengan Pulau Misool, Sinta. Kalian sama-sama cantik dengan alami," bisik Rama di telinga Sinta.
Sinta hanya tersenyum, pipinya sudah sangat panas. "Terimakasih ya"
"Eh, Bro kita ke danau ubur-ubur yuk!" suara Rednan membuat suasana romantis Rama dan Sinta menjadi hancur. Rama berdecak kesal di buatnya.
"Ganggu aja sih lo, Red" ketusnya.
__ADS_1
Rednan hanya terkekeh melihatnya. "Hehe, Ya sorry. Tapi ayolah kita Snorkeling"
Rama menghela napas, lalu mengangguk. "Yaudah ayo ganti baju, kamu juga Sinta"
Mereka pun berganti pakaiaan, dan bersiap untuk menyelam di danau ubur-ubur yang sangat terkenal.
Setelah berganti pakaiaan, kini saatnya mereka bersiap untuk menyelam. "Wah, gila ini keren banget!" Rednan langsung menyelam terlebih dahulu, sembari membawa alat vlognya.
"Mbak Rita beneran gak ikut?" tanya Sinta sembari memasang Scuba Diving Mask di wajahnya.
"Enggak, Sin. Mbak siapin baju ganti kamu aja,"
Sinta pun hanya bisa mengangguk. Lalu Rama menarik tangan, Sinta agar mereka menepi. Rama pun menggenggam erat tangan Sinta.
Byur
Mereka lalu masuk ke dalam dinginnya air. Rama dan Sinta langsung menyelam, untuk menyaksikan keindahaan di dalam perairan tersebut. Mata Sinta di manjakan dengan keindahan ubur-ubur yang berenang-renang.
Rednan sibuk menjelajahi danau ubur-ubur tersebut. Hitung-hitung untuk konten, pikir Rednan.
Di bawah perairan, tangan Rama tetap setia menggandeng Sinta. Di dalam air pun mereka mengambil beberapa foto.
Mungkin hari ini adalah hari bahagia, Sinta. Berenang bersama dengan pria yang di cintainya, di manjakan dengan keindahan alam Pulau Misool.
"Keindahan ini tidak bisa di sebutkan dengan kata-kata. Ini terlalu indah untuk di ungkapkan"
****
Sinta bersama dengan Rita, dan Rama bersama Rednan. Penginapan di Pulau Misool berbentuk rumah panggung, yang terlihat nyaman.
Sore ini mereka melakukan masak-masak bersama. Dengan saling membantu mereka akan memasak daging bakar dan ikan bakar.
Duduk di tepi pantai Pulau Misool di Sore hari, pasti menambah kesan romantis. Sinta mencomot salah satu ikan bakar, lalu Sinta duduk di pasir sembari menatap luasnya perairan.
"Ekhm"
lamun, Sinta buyar karna suara deheman seseorang. Sinta tersenyum menatap prianya, Rama lalu duduk di samping Sinta.
"Kenapa kok bengong?" tanya Rama yang sedari tadi memperhatikan Sinta.
Sinta hanya menggelengkan kepala. "Enggak apa-apa"
Rama tidak mudah di bohongi! Rama tahu, pasti ada yang menganggu pikiran, Sinta. Namun, Rama akan tetap berpikir positif tentang, Sinta.
Baginya percaya terhadap pasangan itu lebih penting. Rama pun tersenyum tipis, lalu pandangannya kembali ke luasanya lautan.
"Hidup ini singkat, Ayo kita nikmati. Jangan terpuruk di satu titik, apalagi itu adalah kegelapan"
Sinta yang mendengar ucapan, Rama yang tiba-tiba langsung membuat Sinta menoleh ke arahnya. "Maksud kamu ngomong begitu apa?"
__ADS_1
Rama tersenyum tipis, mendengar pertanyaan Sinta. "Aku tahu ada yang menganggu pikiranmu, dan sekarang aku minta lupakan yang sudah berlalu. Genggam tanganku, kita nikmati hidup ini. Jangan berhenti di satu titik, apalagi itu adalah kegelapan"
Sinta tertegun mendengar penuturan, Rama. Sinta pun menggengam tangan, Rama. Menyandarkan kepalanya di dada bidang, Rama.
"Tentara songong ku ini ternyata sangat puitis," sindir Sinta.
Sontak, Rama yang mendengar terkekeh. "Aku itu bukannya puitis, Sinta. Aku hanya ingin membawamu pergi dari genggaman masalalu,"
Sinta mengadahkan kepalanya, menatap mata tajam milik, Rama. "Bawa aku pergi,"
Rama terkekeh mendengarnya. "Kenapa ingin sekali?"
"Karna aku ingin kamu menjadi pemimpinnya," jawab Sinta di sertai senyum manisnya.
Rama yang gemas, langsung mencubit pipi Sinta. "Aku bukanlah pria yang mahir memimpin. Namun, aku akan selalu menuntunmu,"
Sinta berdecak kesal, karna pipinya yang selalu menjadi korban kegemasan Rama. "Ck. Gombal terus! Sakit nih pipi aku,"
Rama tertawa mendengar gerutu, Sinta. Dengan gemas Rama mengacak-acak rambut, Sinta. Tentu hal itu membuat, Sinta sangat kesal.
Sinta hendak membalas, dengan menarik rambut Rama. Namun, belum sampai menggapai, Rama sudah berdiri untuk menghindar dari serangan, Sinta.
Sinta berdecak kesal, lalu bangkit mengejar, Rama. Terjadilah kejar-kejaran antara Rama dan Sinta.
Bersamaan dengan langit yang mulai berwarna jingga, bersamaan dengan matahari yang perlahan tenggelam. Langit jingga menjadi saksi bagaimana kesenangan kedua insan yang sedang di mabuk cinta.
Rednan dan Rita hanya memperhatikan dari kejauhan. Rednan lebih memilih, memakan ikan bakar yang menurutnya sangat enak.
Sedangkan, Rama dan Sinta. Masih sibuk saling mengejar. Tawa kebahagiaan terpancar di wajah Sinta.
Hap
Sinta menangkap, Rama. Dan langsung memberikan serangan bertubi-tubi, memukulinya tanpa ampun, meskipun hanya pelan.
Rama terkekeh mendapat serangan bertubi-tubi dari, Sinta. "Aduh, Sinta ampun-ampun"
Sinta tidak memperdulikannya, dan tetap menyerang Rama. "Rasakan! Rasakan!"
Sinta menarik rambut, Rama tanpa ampun. Rama hanya bisa tertawa, melihat kemarahan kekasihnya, yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Aduh, Lepasin dong. Ampun, iya aku gak gituin kamu lagi,"
Setelah mendengar nada bicara, Rama memelas. Sinta baru melepaskan jambakannya. Namun, wajahnya masih menampilkan wajah garang.
"Kamu kenapa sih marah terus-terus?"
Sinta hanya menatap tajam, Rama. "Biarin!" ketusnya.
Rama terkekeh karna mendapat balasan tajam dari pacar galaknya. "Kalau marah-marah terus nanti cepat tua loh," goda Rama.
"BIARIN!"
"Senyum dong jangan marah-marah terus, nanti cepat tua. Dari pada tua sendirian, lebih baik tua berdua bareng saya,"
__ADS_1
Blushh
TBC😘