
Budayakan Like Sebelum Baca🍻
Ikuti terus adegan Action dan Romantis di kisah Rama & Sinta
****
"Awas gue mau pergi!"
Sinta langsung meninggalkan, Rama yang hanya tersenyum melihat tingkahnya. Sinta langsung masuk ke ruang Medis
Menetralkan dekat jantungnya yang tiba-tiba berdebar kencang, Menarik napas lalu mengeluarkannya secara perlahan
"Sinta!"
Sinta menatap ke sumber suara, "Nana?"
Nana menarik kursi duduk di depan, Sinta. "Gue mau ngomong penting sama lo!"
Sinta hanya menaikan satu alisnya, "Apa?"
Sebelum mengunkapkan, Nana menarik napas terlebih dahulu. "Sebelumnya, gue minta maaf, Sin. Gue selalu larang lo deketin, Mas Rama. Gue tahu gue gak ada hak, dan sekarang gue gak akan larang-larang lo. Karna--- Gue di jodohin sama kakek gue"
Sinta hanya melongo mendengar penuturan, Nana. "Kaya gini penting?"
Nana hanya mengangguk. "Gue sekarang gak akan larang-larang lo lagi deket sama, Mas Rama. Minggu depan gue balik kok,"
Sinta yang mendengar hanya bisa menepuk jidat. "You kidding, Nana? Ini semua gak penting! Gue gak akan pernah deketin, Rama."
"A--Apa? Bukannya, lo suka sama Mas Rama?"
Sinta semakin melotot mendengrnya. "Oh my god, you crazzy Nana! Udah ini gak penting!"
"Yaudah, gue juga balik duluan" Nana pun keluar dari pintu belakang
Sinta termenung, sembari memijit pelipisnya. Sinta memutuskan ingin merebahkan diri ke kamarnya
Sinta pun berjalan menuju pintu keluar. Baru beberapa langkah dirinya di luar. Sudah..
"AKU SUKA SAMA KAMU!!!"
Deg!!
Sinta mendelikan matanya, menatap pria yang baru saja mengungkapkan perasaan. Pria yang baru saja menjadi topik Sinta dan Nana. Rama masih memejamkan matanya, tak lama Rama mendengar suara seseorang tertawa
Sinta tertawa terbahak-bahak melihat tingkah, Rama. "Hahahaha, jadi lo suka sama gue?"
Deg!!
"Shit, itu bukan suara Nana!!"
Rama pun membuka matanya, betapa terkejutnya dirinya saat yang di hadapannya ini, Sinta
"Lo suka sama gue? Aduh, Tentara songong. Lo norak banget sih!!"
Rama langsung menatap jengah, Sinta. "Gak usah kepedean, gue gak suka sama lo!"
Sinta pun menghentikan tawanya, "Oh seriosly? Terus ini apa? Bunga, boneka? Uhh sosweat banget. Tapi alay!!!" Sinta kembali tertawa
Rama hanya bisa menggeram kesal. "Gue gak suka sama lo, gue suka sama Nana!!"
"A--Apa?"
Perkataan, Rama yang lantang langsung menghentikan tawa, Sinta. Rama yang sadar langsung menepuk mulutnya
__ADS_1
Sinta tersentak. Namun, langsung tertawa kembali. "Oh jadi lo suka sama, Nana?" tanya Sinta dengan mengejek
"Lo bisa gak? Gak usah ketawa!!" Rama hanya bisa menggeram menghadapi, Sinta
Sinta pun menghentikan tawanya. "Oke oke. Tapi lo sumpah norak banget sih,"
Sinta tertawa kecil mendapat tatapan membunuh dari, Rama. "Oke oke sorry, Tapi ada hal yang lo harus tahu. Nana baru aja ngomong sama gue, kalo dia di jodohin sama kakeknya"
Rama yang mendengar langsung mengkerutkan keninganya, "Maksud lo?"
"Maksud gue, Nana itu udah punya calon dan lo korban patah hatinya, Hahaha" Sinta kembali tertawa mengejek Rama
"Lo gak usah bohongin gue!"
"Gue gak bohong!"
Rama hanya memandang datar, Sinta. Tanpa di duga Rama mendekatkan dirinya ke, Sinta. Sontak, Sinta mundur kebelakang
Dan, Sinta pun harus berhenti di pintu. Rama hanya menatapnya datar, lalu tangannya mengurung, Sinta
Jantung, Sinta berdetak tak beraturan. Rama hanya menatapnya datar membuat Sinta bertambah gugup
"L--Lo mau ngapain?" Sinta berusaha mendorong tubuh, Rama. Namun, Rama sama sekali tidak bergerak
"Gue tahu lo cuma bohongin gue!"
Sinta mendelikan matanya mendengar nada bicara, Rama yang dingin. "Karna lo cemburu kan sama gue?"
Sinta yang mendengar lansung mendorong tubuh, Rama. "Idih siapa juga yang cemburu sama lo!"
"Gue tahu lo suka sama gue, buktinya lo gue deketin udah gugup," goda Rama
Sinta yang memang sangat gugup tidak menjawab dan langsung pergi meninggalkan, Rama
****
Rama hanya bisa berjalan gontai menuju kamarnya. Tadi, Rama melihat Nana masuk keruang medis, Rama pikir itu adalah saat yang tepat mengungkapkan perasaanya. Rama bahkan sudah menunggu di depan pintu, ingin langsung mengucapkannya. Namun, yang keluar bukanlah Nana melainkan Sinta
Rama terus memikirkan, Nana yang katanya sudah punya calon. Ekor matanya menangkap seorang gadis yang baru saja berbincang di telfon
Rama langsung mendekati, Nana. "Nana!!"
Nana membalikan badannya, mendapati Rama yang berdiri dengan membawa bunga dan boneka
"Ada apa, Mas?"
Rama menganggaruk tengkuknya yang tidak gatal, maklum pertama kali ngomong perasaan
"A--Aku--- Aku suka sama kamu, Na"
Nana yang mendengar mendelikan matanya, "Mas Rama, Suka sama Nana?"
Rama mengangguk cepat. "Iya, Na dari awal aku sudah tertarik sama kamu, kamu mau jadi pacarku, Na? Aku akan kenalkan kamu ke, Bunda"
Saat ini, Nana di rasa bimbang. Baru saja dia mendapat telfon dari calon suami yang di jodohkan. Namun, Rama baru saja mengungkapkan perasaanya. Nana pun sama, sangat menyukai Rama. Tapi, perintah kakeknya tidak boleh di tolak
"M--Maaf, Aku gak bisa jadi pacarnya, Mas Rama"
Rama yang mendengar langsung melebarkan matanya. "Kenapa, Na?"
"Maaf, aku sudah di jodohkan kakek. Aku juga suka sama, Mas Rama. Tapi perintah kakek tidak boleh, Nana tolak"
Rama hanya bisa menelan ludah, "Jadi kamu gak bisa sama aku, Na?"
__ADS_1
Nana hanya menganguk pelan. "Maaf" ucapnya lirih
Rama hanya bisa tersenyum tipis, "Makasih atas kejujuran kamu dan aku gak tahu kenapa hal itu malah membuat aku semakin tertarik sama kamu"
Nana hanya bisa tersenyum kaku, mendengar penuturan, Rama. "Maaf, Mas Rama. Aku harus pergi"
Rama hanya bisa mengangguk menatap punggung, Nana yang mulai menjauh. Rama hanya bisa menghembuskan napas berat
"Baru dapet yang tipekal gue, dianya di jodohin!!"
Rama hendak ke kamar mandi untuk menetralkan pikirannya dan rasa panas di hatinya. Tak butuh waktu lama, Rama sudah bersih dan tampan
Rama menyisir rambutnya. Lalu, hendak kembali ke ruangannya. Baru beberapa langkah dan..
Brakk
Grep
Kedua mata hitam legam itu beradu, saling menatap dan tak ingin melepas kontak matanya. Jantung, Rama berdesir karna pertama kali menyetuh seorang gadis
Gadis yang saat ini dalam pelukannya, yang hampir linglung karna bertabrakn dengannya. Namun, lalat hinggap di hidung gadis itu, membuatnya bersin
Hacih
Gadis itu langsung melepaskan pelukannya, "Modus banget sih lo, mau peluk-peluk gue!!"
Rama hanya memandang jengah, Sinta. Ya gadis yang baru saja di tabraknya adalah, Sinta
"Gue mau lewat!"
Sinta langsung menghadang, Rama. "Muka lo asem banget? Pasti habis di tolak, Nana!!"
Rama hanya bisa menghembuskan napas kasar, mendengar ledekan Sinta. "Diem gak lo!"
Sinta masih tertawa meledek, Rama. "Ah, cie ada yang patah hati!"
Rama hanya diam memandang datar, Sinta. "Pasti sakit tuh, udah siapin bahan-bahanya malah di tolak"
"Di jadiin novel aja, judulnya Cintaku bertepuk sebelah tangan, Hahaha" Sinta semakin tertawa terbahak-bahak
Hal, itu membuat Rama kesal. Tanpa di duga, Rama menarik tangan Sinta hingga kepala Sinta menabrak dada bidang, Rama
Deg!!
Aliran darah, Sinta saat ini hampir saja berhenti. Hal yang tak di duga, Rama menatap tajam Sinta
"Diem!"
Sinta hanya diam, dan menelan ludahnya susah payah. Berdekatan dengan laki-laki membuat Sinta merasa gugup, kedua kalinya dirinya merasakan gelenjar aneh, selain bersama Bima
Rama hanya memandangi, Sinta. Hal itu membuat Sinta sangat gugup
"Ekhm-ekhm"
Suara deheman langsung membuat, Rama menjauhkan tubuhnya. Yang baru saja berdehem hanya cekikikan melihat drama kedua insan
"Tumbenan nih, Tom and Jerry romantis banget" goda Rednan dengan bersiul-siul
Sinta tidak menjawab dan langsung masuk ke kamar mandi. Rednan menatap, Rama. Membuat pria itu mengernyitkan dahinya
"Apa!!!"
TBC🍻
__ADS_1