
Aku tahu. Aku yakin dengan sangat. Kalian semua para pembaca pasti ingin aku tidak hidup damai, kan? Ya, ya, ya. Aku sangat paham akan hal itu! Makanya sekarang penulisku sedang membuatku berada dalam situasi yang luar biasa mengerikan!
Huo Lin memeluk erat aku dari belakang, dia sepertinya tak berniat untuk membiarkan aku pergi dari ruangan ini. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena apa lagi kalau bukan karena aku terus menolaknya untuk menjadi muridku. Dia benar-benar gadis yang keras kepala!
“Astaga, kenapa kau begitu bersikeras untuk menjadi muridku?!” Aku mencoba melepaskan pelukan Huo Lin, tetapi gadis itu malah kian mempererat pelukannya. “Lepaskan aku.”
“Tidak akan!” jawab Huo Lin, tegas. “Tidak akan kulepas sebelum kau setuju aku menjadi muridmu!”
“Haah ….” Aku mengembuskan napas panjang, sepertinya aku memang harus menurunkan ego. Baiklah, mari kita lakukan. “Baik, baik. Aku menyerah. Tapi, aku ingin bertanya, apa kau sangat ingin balas dendam dengan kekuatanmu?”
Sejujurnya, aku mulai merasakan kalau aura yang dimiliki Huo Lin seperti familiar. Mungkinkah dulu aku pernah bertemu dengannya? Entahlah. Mungkin saja perasaan ini adalah milik ‘Luo Xiao’ si pemilik asli tubuhku ini.
“Sungguh? Kau mau menjadi guruku?” Huo Lin memastikan.
“Iya. Aku sudah mengatakannya. Jangan buat aku mengulangi ucapanku.”
Akhirnya Huo Lin melepaskan pelukannya. Saat ini aku bisa saja kabur dan mengingkari ucapanku, tetapi itu pasti akan menyayat hati gadis ini. Lebih baik dengarkan dia dulu.
“Jadi, apakah kau sangat ingin balas dendam pada rasmu?” Sekali lagi aku bertanya untuk memastikan.
Huo Lin tidak menjawab langsung. Dia berpikir sejenak, baru akhirnya berkata, “Aku tak yakin mau balas dendam atau tidak sekarang. Aku hanya ingin menjadi muridmu. Kurasa kurang lebih seperti itu. Bila kau tanya kenapa, aku sendiri masih bingung ….”
Apa semua anak gadis seperti ini? Meskipun sebagai raja aku pernah menjalin hubungan dengan banyak wanita, tetap saja aku kesulitan untuk mengerti perasaan atau pun pikiran mereka. Haah ….
“Bukankah dulu kau bilang kau sangat membenci mereka, karena sudah membunuh kedua orangtuamu? Apa kebencian itu dapat hilang hanya dalam semalam.” Aku tidak mencoba memberi Huo Lin sebuah tekanan, aku hanya mengatakan fakta kepadanya. Dia mau menerima fakta itu atau tidak, semua tergantung padanya dan bukan urusanku sama sekali.
“Ya, kau benar. Aku memang sangat membenci mereka.” Huo Lin merendahkan nada bicaranya. Dia seperti pasrah akan keadaan. “Namun, aku tahu tidak mungkin untuk menghancurkan Ras Manusia Naga secara menyeluruh, kan?”
Tidak aku sangka, dia di usia yang seperti ini, sudah sangat cerdas! Mungkin aku menemukan seorang jenius baru? Tak tahu.
__ADS_1
“Kau ternyata cukup realistis,” ucapku, memuji. “Tapi kenapa kau tidak menargetkan mereka yang membunuh orangtuamu saja? Kupikir itu lebih bisa realistis.” Aku tidak ingin mengajarinya hal buruk, tetapi kalimat itu terlontar begitu saja dari mulutku. Semoga dia tidak menerima saran ini!
Huo Lin mendadak tersenyum ceria kepadaku. Apa ini? Apa ini? Dia sangat manis, membuat jantungku berdebar!
“Kurasa aku sudah cukup bahagia karena bertemu denganmu yang menyelamatkan aku dari orang-orang jahat. Terima kasih, Luo Xiao ….”
AAA Aku tak bisa! Jangan sampai aku berubah menjadi lolicon! Aku tak mau! Intinya aku tak mau jadi lolicon menjijikan!
“Aku mau ke toilet sebentar ….” Sekarang kabur adalah jalan paling realistis dan dapat kulakukan!
Dalam toilet, aku mencuci wajahku dan mengatur detak jantungku. Kenapa aku bisa sangat terpesona pada gadis kecil itu?! Aku ini Raja Daratan! Sudah berapa banyak istri yang aku tiduri, tetapi kenapa masih saja terpesona pada anak kecil! Ini sangat menjijikan!
Baiklah, atur tarikan napas, mari mulai tenangkan pikiran lagi. Aku bisa! Aku bisa! Ingat bahwa Huo Lin itu seorang anak kecil, sedangkan aku adalah Raja Daratan yang sudah berusia ratusan tahun! Sadarlah, wahai diriku!
Setelah dapat menenangkan diri kembali, akhirnya aku kembali masuk ke dalam kamar. Huo Lin terlihat sudah menunggu dan duduk di kasur. Dari raut wajahnya, aku tahu dia gembira karena dia berhasil membujukku untuk menjadi gurunya, meski memang dia sangat memaksa!
“Kapan kita akan mulai berlatih, Guru?” tanya Huo Lin, sudah sangat antusias untuk memulai hari pertama latihannya.
“Baik!” Huo Lin pun segera mengikutiku.
Kurasa tak apa untuk melatih Huo Lin selang waktu beberapa hari ini. Lagi pula, seleksi kedua Bocah ingusan dan Yue Jian juga masih akan dilakukan seminggu lagi, dan tertutup. Mungkin dengan melatih Huo Lin, aku bisa membujuk gadis itu untuk tak ikut menyusup denganku.
Omong-omong, aku jadi terpikir sesuatu. Huo Lin berasal dari Ras Manusia Naga. Apa jadinya bila dia mempelajari jurus-jurus naga? Kurasa aku masih ingat beberapa jurus yang aku ajarkan pada Luo Ching di kehidupan sebelumnya.
Selama memikirkan hal itu, aku jadi tak sadar bahwa sekarang kami sudah berada di dalam hutan. Mungkin harus aku katakan kalau aku tidak fokus? Seharusnya iya. Hahaha!
“Jadi, Guru, apa yang akan kita buru hari ini?”
“Jangan meniru gaya bicara Yue Jian!” Aku hampir mengira kalau Yue Jian datang tiba-tiba.
__ADS_1
“Tapi sekarang kau kan guruku ….”
“Panggil aku apa saja, asal jangan meniru mereka berdua!”
“Baiklah, Guru Luo!”
Sudahlah, kurasa itu jauh lebih baik. Sekarang ayo fokus berburu sebelum matahari terbenam!
Berjalan dalam hutan sambil memerhatikan sekitar, mendadak telingaku mendengar sebuah suara ledakan. Aku dan Huo Lin pun segera datang ke sumber ledakan tersebut. Lalu, tebak apa yang kami temukan?
“Kukira kalian sekarang sedang bermalas-malasan, Yue Jian, Bocah ingusan,” kataku menyapa dua muridku yang sedang berlatih.
“Guru?” Yue Jian seketika mendekat. “Apakah guru sedang mengawasi kami?”
“Sama sekali bukan!”
“Kenapa Raja kecil ada di sini?” Bocah ingusan langsung masuk dalam percakapan.
“Hanya sedang berburu.” Aku kemudian teringat sesuatu, lalu mengalihkan pandangan kepada Huo Lin. “Huo Lin, hari ini kau berlatih dengan mereka saja.”
Yue Jian dan Bocah ingusan saling memandang, terlihat tak mengerti dengan keadaan. Yue Jian juga terlihat sedang mencerna keadaan.
“Kalau begitu ….” Aku melirik Yue Jian dan Bocah ingusan. “Yue Jian, Bocah ingusan, bimbing adik kalian ini dahulu. Aku ada urusan lain.”
“Guru Luo, tunggu!”
“Guru? Luo?” Yue Jian dan Bocah ingusan tampak tak percaya.
Aku sudah tak mau tahu apa yang terjadi, jadi aku segera pergi meninggalkan mereka, “Mohon bantuannya, kalian semua.”
__ADS_1
Tanggungjawab berhasil dilempar! Saatnya aku berburu dengan tenang dan mendapatkan banyak uang dari Tuan Xie! Aku sangat bersemangat!