Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia
14


__ADS_3

Iya, iya, aku tahu! Kalian sangat berisik! Tidakkah kalian tahu aku dapat membaca pikiran!



Kalian pasti sudah bosan menunggu kapan Yue Jian dan Bocah ingusan itu mengikuti seleksi masuk ke Perguruan Tanah Merah! Iya, hari ini juga mereka akan mengikuti seleksi itu! Kalian ingin aku mengabaikan waktu tiga minggu dan langsung ke seleksi saja, kan! Aku paham, aku paham.



Aku Raja Daratan yang bijaksana dan baik hati akan menuruti keinginan kalian semua, wahai rakyatku! Jangan lupa untuk memujiku!



“Katamu kau tak tertarik untuk menjadi pendekar, Luo Xiao!” kata Huo Lin, tampak cemberut.



“Aku harus katakana berapa kali sih, agar kau paham?” Jujur aku lelah menjelaskan ini pada orang yang tak mau mendengarkan. “Aku datang ke sini hanya untuk melihat, tidak ikut berpartisipasi. Kau tahu, kan, dua orang bodoh yang menyinggung Fang Chu itu.”



“Lalu?”



Jawaban ketus? Tidak masalah!



“Seperti yang sudah kukatakan padamu berulang kali, aku tertarik untuk melihat bagaimana mereka bertarung. Apakah mereka memang memiliki kekuatan besar hingga berani menantang pendekar nomor 1 itu?”



“Sepertinya kau masih menyembunyikan sesuatu!”



“Apa sebenarnya yang ingin kau dengar?! Katakan, aku akan mengatakannya untukmu!”



Ini menyebalkan. Huo Lin sungguh tak peka! Dia mengganggu saja ketika aku sedang berbicara pada rakyatku!



“Sudahlah, lupakan saja. Aku tidak tertarik lagi. Ayo kita masuk.”



“Aku ingin kau mengatakan itu sedari tadi, gadis kecil cerewet!”



Akhirnya, aku dan Huo Lin masuk ke dalam Perguruan Tanah Merah. Para petugas mengarahkan kami masuk ke podium penonton untuk melihat seleksi ini, setelah kami membayar mahal tentu saja. Mereka sangat kapitalis hingga membuat seleksi ini sebagai sebuah pertunjukan.



Masuk ke dalam podium di mana sudah terisi oleh banyak orang, kini aku dan Huo Lin harus mencari kursi untuk duduk. Akhirnya kami mendapatkan dua kursi kosong yang berada di barisan tengah, kami pun duduk di sana sembari menantikan seleksi ini dimulai.



“Penonton yang terhormat, maaf sudah membuat anda sekalian menunggu lama!” Seorang pria bertopeng yang berdiri di balon terbang, menyerukan kalimat itu. Sepertinya dia adalah pembawa acara.

__ADS_1



Lupakan! Dunia ini menjadi sangat aneh. Dulu, di zamanku, tidak ada namanya orang luar yang menonton seleksi masuk suatu perguruan. Ini sangat-sangat tidak masuk dalam akalku.



Tidak lama kemudian, suara lonceng meggema. Lalu, pembawa acara tadi kembali berseru, “Dengan ini, seleksi masuk Perguruan Tanah Merah, resmi dimulai!”



Jadi sekarang yang membuka acaranya hanya seorang pembawa acara? Bukan seorang tetua perguruan atau semacamnya? Kurasa zaman sudah berubah. Kendati berubah menjadi lebih buruk dari bayanganku!



“Baiklah, mari kita saksikan calon pendekar pertama kita!” kata si pembawa acara. “Dia adalah seorang pendekar muda yang telah menjelajahi berbagai tempat untuk menempa dirinya! Mari kita sambut, Mu Lan!”



Seorang pemuda dengan dua pedang di bahunya, masuk ke dalam arena. Dia berdiri tegak, tidak mengatakan apa pun. Namun, aku dapat katakana kalau dia memiliki aura yang cukup hebat.



“Selanjutnya, mari kita sambut pendekar muda dari Ras Manusia Naga, Shi Li!”



Kali ini, seorang gadis dengan satu pedang di tangan, keluar dari sisi lain arena. Dia juga memiliki aura yang bagus, tetapi aku ragu kalau dia bisa mengalahkan pemuda bernama Mu Lan itu.



Pembawa acara pun kembali berkata, “Seleksi pertama, pertarungan Mu Lan dan Shi Li, dimulai!”




Balik ke topik. Mu Lan dan Shi Li sudah saling menyerang. Mereka sama-sama menggunakan pedang, jadi jelas yang terjadi adalah adu pedang yang cukup sengit, seharusnya sih.



Mu Lan melesat ke depan, melepaskan tebasan ke kiri menggunakan pedang di tangan kanannya, dan tebasan ke kanan dengan pedang di tangan kiri. Serangan itu membentuk sebuah gunting. Namun, Shi Li melompat ke belakang, berhasil menghindari serangan ‘unik’ itu, kupikir.



Kali ini, Shi Li yang melesat ke depan, menebaskan pedangnya dengan brutal menggunakan kecepatan tinggi. Akan tetapi, Mu Lan dapat menangkis semua serangan itu dengan keterampilannya mengayunkan dua pedangnya.



“Hebat!!!”



“Lanjutkan!”



“Aku mendukungmu, Mu Lan!!!”



“Jangan kalah, Shi Li!!!”

__ADS_1



Pertarungan dua pendekar muda itu sepertinya berhasil menarik perhatian para penonton. Sayangnya, pertarungan anak kecil itu sama sekali tidak membuatku tertarik. Sebaliknya, aku ingin segera pulang dari sini. Tapi, aku terpaksa harus tetap duduk, menunggu giliran Yue Jian dan Bocah ingusan bertarung.



“Kau sepertinya tidak menikmati pertarungan mereka, Luo Xiao?” tanya Huo Lin.



Aku mengembuskan napas panjang. “Sejujurnya aku berekspektasi terlalu tinggi pada seleksi ini. Tidak aku sangka kalau kekuatan mereka hanya begitu.”



“Kau berkata seolah-olah gerakan hebat mereka tidak ada apa-apanya. Memangnya siapa kau pikir dirimu?”



Tentunya aku seorang Raja Daratan, memang apalagi? Pertarungan mereka sama seperti dua anak kecil baru pertama kali memegang pedang. Sangat biasa dan lemah. Namun, kurasa aku mulai cocok dengan dunia yang dipenuhi makhluk lemah ini. Dengan begitu, aku tak perlu menghawatirkan apa pun juga. Setelah kupikir lagi, itu tak terdengar buruk!



Oh, aku sampai lupa, sekarang suasana menjadi semakin riuh, apakah sudah mencapai \*\*\*\*\*\*\*? Mari kita lihat.



Shi Li tampak memasang kuda-kuda kokoh, pedangnya terarah ke depan, matanya terlihat begitu waspada. Perlahan, aura berwarna ungu membungkus sekujur tubuh gadis itu.



Di sisi lain, Mu Lan juga tak mau kalah. Pemuda tersebut sedikit merendahkan tubuhnya, membentuk kuda-kuda, kedua pedangnya digenggam erat olehnya. Dia rupanya mengeluarkan aura juga, meskipun warnanya hitam, bukan ungu.



Biar kuberitahu, itu adalah Chi yang belum matang! Sangat mirip dengan Chi anak kecil yang belum dapat membentuk kekuatan elemen. Singkatnya, itu sangat lemah! Aku tak sudi bila nanti Yue Jian atau Bocah ingusan kalah pada orang-orang lemah ini.



Sekarang, aku kembali mengamati pertarungan kedua pemuda itu lagi. Aura yang menyelimuti mereka, kini berubah menjadi hewan raksasa yang melayang di belakang mereka.



Shi Li jelas membentuk seekor naga dengan aura ungunya, sedangkan Mu Lan membentuk gorilla. Ini ….



“Hebat sekali para calon pendekar baru Perguruan Tanah Merah tahun ini! Mereka sudah menguasai aura mereka masing-masing!” celoteh sang pembawa acara.



Sebaiknya kau diam, pembawa acara! Kau takt ahu apa-apa! Itu tak lebih dari sekedar aura yang lemah!



“Naga penghancur!” seru Shi Li sembari mengayunkan pedangnya.



“Gorilla hitam mengamuk!” Mu Lan tak mau kalah, mengayunkan kedua pedangnya di dua arah berbeda.


__ADS_1


Naga ungu Shi Li melesat cepat, tetapi gorilla Mu Lan juga bergerak tak kalah cepat.


__ADS_2