
Ling Tian bergerak cepat ke depan, masih tidak menyerah untuk menyerang lawan dengan pukulan beruntun. Salah satu sosok berjubah tersenyum tipis melihat hal tersebut, kemudian menangkis semua serangan dengan tangan kosong. Sosok berjubah hitam tersebut bergeser beberapa langkah, sedikit menjauh dari sosok berjubah lainnya.
"Serahkan dia padaku!" kata sosok berjubah yang kini bertarung dengan Ling Tian.
"Hah ...." Sosok berjubah lain mengembuskan napas panjang. "Dia sepertinya memiliki mainan baru."
Sosok berjubah hitam lain lantas melesat ke depan, menyerang Yue Jian dengan pukulan dan tendangan yang begitu kuat. Tentu Yue Jian tidak mau mengalah, melainkan terus menghindar dan menangkis beberapa serangan menggunakan kedua tangan.
Sosok berjubah yang menyerang Yue Jian membuat Yue Jian sangat kesusahan. Akan tetapi, ketika Zhang hendak membantu pemuda itu, sosok berjubah lain langsung menerjang Zhang hingga terhuyung jauh ke belakang.
Ling Tian, Yue Jian, dan Zhang sudah memulai pertarungan. Di sisi lain, Xian Ji hanya bisa menyaksikan pertarungan dari kejauhan. Sayangnya, ia tidak bisa hanya tinggal diam. Sekarang sosok berjubah hitam terakhir berada di depan sana, tetapi Xian Ji dapat segera mengetahui bahwa dirinya bukan tandingan sosok tersebut.
"Jadi, apa kau juga ingin bertarung?" tanya sosok berjubah hitam itu dengan nada datar. "Ini cukup lucu bila harus kukatakan. Jumlah kelompok kita masing-masing empat orang, dan itu memungkinkan kita untuk bertarung satu lawan satu."
Xian Ji mengepal erat kedua tangan, bersikap setenang yang ia bisa. "Aku juga tak menyangka hal ini bisa terjadi."
"Lalu, apa kau juga tertarik untuk bertarung? Jujur saja aku terlalu lelah dan lemah untuk melakukan hal itu."
Apa yang dipikirkan orang ini? pikir Xian Ji. Mungkinkah dia sengaja memancingku untuk bertarung dengannya begitu saja? Aku tidak terlalu bodoh untuk itu!
"Aku tahu kau memikirkan banyak hal dan berbagai kemungkinan," ucap sosok berjubah sembari mengembuskan napas panjang. "Namun, aku benar-benar diciptakan tidak untuk bertarung. Ini cukup merepotkan, kau tahu?"
__ADS_1
Xian Ji tahu ia tak bisa hanya diam. Dengan hati-hati ia pun menjawab, "Lalu mengapa kau ikut dengan komplotan Raja Daratan itu jika tak ingin bertarung?!"
"Hm...." Sejenak, sosok berjubah hitam berpikir. "Aku hanya tak ingin terjadi sesuatu yang lebih merepotkan dari ini." Mendadak hawa yang keluar dari tubuhnya berubah, membuat Xian Ji sedikit tersentak. "Omong-omong, waktu berbicara sudah habis."
Xian Ji refleks melompat ketika sosok berjubah mendadak menyerangnya dari depan. Akan tetapi, sosok berjubah mengalirkan kekuatan energi ke tangan kanan, lalu meluncurkan satu pukulan ke atas. Dari pukulan tersebut muncul seekor naga berwarna biru yang melesat cepat ke arah Xian Ji.
Tidak ingin mati sia-sia, Xian Ji bergerak ke depan, melapisi diri dengan kekuatan elemen api. Malang, naga berwarna biru tadi berbelok, menyerang Xian Ji yang bertahan dengan menyilangkan kedua lengan di depan wajah.
"Argh!!!" Xian Ji menjerit kala kedua lengannya patah oleh satu serangan lawan. "ARGH!!!"
"Sstt...." Sosok berjubah hitam yang menyerangnya segera berada di atas kepala Xian Ji, lalu menerjang pemuda itu menggunakan tangan kanan. "Kau tidak akan mati, karena Mu Lan tak menginginkan hal itu."
Hanya dengan beberapa serangan, tanpa membuang banyak waktu Xian Ji berhasil dikalahkan. Pemuda itu kini terbanting ke tanah, tak sadarkan diri. Ia kehilangan banyak kekuatan, dan seluruh tulangnya patah.
Sementara itu, di atas sana masih terlihat pertarungan sengit lainnya. Yue Jian Melesat jauh ke belakang, lalu membuat begitu banyak pedang pendek dari kekuatan energi, melayang di sekitarnya. Pedang-pedang itu kemudian melesat ke arah sosok berjubah yang bertarung dengan penuh semangat.
"Cih!" Yue Jian melayang tinggi saat melihat semua serangannya berhasil ditangkis oleh sosok berjubah hanya dengan menggunakan satu pedang. Gerakan sosok berjubah itu dalam menggunakan sangat cepat dan tepat.
"Kau tidak akan bisa lari dariku!" Sosok berjubah segera melesat ke arah Yue Jian, mengayunkan pedang dengan cepat dan kuat. Dia benar-benar tidak memberi Yue Jian banyak ruang untuk bergerak.
Yue Jian tidak mau kalah, langsung bergerak zig-zag ke belakang, menghindari semua tebasan pedang. Sayangnya, beberapa tebasan pedang tidak berhasil dihindari, membuatnya mendapat beberapa luka di dada hingga tangan.
__ADS_1
"Hahaha! Teruslah berlari seperti pengecut!" Ayunan pedang sosok berjubah masih terus bergerak dengan cepat.
"Kau akan menyesal telah bergabung dengan Mu Lan!" Yue Jian melapisi diri menggunakan zirah dari kekuatan energi. Pemuda itu pun lantas mengambil satu langkah cepat ke belakang, lalu menahan tebasan pedang lawan menggunakan tangan kiri yang telah dilapisi oleh zirah. "Jangan meremehkanku!"
Tanpa banyak membuang waktu, Yue Jian melepaskan satu tendangan keras ke rusuk lawan dengan kaki kanan. Lawannya terkena serangan cepat itu, tetapi serangan tersebut tidak mampu untuk membuat musuh tumbang. Namun, Yue Jian tidak menyerah dan segera menyerang menggunakan banyak anak panah yang terbuat dari kekuatan energi.
Sosok berjubah segera melesat mundur, tetapi serangan anak panah Yue Jian terus mengikuti sosok tersebut. Dalam keadaan itu, sosok berjubah membuat sebuah pelindung yang menangkis semua serangan.
"Ha!!!" Yue Jian melesat ke depan, menebaskan pedang yang terbuat dari kekuatan energi. Tebasan pedang itu sangat kuat, hingga membuat pelindung musuhnya sedikit goyah. "Rasakan ini!!!"
Yue Jian sungguh berhasil membuat lawannya terdesak hingga tak bisa melakukan apa pun. Hal ini membuat kepercayaan diri pemuda itu meningkat, sehingga moral bertarungnya pun mencapai puncak. Dia merasa bisa memenangkan pertarungan.
Sebelum Yue Jian sungguh dapat menang, mendadak dia merasakan sebuah serangan melesat ke arahnya dari atas. Meski dengan berat hati, dia segera melesat mundur sembari terus mengawasi musuh.
"Cih!" Yue Jian menggenggam erat pedang di tangan kanannya ketika melihat Mu Lan datang dan berdiri sejajar dengan lawannya tadi. "Brengsek...."
Mu Lan menatap Yue Jian dengan tatapan kosong, berkata, "Tidak kusangka bahwa kau sangat hebat." Dia menunda kalimatnya selama beberapa saat. "Murid dari Luo Xiao memang tidak bisa diremehkan."
"Brengsek!" Emosi Yue Jian sedikit tersulut. "Kau pasti menjebak guruku! Cepat kembalikan Huo Lin dan guruku!"
"Kembalikan?" Mu Lan memiringkan kepala. "Tidak masalah. Tapi, kalian harus mengikat diri kalian sendiri dan mengikuti kami. Itu adalah syaratnya."
__ADS_1
"Mana mungkin aku bisa masuk dalam perangkap yang sudah jelas itu!" Yue Jian menghentikan pembicaraan dan segera menyerang Mu Lan menggunakan banyak anak panah dari kekuatan energi. "Aku akan menghabisimu sekarang juga!"
"Sayang sekali...."