
Hm … kurasa seperti ini sudah cukup.
Aku memasang cincin yang terbuat dari Chi Emas ke jari manis tangan kananku. Memang tidak mudah, tetapi aku berhasil menciptakan sebuah cincin yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan. Walaupun kemampuanku yang sekarang hanya dapat membuat dimensi sebesar tiga buah rumah saja. Namun, kurasa itu cukup.
Beberapa saat lalu, setelah keluar dari Perguruan Tanah Merah, aku memutuskan untuk berburu sejenak di hutan. Dengan kemampuanku, aku berhasil mendapatkan 10 ekor babi hutan. Hasil buruan itu pun aku masukkan ke dalam cincin untuk kemudian dijual ke restoran yang mau menerimanya.
“Sekarang kita mau ke mana, Luo Xiao?” tanya Huo Lin ketika aku memimpinnya berjalan keluar dari hutan.
“Tentu saja ke restoran atau apa pun itu untuk menjual hasil buruan kita, lalu pergi mencari penginapan.” Aku pikir, uang dari 10 ekor babi hutan ini dapat menopang kehidupan kami tanpa berburu, setidaknya satu minggu. Mungkin, aku juga tak tahu.
Terus berjalan sembari mengobrol, akhirnya aku dan Huo Lin tiba di tempat tujuan. Seperti yang aku duga, aku mendapatkan uang yang cukup setelah menjual 10 ekor babi itu. Tapi, kali ini aku tidak dapat langsung pergi seperti sebelumnya.
“Adik kecil …, apa kau tidak mau menjual cincin ini?” tanya pria berotot dengan antusias. “Aku akan memberikan harga tinggi untuk itu, aku berjanji ….”
“Tidak. Aku tidak ingin menjualnya.” Kenapa aku harus menjual cincin ini? Membuatnya membutuhkan cukup banyak waktu! Berbeda jika aku di kehidupan sebelumnya. Cincin ruang sempit ini tidak ada apa-apanya!
“Tolonglah ….” Pria berotot itu masih tidak menyerah. “Atau kau kenalkan saja aku dengan pembuatnya. Aku membutuhkan cincin ruang yang langka ini.”
Langka? Benda busuk ini? Ah, aku sudah tak paham sejauh apa dunia ini telah jatuh. Selain itu, akulah orang yang membuat cincin ini, jadi bagaimana caranya aku mengenalkannya padamu?
“Maaf, Tuan Xie, aku tidak bisa membantumu ….”
Tuan Xie memang bersikap cukup baik padaku. Dia tidak memiliki niat jahat dan memandang semua orang sama derajatnya. Aku berharap lebih banyak orang seperti Tuan Xie muncul di dunia ini.
“Baiklah kalau begitu ….” Tuan Xie memang tampak kecewa, tetapi dia akhirnya menyerah dan menghargai keputusanku.
“Sebagai gantinya, aku akan memberimu ini.” Aku melemparkan sebuah batu kecil berwarna hijau pada pria itu.
“Apa ini?”
__ADS_1
“Itu sebuah batu penyimpanan. Tapi ruangnya hanya sebesar sebuah rumah sederhana saja.”
“Waw!!! Ternyata ada benda sebagus ini!”
“Kalau begitu, aku akan segera pergi.”
“Tunggu!” Sekali lagi Tuan Xie menahanku. “Berapa harga batu ini? Aku akan membayarnya!”
Aku menggelengkan kepala, mulai berjalan keluar dari tempat penyimpanan daging ini. “Tidak perlu. Ambil saja sebagai hadiah.”
“Sungguh?!”
Kali ini aku tidak merespons lagi, melainkan berjalan keluar sembari melambaikan tangan. Kurasa hadiah kecil itu cukup untuk berterimakasih pada Tuan Xie karena bersikap adil tanpa memandang rendah siapa pun.
Setelah keluar dari tempat menjual babi hutan, aku dan Huo Lin langsung masuk ke rumah makan yang tidak dikunjungi banyak orang. Di sini kami memesan makanan seperti biasa, lalu makan sembari berbincang-bincang.
Itu adalah kebohongan! Tak ada yang pantas kusebut guru di kehidupan keduaku ini!
Jelas aku tidak bisa mengatakan itu padanya, jadi aku menjawab, “Dia telah banyak membantu. Memberinya hadiah yang sedikit berharga tidak merugikan juga, kan?”
“Haah ….” Huo Lin mengembuskan napas panjang. “Aku sangat tidak paham dengan jalur pikiranmu.” Gadis itu kemudian kembali menyantap hidangannya dengan lahap.
Hahaha! Tentu saja pikiran seorang Raja Daratan dan rakyat jelata sepertimu berbeda, Huo Lin! Bagimu batu kerikil busuk itu berharga, tetapi bagiku itu hanya batu yang tergelatak di mana pun. Intinya tidak berguna!
Setelah beberapa saat, aku dan Huo Lin pun selesai dengan makan malam kami. Ketika berada di luar rumah makan, tiba-tiba gadis itu membawa sebuah topik yang tidak biasa.
“Luo Xiao, tolong ajari aku bela diri!” Matanya memancarkan kepercayaan diri yang tinggi. “Aku ingin menjadi seorang pendekar!”
__ADS_1
Kini aku bertanya-tanya, ke mana jiwa pemalu dan pendiam yang dimiliki gadis ini? Apakah dia hanya menyembunyikan sifat aslinya kemarin ketika pertama kali bertemu denganku? Aku tak paham.
“Tidak. Aku tidak pandai ilmu bela diri.” Aku mulai berjalan pergi. “Selain itu, aku hanya pernah belajar bela diri dengan guruku karena terpaksa.”
“Tapi kau bisa bela diri, kan?!”
“Tidak terlalu.” Ini jelas sebuah kebohongan belaka, tetapi aku sudah benar-benar tak memiliki niat lagi melatih seseorang menjadi pendekar. Bukan karena aku pelit akan ilmu, melainkan tidak mau menjadi repot saja.
“Kau sungguh pelit!”
Meskipun Huo Lin menggerutu kalau aku pelit ilmu, dia tetap saja mengikutiku dan tak pergi. Mungkin aku dapat menyimpulkan bahwa dia nyaman karena dia sudah tak perlu lagi tinggal di bawah kolong jembatan dan mengais makanan di tempat sampah. Apakah aku harus lega karena hal itu? Tidak tahu, tak penting, lebih baik abaikan saja.
Selama berjalan, mendadak aku terpikir akan keadaan Yue Jian dan Bocah ingusan sekarang. Aku bertanya-tanya, ke mana mereka pergi seharian ini? Berlatih atau berburu. Hm … aku jadi penasaran.
“Huo Lin, kau pergilah ke penginapan kemarin dulu.” Segera aku menyerahkan uang yang cukup untuk membayar uang sewa padanya. “Aku akan menyusul setelah menyelesaikan urusanku!”
“Ha? Urusan apa?” Gadis itu terlihat keheranan.
Akan tetapi, ketika dia sedang lengah sedikit, aku langsung menghilang dari pandangannya, tanpa memberi jawaban dan dia juga tak tahu ke mana aku pergi. Tentu saja gadis itu menggerutu, tetapi aku mengabaikan dan berjalan menjauh.
Baiklah, ke mana aku harus pergi sekarang? Haha, kurasa aku tak perlu bertanya.
“Menjadi Raja Daratan membuatku memiliki banyak jurus. Hahaha!”
Perlahan aku menghentikan langkah, lalu memejamkan mata. Salah satu jurus hebat yang aku kuasai adalah mendeteksi keberadaan setiap orang dengan mengalirkan Chi ke udara. Kemudian, tak berselang lama aku segera merasakan keberadaan Yue Jian dan Bocah ingusan.
“Jadi kalian ada di sana!” Tanpa banyak basa-basi, aku segera melesat cepat ke depan, tetapi dengan hati-hati agar tidak ketahuan.
Setibanya aku di tempat tujuan, tebak apa yang aku temukan?
__ADS_1
Benar, Yue Jian dan Bocah ingusan lagi-lagi terlibat dalam sebuah pertengkaran. Kali ini apa? Apakah pemuda gendut bersama dengan antek-anteknya itu telah melakukan perbuatan jahat? Lebih baik aku melihat dari jauh terlebih dahulu terkait perkembangan situasi ini.