
“Cukup, Luo Xiao!”
Lihatlah siapa yang datang. Orang paling berkuasa di daratan saat ini yang tidak bisa ditentang oleh siapa pun! Siapa lagi kalau bukan Chi Ling sang Raja Daratan atau lebih baik aku memanggilnya Ling Chi sekarang?
“Yang Mulia.”
Ling Tian beserta para pengawalnya segera bersujud kepada Ling Chi. Mereka tampak sangat menghormati muridku yang satu ini.
“Aku hanya ingin memberitahu bahwa mereka yang memulai ini,” kataku, santai, tidak sedikit pun merasa perlu untuk bersikap segan di sini.
“Lancang!” kata Ling Tian. “Semuanya, bersiap untuk menyerang!”
“Cukup!” Ling Chi memperlihatkan tatapan tajam pada Ling Tian dan pengikutnya, serta mengeluarkan aura intimidasi.
“Maaf, Yang Mulia ….” Ling Tian serta pengawalnya segera bersujud kembali. Mereka tidak berani membantah Ling Chi sama sekali.
Ling Chi kemudian mengalihkan pandangannya padaku. Aku dapat tahu bahwa dia ingin mengembuskan napas panjang, tetapi tidak bisa melakukannya. Namun, kau tidak bisa menyalahkanku karena hal ini. Salahkan saja mengapa keluargamu begitu arogan!
“Aku sudah tahu semuanya,” kata Ling Chi, tidak lagi mengeluarkan aura intimidasi. “Luo Xiao, sebagai kompensasi atas ini, aku akan memberimu ramuan obat untuk menyembuhkan Ling Qian.”
“Tapi, Yang Mulia …,” Ling Tian hendak protes.
Seketika Ling Chi melirik tajam pria itu, berkata, “Kau berani mempertanyakan keputusanku?”
“Tidak berani, Yang Mulia ….” Hanya dengan satu kalimat, Ling Tian segera terdiam dan menundukkan kepala lagi.
“Selain itu,” Ling Chi kembali menatap ke arahku. “Aku akan membiarkanmu masuk ke Gerbang Tanah Utara untuk menyelesaikan masalah ini. Bagaimana? Apa kau masih kurang puas dengan kompensasi ini?”
“Gerbang Tanah Utara?” Aku memiringkan kepala.
“Itu adalah tanah misterius di mana kau bisa menemukan banyak barang-barang atau pun tumbuhan berharga. Kuota untuk memasukki tempat ini terbatas, tetapi aku bisa menyisihkan satu untukmu.”
“Kalau begitu, aku akan terima, tetapi ….” Aku melirik Ling Qian sejenak. “Kau harus memberikanku dua kuota, baru masalah ini aku anggap selesai.”
“Kau!!!” Ling Tian kembali tersulut emosi, tetapi lagi-lagi Ling Chi membungkam pria itu dengan tatapan tajamnya.
“Sekali lagi kau berbicara,” kata Ling Chi. “Aku akan langsung mengirimmu ke neraka.” Tampaknya Ling Chi sangat serius dengan apa yang diucapkannya. Apakah dia sungguh tidak peduli dengan Tuan Muda keluarga Ling?
__ADS_1
“Bagaimana?” tanyaku, memastikan.
Ling Chi mengembuskan napas panjang, lalu mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya. “Ambillah.” Dia melemparkan dua buah token berwarna merah padaku. “Itu adalah dua kuota memasukki Gerbang Tanah Utara.”
“Sepakat!”
***
Aku membawa Ling Qian ke penginapan, lalu meminumkan ramuan yang diberikan Ling Chi. Aku pun membaringkan gadis tersebut, menyelimutinya dengan selimut, kemudian duduk di sebelahnya.
Ramuan yang diberikan Ling Chi bukanlah ramuan biasa, melainkan ramuan ajaib. Itu dapat terlihat dengan adanya cahaya yang menyelimuti sekujur gadis ini setelah meminum ramuan tadi. Selanjutnya, luka-luka di tubuh gadis ini pun perlahan sembuh.
“Sepertinya ada tamu yang menungguku di luar,” gumamku, segera bangkit dan keluar dari ruangan.
Setibanya di luar penginapan, aku pergi ke tempat yang sepi, lalu muncullah orang yang sedari tadi menguntitku. Sepertinya dia memerlukan sesuatu atau hal lainnya.
“Apa yang membuatmu menguntit gurumu sendiri, Chi Ling?” tanyaku dengan nada datar.
Chi Ling yang sekarang bernama Ling Chi, berdiri di belakangku, menjawab, “Aku hanya ingin menanyakan satu atau dua hal, Guru.”
“Satu atau dua hal? Tidak apa sih, selama aku mau menjawab akan kujawab.”
“Pertanyaan konyol apa itu?” Pertanyaannya memang konyol, tidak kulebih-lebihkan sama sekali. “Aku menerima murid karena terpaksa dan tidak ada niat untuk mendirikan perguruan. Apalagi mendaki puncak dunia lagi? Menjadi seorang Raja Daratan? Pencapaian yang sama untuk apa digapai dua kali? Aku tidak memerlukannya.”
“Kalau begitu, Guru—”
“Aku tidak tertarik sama sekali, Chi Ling.” Aku langsung memotong kalimatnya. Anak ini paling ingin aku membantunya atau hal lain, aku tidak tertarik. “Aku sudah memutuskan untuk mencapai tujuanku: menjadi orang baik dan menyelamatkan Ling Chen.”
“Jadi begitu, ya ….”
Aku jadi teringat sesuatu. “Omong-omong, kenapa nama keluargamu sama dengan Ling Chen?”
“Guru serius tidak tahu?”
“Kau ingin merasakan pukulan seriusku?”
“Tidak, tidak.” Ling Chi lantas menjelaskan, “Sederhananya, keluarga Ling adalah keturunan Ling Chen yang tercampur dengan Ras Manusia Qi Lin.”
“Ah … aku paham.”
__ADS_1
“Omong-omong, keluarga Huo—Ras Manusia Naga—adalah keturunanmu yang tercampur, Guru ….”
“Ugh! Itu menyakitkan mengetahui bahwa keturunanku sangat picik dan lemah ….”
Omong-omong, aku jadi penasaran dengan garis keluarga anak ini—raga dari tubuh yang kuambil alih ini. Kenapa dia bisa memiliki darah Ras Manusia Murni? Yue Jian dan Zhang juga memiliki darah yang sama.
Meski aku sangat penasaran, aku tidak mau menanyakan hal ini pada Chi Ling. Namun, ini bukan berarti aku tidak percaya padanya, hanya karena aku rasa lebih baik untuk mencarinya sendiri.
“Apa guru mau menanyakan hal lain?”
Kenapa kau bertingkah seperti tahu isi pikiranku? Ah, sudahlah.
Aku mengembuskan napas panjang, mulai melangkah pergi sambil melambaikan tangan, berkata, “Tidak ada apa-apa. Cukup kau urus urusanmu saja, akum au kembali beristirahat.”
“Baik, Guru!”
“Satu lagi.” Aku berhenti sejenak. “Jangan menguntitku lagi!” Segera setelah itu aku kembali melangkah pergi ke dalam penginapan. Ini sudah saatnya untuk beristirahat! Semoga tidak ada yang mengganggu lagi!
***
Di reruntuhan aula keluarga Ling, terlihat seorang pria berotot tengah menghentakkan kakinya dengan keras. Hentakan itu menimbulkan suara nyaring dan membuat lantai aula pecah.
Tubuh pria itu tampak berapi-api, kemudian dia berkata, “Sialan! Ini sangat memalukan! Raja Daratan bahkan sampai membentakku karena bocah busuk itu!”
“Tuan Muda, tenanglah ….” Salah seorang pengawal mencoba menenangkan.
Ling Tian melirik pengawal itu dengan tatapan tajam, menjawab, “Kau berani menegurku?!”
“Tidak berani, Tuan Muda,” jawab pengawal tadi yang langsung bersujud, diikuti oleh pengawal lainnya.
Sebelum Ling Tian mengamuk, mendadak datang seorang pria tua dengan rambut putih panjang, masuk ke dalam reruntuhan aula. Pria itu berkata, “Kenapa kau begitu resah, Ling Tian?”
Segera setelah mendengar suara itu, Ling Tian mengembuskan napas panjang, menenangkan diri, menjawab, “Bocah busuk bernama Luo Xiao yang menyamarkan namanya menjadi Luo Yan itu membuatku muak, Ayah.”
“Kau sangat membencinya sampai melukai adikmu lagi untuk memancingnya kemari?”
“Ling Qian bukan adikku!” bentak Ling Tian. “Lagi pula, jika ayah menganggapnya sebagai anak, mengapa ayah tidak menjaganya dan malah menutupi identitasnya?!”
“Semua orang memiliki takdir mereka sendiri.”
__ADS_1