Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia
42


__ADS_3

Ini sangat tidak menyenangkan. Jujur. Apakah reinkarnasiku dimaksudkan untuk menjadi seorang guru atau bagaimana? Kenapa selalu saja aku terjebak dalam situasi di mana aku tidak bisa menolak ketika diminta untuk menjadi seorang guru?


“Apa aku tidak boleh menjadi muridmu?”


Sialan. Ketika kau mengatakan itu dengan tatapan seperti itu, mana bisa aku menolaknya! Kau sama liciknya dengan Huo Lin! Semua gadis sama saja!



“Aku takut aku tidak bisa membela diri ketika mereka datang untuk menindasku lagi ….”



Aku mengembuskan napas panjang, menjawab, “Baiklah, Ling Qian, aku akan menjadi gurumu untuk sementara waktu. Akan tetapi, hanya jika kau memenuhi syarat yang aku tetapkan.”



“Syarat?”



Aku tak yakin dia bisa memenuhi syarat ini, jadi ini bisa menjadi salah satu cara pelarian terbaik! Aku akan bisa menghindari takdir ini dengan cara paling elegan!



“Ulurkan tanganmu, aku akan memeriksanya.”



“Tanganku?” Ling Qian memiringkan kepala, tetapi kemudian tetap mengulurkan tangannya ke depan.



“Di dunia ini terdapat tiga jenis Chi, yakni Chi Biasa yang dimiliki banyak orang, Chi Perak yang jauh lebih baik dari Chi Biasa, kemudian Chi Emas, Chi langka yang hanya dimiliki sebagian kecil orang.”



“Lalu?”



“Hanya jika kau memiliki Chi Perak, baru aku akan menjadikanmu sebagai murid.”



“Itu sedikit menakutkan ….”



“Jadi?”



“Kuterima!”



“Baiklah.” Aku perlahan memeriksa Chi yang ada dalam tubuh gadis ini, hanya dari melihat telapak tangannya saja.



Sialan. Aku sepertinya harus mengumpat terus hari ini. Kenapa dia bisa mendapatkan Chi Perak! Harusnya aku meningkatkan syaratnya menjadi Chi Emas!



“Kenapa wajahmu begitu pucat, Luo Xiao?”



Aku menggelengkan kepala, menjawab, “Itu karena kau lulus. Kenapa kau tidak bilang kau memiliki Chi Perak? Dan mengapa para tetua bodoh itu mau membunuh orang dengan bakat langka sepertimu?!”



“Asik!!!” Ling Qian melompat-lompat kegirangan. “Sekarang aku resmi menjadi muridmu, kan, Guru Luo!”



Panggilan ini membuatku DeJavu! Kuharap perjalananku tidak terhambat banyak karena hal ini.



“Apa kita akan langsung memulai latihan, Guru Luo?”

__ADS_1



“Tentu saja tidak.” Aku menerawang sekitar selama beberapa saat. “Perutku lapar, aku tidak sempat makan sebelumnya, jadi kita akan mencari makanan terlebih dahulu.”



“Hm!”



Hm apanya?! Karena kau aku tidak sempat makan makanan yang ada di rumah makan. Sekarang aku harus berburu lagi agar dapat makan. Ternyata menjadi orang baik itu bukan perkara mudah.


***


Angin berembus pelan, aku berdiri tenang dengan pandangan ke depan. Mataku fokus mengamati apa yang ada di depan sana, tidak mau sekalipun memalingkan pandangan ke arah lain.



“Ya, terus seperti itu!” kataku, tenang.



“Guru Luo, latihan macam apa sih ini?!” Itu adalah keluhan yang keluar puluhan kali dari mulut Ling Qian. “Kenapa aku harus berdiri dengan satu kaki sambil mengangkat batu besar dengan kedua tanganku?!”



“Latihan ini adalah latihan paling cocok bagi pemilik Chi Perak,” jawabku. “Para tetua bodoh itu tidak tahu apa-apa tentang Chi Perak!”



Pemilik Chi Perak memiliki cara latihan mereka sendiri, berkultivasi seperti biasa tidak akan menimbulkan efek apa pun pada diri mereka. Jadi, tanpa ada latihan khusus, mereka sama saja seperti orang cacat yang tidak bisa berkultivasi!



“Berapa lama lagi aku harus seperti ini?!” Ling Qian kembali mengeluh.



“Tidak lama. Tunggu sampai matahari terbenam saja, maka kau sudah bisa bebas.”



“Tapi ini masih pagi!”




“Baik!”



Motivasinya sungguh bisa meningkat dalam sekejap. Itu sejujurnya sedikit menakjubkan. Aku akan memberikannya latihan yang sama seperti saat aku berkultivasi di kehidupan sebelumnya! Chi Perak adalah Chi yang dulu aku miliki, jadi aku sangat mengerti akan hal ini!



“Kau pertahankan itu terlebih dahulu, aku akan pergi sebentar,” kataku sembari berbalik arah dan mulai melangkah pergi. “Jangan coba-coba untuk curang, atau aku akan memberimu latihan yang dua kali lipat lebih berat dari ini!”



“Baik, Guru Luo!”



Aku tidak tahu bagaimana raut wajahnya kala mengatakan itu, tetapi aku percaya dia bukan tipe orang yang berbuat curang untuk menipu dirinya sendiri. Meskipun dia memang bukan tipe yang sangat bekerja keras seperti Huo Lin.



Baiklah, tidak bagus jika aku hanya fokus pada kultivasi orang lain. Aku akan berkultivasi sendiri agar semakin dekat dengan pemulihan sempurna dan melampaui diriku yang dulu!


***


Tepat setelah Luo Xiao pergi, Ling Qian terus melanjutkan latihan seperti yang diminta. Akan tetapi, gadis itu tidak mengetahui bahwa keadaan dapat berubah hanya karena kepergian Luo Xiao.



Matahari tampak sudah meninggi. Di dalam hutan, terlihat beberapa pria tua berjalan pelan tepat ke tempat di mana Ling Qian sedang berlatih.



Tidak lama berselang, Ling Qian merasakan sebuah firasat buruk. Akan tetapi, sebelum ia dapat bergerak, dirinya sudah dikepung oleh tiga pria tua.

__ADS_1



“Apa mau kalian?!” bentak Ling Qian, membentuk kuda-kuda kokoh, seolah telah siap untuk bertarung.



Salah satu pria tua kemudian menjawab, “Tidak perlu khawatir seperti itu, Nona Muda.” Dia lantas tersenyum lebar. “Kami hanya menjalankan tugas untuk membawamu pulan ke rumah ….”



“Aku tidak akan pergi bersama kalian!” tolak Ling Qian.



“Bukan kau yang memutuskan hal itu.”



“Si ….” Seketika Ling Qian kehilangan kesadaran tanpa ia tahu mengapa. Pandangannya menjadi gelap dan tubuhnya tak bisa ia gerakkan lagi.


***


Saat hari sudah petang, aku berjalan kembali ke tempat di mana Ling Qian berlatih. Akan tetapi … segera aku mempercepat langkah kala tidak merasakan aura gadis itu dalam jarak yang relative sudah dekat.



“Ling Qian ….”



Benar saja, setelah aku tiba di sana, Ling Qian telah menghilang. Melirik sekeliling, aku melihat sebuah gulungan tergelak di tanah. Aku pun mengambil gulungan tersebut.



Seperti yang sudah kubayangkan, dalam gulungan ini tertulis sebuah tantangan. Tidak kusangka ada orang yang berani menantang Raja Daratan!



‘Pendekar kecil, bila kau ingin gadismu kembali, datanglah ke aula keluarga Ling! Aku akan menunggumu di sana hanya sampai tengah malam hari ini!



Jika kau tidak datang, jangan salahkan aku membunuh gadis cacat ini. Tapi, kau pasti tidak akan membiarkannya, kan?’



“Surat tantangan yang membosankan,” gumamku, pelan. “Namun, dia berani menyakiti muridku, kau pasti sedang menggali kuburanmu sendiri!”



Aku lantas berjalan menuju kota di mana aku bertemu dengan Ling Qian. Aula keluarga Ling pasti berada di kota itu! Aku pasti tidak salah. Akan kubuat mereka merasakan kekuatan dari seorang Raja Daratan!



Aku pun bergegas pergi ke kota untuk menjemput muridku. Jalanan kota di malam hari, lebih sepi dari siang hari. Orang-orang sepertinya sudah beristirahat di rumah mereka masing-masing, kecuali mereka yang memang memiliki urusan atau kegiatan di malam hari, seperti aku.



Aku berjalan sembari menerawang sekitar, mencari-cari papan nama keluarga Ling. Seharusnya keluarga besar seperti mereka memiliki gapura besar bertuliskan nama keluarga mereka di sana!



“Ah, ketemu!”



Akhirnya aku menemukan apa yang kucari, tetapi di depan pintu masuk keluarga Ling ini, terdapat dua orang penjaga. Apakah aku harus menghajar mereka untuk masuk? Sebaiknya jangan gegabah.



Aku mendekati mereka, berkata, “Aku Luo Yan, orang yang akan membawa Ling Qian kembali!”



Mereka tidak tahu nama asliku, kan? Tidak mungkin mereka dapat langsung tahu sih, meskipun aku dulunya seorang Raja Daratan.



Kedua penjaga tadi kemudian saling memandang selama beberapa saat, lalu menganggukkan kepala. Salah satu penjaga itu berkata, “Silakan masuk, Tuan Muda sudah menunggumu.”


__ADS_1


“Ya.”


__ADS_2