
Budayakan Like Sebelum Baca🍻
Ikuti terus sepak terjangnya pertempuran dan percintaan Rama & Sinta
****
"Kenapa sayang?"
Aletha membalikan badannya, mendapati suaminya yang berdiri di belakang. Aletha meletakan handphonenya lalu berjalan mendekat Yusuf
"Kenapa kok mukanya cemberut?" Aletha hanya diam tidak menjawab, Hal itu membuat Yusuf penasaran
"Habis telfon sama, Rama?"
Aletha hanya menangguk menanggapinya. "Rama gak pulang" cicit Aletha lirih
Yusuf, hanya tersenyum tipis mendengarnya. "Tidak apa-apa, Rama mungkin ada tugas dadakan"
Perkataan, Yusuf tidak berhasil membalikan mood Aletha. "Ramakan sudah janji sama, Bundanya. Ulang tahun mau pulang"
Yusuf, hanya tersenyum melihat istrinya yang masih manja dan kekanakaan. Dengan gemas, Yusuf mengelus kepala Aletha
Ting
Tong
Suara bel membuat, Aletha dan Yusuf saling pandang. "Biar aku aja"
Aletha, langsung berjalan ke pintu utama. "Siapa itu, Bi?" tanya Aletha kepada ART yang hendak membuka pintu
"Saya juga tidak tahu, Nya"
"Biar saya aja, Bi" ART itu hanya mengangguk patuh. Dengan perlahan Aletha membuka pintu utama
Betapa terkejutnya dirinya saat mengetahui pria yang ada di depannya. Pria yang sangat dirinya rindukan, pahlawan hidupnya
"Kak Adnan!!!" Aletha langsung memeluk kakaknya
Adnan menerima pelukan, Aletha dengan hangat. Setelah sekian lamanya Adnan berada di Australia kini dirinya sudah kembali dengan anak istrinya. Papah Aletha pun sudah kembali ke rahmat allah 3 tahun yang lalu, dan itu pun membuat Aletha kembali merasa kehilangan. Namun, karna adanya Yusuf dan Rama, Aletha kembali menjalani hidup dengan normal
"Aletha kangen sama, Kakak!!" Aletha menteskan air matanya. Adnan sudah lama berada di Australia, Adnan kembali ke Indonesia hanya saat pemakaman papahnya. Setelah itu Adnan kembali ke Australia
"Kakak juga kangen sama kamu dek" Adnan berkali-kali mencium kening adik tersayangnya
Tak lama, Yusuf tiba. Yusuf pun ikut bahagia Adnan sudah kembali. "Ayo masuk, dimana istri dan anak mu, Nan?"
"Istri dan anak saya masih istirahat di apartemen" jawab Adnan sembari tersenyum
Adnan pun kini memiliki keluarga. Istrinya cantik bernama Hana dan putranya bernama Chello
__ADS_1
"Ayo kak masuk" Adnan mengangguk dengan ajakan Aletha
Adnan mengamati interior rumah lamanya, tempatnya di besarkan bersama Aletha. Rumah tersebut menjadi saksi bisu bagimana luka, duka, dan kebahagiaan menjadi satu
"Ternyata rumah gak ada yang kamu rumah, Dek" ujar Adnan sembari mengamati rumah lama nya
"Aletha gak mau rubah apapun, Kalo Aletha kangen sama mamah dan papah, Aletha berada disini aja Aletha udah ngerasa mereka ada disini" Adnan tersenyum mendengar jawaban Adiknya
Lalu, mereka duduk ruang keluarga. Tempat yang biasanya keluarga itu berkumpul. Tiba-tiba saja Adnan merasa Rindu dengan papahnya, di tambah rumah itu terdapat banyak foto-foto kebersamaan keluarga
"Rama, dimana?" tanya Adnan sembari memakan cemilan
"Rama, gak pulang. Kaya nya dia ada tugas" Adnan hanya mengangguk mendengar jawaban Yusuf
"Kenapa, Adnan gak di kuliahkan saja. Supaya dia bisa menjadi penerus Zalora group, atau PT. Mega bintang"
Yusuf tersenyum tipis mendengar penuturan Adnan, "Rama sejak SMP sudah berketad pengen jadi Tentara, ya sudah pas dia SMA saya masukan di akademi kemiliteran, Dan saya aja gak nyangka usia 30 tahun sudah menjadi Letnan kolonel"
"Udah ah jangan bahas, Rama. Kita ke makam papah aja" celetuk Aletha yang masih kesal dengan putranya
Yusuf dan Adnan hanya geleng-geleng kepala melihat Ibu beranak satu tersebut. Mereka pun ke TPU yang tidak jauh dari komplek perumahan Aletha
Tempat, pesamyaman Bram adalah yang paling ujung dan di samping makam Istrinya. Pemakaman mewah dengan atap, bunga-bunga, dan foto-foto Bram
"Assalamualaikum, pah" salam Aletha dan Adnan
"Maafin, Adnan baru bisa kesini sekarang" Adnan pun mulai menaburi bunga-bunga
"Kita pamit, Pah. Assalamualaikum"
Setelah mengucap salam, mereka pun meninggalkan area pemakaman
****
Indonesia, memiliki pulau dengan seluruh keindahannya. Memiliki beribu-ribu harta alam yang sangat mereka jaga
Dari sabang sampai marauke Indonesia tetaplah satu jua, Di bagian marauke tempat yang saat ini Sinta tempati. Sudah beberapa hari Sinta bertugas di tempat antah berantah tersebut
Namun, jangan mengira jika antah berantah hanya di penuhi hutan, dan makhluk buas. Indonesia bagian marauke ini memiliki keindahan alam yang sangat memukau
Seperti saat ini, Sinta yang terus mengomel dan mengikuti langkah Rama. Malah membawa mereka ketempat yang luar biasa. Berdiri di atas tebing tinggi, menghadap tebing lainnya yang mengalirkan air terjun yang deras
Sinta, merasa menguntit Rama ada hasilnya. Menikmati pemandangan yang elok di sore hari, dengan terpaan angin semilir membuat siapa saja gak mau pulang
"Ternyata nguntitin lo ada untungnya, ya" ujar Sinta sembari melirik Rama yang duduk di sampingnya
"Huh, Lo jadi tahu tempat rahasia gue!"
Sinta, menoleh ke arah Rama. "Tempat rahasia? Maksud lo gak ada yang tahu tempat seindah ini?"
__ADS_1
Rama, hanya mengangguk dengan wajah datar, Hal itu membuat Sinta terkejut. "What?!! Tempat sekeren ini yang tahu cuma lo?
"Iya bawel dan lo adalah orang kedua yang tahu tempat ini, awas aja kalo lo bocorin ke orang-orang!"
Sinta, hanya mencibikan bibirnya. "Tempat kaya gini harusnya jadi tempat wisata, kenapa coba kalo di bocorin ke orang-orang?"
"Kalo di jadiin tempat wisata, Tempat ini bakalan rame. Dan itu akan menghilangkan keistimewaan tempat ini, gue pengen gue seorang yang bisa menikmati tempat ini" tutur Rama dengan pandangan ke air terjun
"Dih, serakah banget lo. Emang ini tempat lo yang buat?!"
Rama, hanya menatap malas Sinta. "Tempat seperti ini harusnya di jaga keindahannya, kalo sudah di jadikan tempat pariwisata mereka akan melukai alam. Dan pasti sampah-sampah pengunjung akan berserakan"
Sinta tertegun dengan jawaban Rama. "Bener juga sih"
"Lihat matahari sudah mau tenggelam" Sinta mengikuti arah yang di tunjuk Rama
Dari arah Barat, Matahari mulai tenggelam Langit berubah menjadi warna jingga, keindahan yang tiada duanya. Rama dan Sinta tersenyum menikmati senja yang begitu menghangat
Di atas tebing dengan menikmati langit jingga adalah hal yang Sinta lakukan pertama kali, "Rasanya gue pengen disini lama-lama" batin sinta
Namun, ketahuilah bahwa ciptaan tuhan tidak ada yang abadi. Saat ini matahari sudah tenggelam sepenuhnya, langit pun mulai gelap di gantikan dengan sinar bulan dan bintang
Sinta, menekuk wajahnya saat langit jingga itu berakhir. "Ishhh, kok udahan sih?"
Rama tersenyum mendengar gerutu, Sinta. "Lo tahu ciptaan tuhan gak ada yang abadi contohnya adalah senja, jangan pernah berharap lebih kepada seseorang dia tidak akan abadi suatu saat akan pergi"
Rama pun bangkit, sedangkan Sinta masih mematung mencerna perkataan Rama.
"Lo gak mau balik? Udah malem nih" Lamun, Sinta buyar karna suara Rama
"Iya-iya bawel!!" Sinta pun bangkit berjalan di belakang Rama
Mereka melawati hutan-hutan yang sangat jarang di lewati, bahkan pohonnya lebih tinggi. Menambah kesan menyeramkan
"Rama, tungguin!!" Sinta berlari kecil dan langsung berjalan beriringan dengan Rama
"Kenapa sih?"
"Gue takut!!" Rama yang mendengar hanya memutar bola mata malas
"Lo tuh udah gede gak usah cemen gitu dong," Sontak saja ujaran Rama membuat Sinta kesal
"Enak aja lo bilang gue cemen?!! Bener-bener ya lo it--"
Dor
"Awhhh!!"
"Rama!!!!"
__ADS_1
TBC🍻