RAMA & SINTA

RAMA & SINTA
Chapter 63


__ADS_3

Budayakan Like Sebelum Baca😘


.


.


.


.


.


.


****


Sinta hari ini bangun kesiangan, Sinta pun terpaksa absen tidak hadir ke rumah sakit. Saat ini Sinta tengah berenang di kolam renang belakang rumahnya.


Jam menunjukan pukul 14:30, sudah selama 1 jam Sinta berenang-renang. Sembari berenang-renang, pikiran Sinta menerawang, mengingat-ingat malam tadi.


Mengingat hadiah Rama, perlakuan manisnya, dan hal itu hampir saja membuat Sinta gila karna tersenyum-senyum sendiri.


Sampai Sinta yang saat ini masih bersantai-santai di tepi kolam renang tidak sadar, jika Papanya sudah memperhatikannya sedaritadi.


“Setelah kenal Rama, kamu jadi sedikit gila,” Kevin pun membuka suara, sontak saja Sinta terpenjat kaget. Dengan segera Sinta keluar dari kolam renang.


“Papa sejak kapan ada disini?” Sinta bertanya sembari mengusap-usap rambut basahnya dengan handuk.


“Sejak kamu senyum-senyum kaya orang gila.”


Sinta hanya mencibirkan bibirnya mendengarnya. “Papa kenapa sih? ketus banget kalo bahas Rama,” ucap Sinta yang masih belum paham dengan masalah Kevin.


“Papa tidak peduli, nanti malam akan ada tamu makan malam bersama kita. Bersikaplah baik, dan pakai baju yang rapi!”


Setelah mengatakan hal itu Kevin pergi meninggal Sinta yang masih sedikit bingung. Tak ingin terlalu bingung Sinta lalu pergi ke kamarnya.


Seperti biasa, Sinta membersihkan dirinya. Setelah berganti pakaiaan yang lebih santai, Sinta menyambar ponselnya untuk menanyakan kabar sang pujangga.


📩 Sinta


“Rama...”


TING


Tak lama pesan dari Sinta terbalas.


📩 Rama


“Ya, Sinta kenapa?”


📩 Sinta


“Kamu sibuk?”


📩 Rama


“Udah enggak nih😁”


📩 Sinta


“Coba vidiocall aku!!”


Mereka pun mengganti komunikasi dengan via, vidiocall.


Kalian pasti tahulah, bagaimana bucinnya pasangan saat vidiocall, tak ingat waktu dan tempat. Rama yang sedang menyetir mobil barunya masih saja Vidiocallan dengan Sinta.


Sampai berjam-jam, Rama dan Sinta mengobrol. Mulai pembicaraan yang serius, sampai ke gombalan, hingga obrolan absurd yang gak penting.


Hingga Sinta sadar, jika hari sudah gelap


📱 Sinta


“Rama, udahan dulu yaaa... besok kamu jemput aku di tempat biasa!”


📱 Rama


“Siap sayang..”


Sinta pun menutup panggilan vidiocall itu sembari tersenyum-senyum.

__ADS_1


tok... tok... tok


Ketukan di pintu menyadarkan lamun, Sinta. Sinta pun membuka pintu kamarnya.


Ceklek


“Kenapa, Ma?” tanya Sinta saat menemukan Mamanya sudah rapi dan wangi.


“Kamu cepat mandi dan siap-siap, sebentar lagi temennya Papa mau dateng, lagi perjalanan cepat!”


Tanpa menunggu jawaban Sinta, Tari langsung pergi dari hadapan Sinta. Sinta menghela napasnya kasar...


Sinta pun membersihkan diri dan menggunakan pakaiaan sederhana, yang penting sopan.


Sinta juga sedikit membernarkan tata rambutnya. Tak ingin berlebihan, itulah pikir Sinta.


Sinta lalu turun kebawah, Mamanya dan para pembantu sibuk mempersiapkan segala jamuan. Sinta pun langsung duduk saja dimeja makan bersama Papanya.


“Siapa sih yang mau dateng, Pa? Sampek kaya mau nyambut wakil rakyat aja,” ucap Sinta sembari mengupas buah jeruk yang ada dimeja.


“Kamu tidak perlu tahu siapa dia, yang Papa pesan! Bersikaplah baik,” jawab Kevin dengan ekspreksi datarnya.


Sampai, Pak Yanto datang menghampiri Kevin. “Maaf, Pak. Tamu sudah tiba,” ucapnya dengan badan membungkuk.


Kevin pun dengan segera menyambut kedatangan tamunya.


“Selamat datang, Pak Adji!”


“Terimakasih, Jendral Kevin!” ucap Pak Adji dengan candaanya.


Kevin pun menggiring Pak Adji ke ruang makannya, Sinta pun memberikan salam dengan sopan.


“Pak Adji sendirian?” tanya Kevin yang bermaksud menanyakan putra Pak Adji yang tidak diketahui publik.


“Sebentar lagi juga kesini.”


Dan, benar saja tak lama datang pria matang, berbadan tinggi tegap dan sangat tampan.


“SINTA?”


“KAK SATRIA?”


****


TIN


TIN


“Ojek, Mbak?” Akhirnya pria yang ditunggu Sinta tiba, dengan motor Vespanya yang selalu menemani Rama.


Sinta pun berjalan mendekat ke arah Rama. Namun, Sinta tetap saja masih cemberut, hal itu membuat Rama menjadi bingung. Jahat bener lu sin, pacar lu gak tahu apa-apa lu ngambekin


“Kamu kenapa? badmood ya?” Rama mencoba menanyakan apa yang terjadi dengan Sinta.


Sinta tidak menjawab dan langsung memakai helmnya dan duduk di Jok belakang. Rama yang sangat bingung, memilih menyalakan mesin motornya.


Motor pun melaju seperti biasanya. Rama sesekali melirik di kaca spion, hanya ingin melirik kekasihnya yang sedaritadi diam.


“Kalau ada masalah cerita dong, Sin!! Aku cowok, bukan peramal yang harus selalu ngertiin cewek,” ucap Rama sedikit berteriak, karna berada dijalan.


Sinta menghela napas kasar mendengar ucapan Rama. “Kenapa sih semua cowok gak peka?!” gerutu Sinta lirih, namun Rama pun masih bisa mendengarnya.


“Ya, aku gak akan peka! Karna gak semuanya aku ngerti tentang kode-kode cewek.”


Sinta yang memang sudah gak mood itu menjadi bertambah kesal.


“Turunin aku disini!”


Rama sontak menoleh kebelakang, dan langsung berhadapan dengan tatapan tajam Sinta.


“Kamu kenapa sih? kita kan belum nyampe,” ucap Rama dengan polosnya.


“AKU BILANG TURUNIN AKU!”


CIT


Mendengar bentakan Sinta, sontak membuat Rama langsung menghentikan motornya ketepian.


Sinta pun turun dari motor Rama. “Kamu ada masalah apa sih, Sin? Aku salah apa?” Rama benar-benar bingung, baru kemarin dia mendengar ucapan manis Sinta, namun pagi ini sudah disuguhi wajah jutek kekasihnya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Sinta menangis, hal itu membuat Rama sangat terkejut.


“Lohh kok nangis? iya, maafin aku!” Rama langsung memeluk Sinta.


Sinta semakin terisak dipelukan Rama, sembari memberikan pukulan di dada bidang Rama. “Hiks... Hiks... Hiks... Kamu gak ngertiin perasaan aku!! Kamu tahu gak sih Hah?! Apa perlu aku kasih tahu?”


“Mana bisa gue tahu orang lu belum kasih tahu, punya pacar cewek gini banget, untung gue sayang ma lu!”


FLASHBACK


“Wah kalian sudah saling mengenal?” tanya Pak Adji yang memang sengaja ingin mendekatkan, putra non publiknya Satria, dengan Sinta.


“Jadi kita mau makan malam dirumah, Pak Jendral, yah?” Satria bertanya dengan polosnya.


Pak Adji hanya mengangguk sembari tersenyum, Satria pun dengan semangat memberikan salam kepada Kevin. kapan lagi bisa makan malam bareng Pak Jendral.


Mereka lalu melaksanakan makan malam dengan di selingi obrolan-obrolan. Sampai sebuah obrolan yang membuat Sinta, badmood!


“Ekhmm... Pak Kevin, saya rasa anak kita sangat dekat. Mungkin akan bagus untuk persahabatan kita, jika putra dan putri anda kita nikahkan.”


UHUK UHUK UHUK


BYUR


Sinta yang sedang mengunyah daging sontak terbatuk, sedangkan Satria yang sedang meminum air putih langsung dia semburkan.


“APA?!” teriak Satria dan Sinta bebarengan.


“Jadi maksud Papa, selama ini Sinta yang Papa mau jodohkan sama Satria?” tanya Satria dengan wajah yang masih sangat terkejut.


Dengan santainya, Pak Adji menganggukan kepala. Hal itu membuat Sinta sangat geram.


“TIDAK! SAYA TIDAK MAU!” ucap Sinta dengan nada tinggi dan langsung berdiri dari duduknya.


Kevin yang melihat kelakuan putrinya itu langsung melototinya. “Sinta...! Apa yang kamu lakukan?” Kevin berbicara dengan pelan, namun penuh penekanan.


“Saya menolak keras perjodohan ini!! Saya sudah mempunyai kekasih yang saya cintai. Sebenarnya omong kosong apa ini? Kak Satria, sudah saya anggap sebagai Kakak,” tutur Sinta dengan berapi-api.


“Benar yang dikatakan, Sinta. Ayah jangan seenaknya gitu dong, Ayah gak tahu kalau Sinta sudah mempunyai kekasih. Satria gak mau, Yah. Satria bisa mencari wanita pilihan Satria sendiri,” imbuh Satria pula dengan berapi-api.


“TIDAK ADA PENOLAKAN KALIAN AKAN TETAP MENIKAH!” ucap Kevin dengan tegas. Dan hal itu seketika membuat Sinta kecewa, Sinta tak menyangka dengan apa yang dibuat Papanya.


Sinta pun pergi ke kamarnya sembari menangis.


FLASHBACK END


“Cobaan apa lagi ini, thorr?!!”


.


.


.


.


.


.


TBC😘


Behin Author & Rama


Rama: Thor ngapa lu bikin konflik lagi sih?!


Author: banyak komen lu! gue disini yg paling berkuasa.


Rama: 😭 kemarin kan habis selesai masalahnya si Kakeknya Nana, kenapa lu mau pisahin lagi gue sama Sinta sih thor... Yang manis-manis aja kek


Author: Lu penggemar film berbie ya? sukanya yang happy2 mulu, kapan gue mau mainin emosi pembaca kalo maunya happy2 tros, yg ada bosenin cerita gue


Rama: Tapi janji ya thor, gue sama Sinta beratu kembali


Author: Lu pikir gampang? semua butuh perjuangan keras. Jangan kaget, episode selanjutnya gue mau bikin lo mewek.


Rama: Sialannnn😭😭 gue udah mewek nih


Author:Lu tentara lemah banget😂

__ADS_1


Nahh, kalo pengen Rama & Sinta bersatu nihh. Jangan lupa untuk selalu tekan Like and Votenya, Readers😘


__ADS_2