
Budayakan Like Sebelum Bacaš»
Ikuti terus adegan Action dan Romantis di kisah Rama & Sinta
****
Dari pagi sampai sore raut wajah, Sinta tidak terbaca. Dirinya hanya diam mengurung diri di kamar, bahkan jika ada yang terluka dia menyuruh Perawat Jojo untuk menanganinya
Rama dapat melihat jika gadis itu sedang badmood. Namun, apa penyebabnya? Setelah melihat pesan masuk, gadis itu menjadi sangat dingin
Rama mendekati, Meyga yang saat itu hanya berdiri di luar kamar. "Dokter bar-bar kenapa sih?"
"Ha?" Meyga terpenjat kaget karna tidak mendengar langkah kaki, "Astaga. Pak Rama, anda membuat saya terkejut"
"Apa yang terjadi dengan, Sinta?"
"Si--Sinta? Saya bahkan tidak tahu, sudah dari tadi malam dia murung"
Tanpa menjawab, Rama masuk ke kamar Sinta dan Meyga. Ruangan itu tampak rapi, parfum bunga sakura sangat menyengat membuat, Rama hampir mabuk
"Ngapain lo disini?"
Rama langsung mengalihkan pandangannya, menatap Sinta. Mata, Sinta bengkak pasti habis menangis !
"Emmm, gakpapa"
Sinta hanya diam tidak menjawab. "Keluar!"
"Ha apa?"
"K-E-L-U-A-R!!"
"Lo ngusir gue?"
"Yes!!" Sinta langsung turun dari ranjang, mendorong Rama agar keluar dari kamarnya
"Stop! Gue bisa jalan sendiri!"
Sinta pun berhenti mendorong, Rama. Sinta hanya menatap tajam Rama.
"Jangan galak-galak dong!" Rama mencoba untuk menggoda Sinta. Namun, Sinta hanya menatapnya datar
"Pergi!"
"Iya-iya gue pergi" Rama pun melangkah, baru beberapa langkah, Rama menghentikan langkahnya. Kembali menatap Sinta
"Lo jelek kalo lagi marah!!"
Bruk
Satu sandal di lempar mengarah, Rama. Namun, sayangnya Rama sudah berlari dengan menertawai Sinta.
Rama kembali ke kamarnya, bahkan dirinya masih tertawa kecil mengingat berhasil meledek Sinta.
"Cepet siap-siap ada CCTV yang perlu di retes" celetuk Rednan yang tiba-tiba datang
"Huh, hampir saja lo ini bikin gue jantungan"
Rednan hanya mengangkat bahu tidak peduli. Rama pun bersiap, menggunakan setelan Casual membuatnya semakin tampan. Menggunakan parfum mint yang sangat di gemari para wanita, Rama sengaja membuat rambutnya berantakan. Terkesan badboy dan terlihat lebih muda
"Gimana?"
Rednan memperhatikan penampilan, Rama. "Kaya mau kencan aja lo bro,"
__ADS_1
Rama mendengus mendengar jawabab, Rednan. "Tapi gue ganteng kan?"
"Ck. Umur lo udah kepala tiga, buruan nikah!"
Rama hanya bisa menghembuskan napas kasar. Setelah 30 menit mereka bersiap, Rama dan Rednan menaiki 1 mobil yang sangat di khususkan. Siapa sangka, jika di bawah kursi terdapat senjata
"Semua ini? Siapa yang siapkan?" tanya Rednan ternga-nga
Rama hanya tersenyum, lalu duduk di kursi kemudi. "Disana akan ada banyak permainan, Brother"
Mobil pun melesat, melewati hutan-hutan gelap. 1 jam mereka sampai di kota, Tujuan mereka adalah tengah kota. Di mana ada Club baru yang di miliki Jimmy
30 menit mereka sampai di Club malam, Rama keluar dari mobil bersama, Rednan. Saat masuk mereka di sambut oleh 'Tukang pukul'
Terdapat barisan, setelah mangantre mereka memasuki Club itu. Dentuman musik keras menyambutnya, bau alhokol langsung menyengat. Inilah surga dunia, seluruh negara memiliki surga dunia.
Tak terduga, penghuni Club itu bukanlah orang-orang lokal. Terdapat banyak wajah-wajah pria dan wanita luar, luar negara dan kota. Saat ini Rama dan Rednan bertambah bingung
"Kalo wajahnya bule semua, yang di curigai jadi bule semua dong!" bisik Rednan di telinga Rama
"Dasar bodoh! Lo mau menyurigai orang sebanyak ini, cepat pergi ke ruang CCTV. Gue mau awasin ke bar"
"Bilang aja lo mau godain cewe-cewe!"
"Cepat pergi!!"
Rednan pun akhirnya pergi, Rama duduk di bar. Memesan minuman yang Non alkohol, jika Ayahnya sampai tahu mungkin sudah di ceramahi habis-habisan
Rama menatap sekeliling, anak-anak manusia yang seperti lautan. Menari mengikuti musik. Namun, pandangannya jatuh kepada gadis cantik yang tengah duduk sendirian
"Astaga kenapa dia berada disini?"
****
Sinta tidak menjawab pertanyaan, Meyga. Sinta tetap melajukan mobil milik Tim T4. Tujuannya adalah ke kota
Setelah lamanya perjalanan, mereka sampai di Club malam. "What? Club?" Meyga terkejut karna Sinta pergi ke Club malam
Sinta turun dari mobil, langsung di susul Meyga. "Sin, lo kenapa cerita sama gue?!!"
Sinta tidak menjawab dan langsung masuk, melewati Tukang pukul. Meyga langsung membuka ponsel Sinta yang di tinggal, matanya membulat mendapati poto Clara dan Bima tanpa sehelai benang. Dan waktu itu 3 bulan yang lalu
"Astaga!!" Meyga langsung mengikuti, Sinta
Matanya mengamati sekitar, Sinta duduk disalah satu kursi dengan meminum beberapa wine.
"Sin, lo jangan minum-minum kaya gini deh" Sinta tidak memperdulikan teguran Meyga
"Mereka main api!!!" desis Sinta, dan Meyga bisa diam. "Mereka sudah main api di belakang gue!!! Menjijikan!!"
"Emmm, Sin gue ke kamar mandi bentar. Lo jangan kemana-kemana!" Karna panggilan alam membuat Meyga meninggalkan Sinta
Sinta hanya duduk sendiri, tatapannya kosong. Beberapa pria mencoba menggodanya. Namun, tidak di hiraukan
Seorang pria yang seumuran Sinta mendekat, penampilan tampan dan terkesan badboy. "Hai cantik, sendiri aja"
Sinta diam tidak menjawab, pria itu langsung duduk di sebelah Sinta. Tanpa di suruh pria itu menuangkan wine kembali di gelas Sinta dan Sinta tetap meneguknya
"Wow wow, kamu sangat hebat!" pria itu berdecak kagum melihat Sinta. "Mau pergi denganku malam ini" pria itu berbisik di telinga Sinta dengan nada sensual
"Pergi!"
"What?"
__ADS_1
"PERGI!!!" Sinta menatap tajam pria yang duduk di sampingnya
"Really? Girl kamu menolakku?"
"Pergi! Atau lo akan menyesal"
Bukannya takut pria itu malah terkekeh, "Wow aku suka gadis cantik yang ganas awwww"
Pria itu mendekatkan tubuhnya ke Sinta, hendak menciumnya. Namun
Bugh
Satu pukulan mengenai pria itu membuat dirinya tersungkur. Pria itu lalu bangkit dengan emosi
"Sial, siapa lo?"
Rama hanya menatap datar pria muda di depannya. Pria yang baru saja menyelamatkan Sinta adalah Rama
"Jangan ganggu dia!"
Pria muda itu berdecih, dengan berani mendekat ke Rama. "Emang lo siapanya? Lo pelanggannya?"
Bugh
Bugh
****Bugh****
Rama langsung menghujani dengan pukulan. "Jangan pernah hina dia!!! GUE PACARNYA!"
Sinta yang mendengar langsung membeku, Rama langsung menarik lengan Sinta keluar Club.
"Lo ngapain ada disini?"
"Bukan urusan lo!" ketus Sinta
"Jangan di ulang lagi, tempat ini gak baik buat perempuan"
"Gue bilang ini bukan urusan lo! Lo bukan siapa-siapa gue, lo gak bisa ngatur-ngatur gue! Dan lo gak usah ngaku-ngaku jadi pacar gue!" Rama tertegun mendengar nada bicara Sinta yang meninggi
"Oke, Sorry. Gue gak akan menyampur urusi, urusan lo. But lo harusnya Terimakasih sama gue, kalo gue gak ada tadi lo udah di makan sama cowok ingusan itu!" balas Rama dengan nada tak kalah tinggi
"Gue gak minta lo, nyelamatin gue!"
Rama hanya bisa menghembuskan napas kasar, jika di lanjutkan maka debat tidak akan berhenti. Rama menarik Sinta ke mobilnya, Sinta memberontak. Namun, Rama memaksa!
Rama menghubungi Rednan dengan via telfon
"Red, batalkan misi malam ini. Di dalam ada Meyga lo antar dia pulang"
tutt
tutt
tutt
Tanpa menunggu balasan, Rednan. Rama langsung mematikan ponselnya. Di sisi lain Rednan sudah menyumpah serampah Rama
"Batalkan-batalkan? Mentang-mentang Letnan Kolonel seenak jidatnya aja, Huh untung temen kalo bukan udah gue habisin lo!!"
Setelah menggerutu Rednan pun mencari keberadaan Meyga.
"Sial banget sih gue makam ini!!"
__ADS_1
TBC