Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia
20


__ADS_3

Di dalam hutan dekat dengan kota Angin, terdapat sebuah lapangan yang cukup luas. Akhir-akhir ini, tempat ini dijadikan tempat latihan oleh dua orang pendekar muda yang penuh semangat.


Hari ini, tepat pada pagi hari, kedua pemuda itu mendapat teman latihan baru, yaitu seorang gadis kecil. Mereka berdua mengenal gadis ini dan dengan tulus membantu gadis tersebut memulai karirnya di dunia bela diri.


“Jadi, apa yang harus aku lakukan pertama kali, Kak Yue Jian?” tanya Huo Lin, bingung akan apa yang mesti dilakukan seorang pendekar dalam memulai latihan.


Yue Jian tidak berpengalaman dalam melatih seseorang. Ketika berlatih dengan Luo Xiao, awalnya dia hanya dihajar habis-habisan, baru kemudian diberikan formula latihan.


“Kurasa hal paling dasar dalam berlatih seni bela diri ialah membentuk kuda-kuda yang kokoh!” jawab Yue Jian setelah berpikir selama beberapa saat.


“Kau salah, Yue Jian!” potong Zhang. “Dalam bela diri kita pertama-tama harus bertarung untuk merasakan adrenalin!”


Bang!


“Jangan samakan gadis kecil ini dengan maniak sepertimu!” tegur Yue Jian sambil memukul kepala Zhang.


“Jadi, bagaimana kuda-kuda yang baik untuk pembela diri?” Huo Lin tidak terlalu menghiraukan tingkah Yue Jian dan Zhang.


“Sebelum itu, ayo kita pergi ke tempat lain.” Yue Jian segera membawa Huo Lin untuk pergi ke tempat yang cukup jauh dari Zhang. Dia tampaknya tak ingin Zhang mengganggu latihan mereka.


Beberapa saat kemudian, setelah melihat mereka berada cukup jauh dari Zhang, Yue Jian berkata, “Pada dasarnya, kuda-kuda yang bagus itu harus kokoh.”


“Seperti ini?” Huo Lin mempraktekkan kuda-kuda seperti yang dia bayangkan.


“Coba lebih rendahkan lagi tubuhmu. Sedikit lebarkan kakimu.”


“Seperti ini?” Tubuh Huo Lin gemetar seperti hendak jatuh, tetapi gadis itu tetap berusaha untuk menguasai hal dasar dalam dunia pendekar ini.


“Untuk pertama kalinya, itu memang tidak begitu nyaman. Namun, jika kau sudah terbiasa, kau akan merasakan efeknya.”


“Baik! Aku akan berusaha!”


Huo Lin pun terus melanjutkan latihan bersama Yue Jian. Sementara itu, Zhang hanya dapat berlatih seorang diri, karena Yue Jian menyuruhnya untuk tidak mengganggu. Pemuda itu pun hanya bisa menurut saja tanpa dapat membantah.


...***...

__ADS_1


Betapa senangnya hatiku! Dewa sedang sangat baik padaku hari ini. Dia dengan dermawan menuntunku ke rawa-rawa di mana banyak babi hutan sedang berendam. Ini adalah hari baik. Semoga saja dewa terus berbaik hati padaku.


“Saatnya pulang!”


Aku segera berjalan kembali ke kota setelah memasukkan babi-babi hutan tadi ke dalam cincin penyimpananku. Aku rasa dengan menjual hewan-hewan ini aku dapat menghasilkan uang banyak sehingga tak perlu memikirkan mencari uang lagi selama setidaknya satu bulan. Dewa, kau sangat dermawan.


Dengan hati yang riang gembira, aku pergi ke tempat di mana biasanya aku menjual hewan buruanku. Seperti biasa, aku disambut oleh orang baik hati yang dikirimkan dewa untukku.


“Luo Xiao, apa kabarmu?” tanya Tuan Xie, menyambut dengan sapaan hangat. “Sepertinya kau sedang sangat bahagia.”


“Kurang lebih begitulah, Tuan Xie.” Aku segera mengeluarkan babi-babi hutan tadi dari cincin penyimpananku.


“HEBAT! KAU DAPAT BANYAK HARI INI!”


“Hahaha! Dewa memang sangat baik dan dermawan!”


Seperti yang sudah aku harapkan, aku mendapatkan banyak uang dari hasil penjualan hewan buruan ini. Tampaknya aku memang dapat bertahan setidaknya beberapa bulan dengan hasil buruan ini. Aku sangat bahagia hari ini! Hahahaha! Terima kasih, dewa!!!


Setelah aku mendapatkan bayaran dari Tuan Xie atas hasil buruanku, aku tidak langsung pergi ke dalam hutan untuk menjemput Huo Lin, melainkan ke suatu tempat di sudut kota ini. Aku menemukan tempat ini sebelumnya, jadi aku berniat untuk mengunjunginya sekali lagi.


“Tuan Berjubah datang lagi.”


Kini, banyak orang, baik dewasa, remaja, maupun anak-anak dengan pakaian kumal, mendekat ke arahku. Mereka adalah orang-orang yang baik, hanya saja tidak mendapatkan tempat yang layak untuk sekedar tinggal.


“Xiao Yan, bagaimana kabarmu?” tanyaku sembari memeluk anak laki-laki pertama yang memanggilku.


“Hehe. Aku jadi lebih baik ketika Tuan Berjubah datang lagi,” jawab Xiao Yan. Dia sepertinya senang dengan keberadaanku di sini. Aku merasa tersanjung dapat diterima oleh mereka.


“Kalau begitu, mari kita rayakan kesenanganmu itu!” Aku menggendong Xiao Yan yang tubuhnya sedikit lebih kecil dariku, kemudian aku mengeluarkan sisa babi hutan yang belum kujual. “Ayo kita berpesta hari ini!”


“Ya!!!”


Para penduduk pun segera menyalakan api dan membersihkan babi hutan yang tadi aku bawa. Mereka mengerjakan semuanya bersama, tidak ada yang hanya melihat. Melihat kekompakan mereka membuatku senang bisa membantu orang-orang ini.


Hari ini adalah hari baik! Menyebar kebaikan akan membuatmu merasa lebih baik!

__ADS_1


...***...


Aku tidak menyangka, pesta bersama orang-orang itu membuatku lupa waktu. Matahari tampaknya sebentar lagi akan tenggelam, jadi setelah aku memberikan setengah dari uangku pada para penduduk itu, aku memutuskan untuk pergi menjemput Huo Lin. Semoga saja mereka masih belum kembali ke kota.


Berjalan masuk ke dalam hutan, akhirnya aku menemukan Yue Jian, Bocah ingusan, dan Huo Lin sedang bersiap untuk kembali. Apakah ini yang disebut dengan tepat waktu?


“Guru, akhirnya kau datang …,” kata Yue Jian. “Untung saja kami belum kembali ke kota.”


“Hehe, maafkan aku,” kataku. “Ayo kita kembali! Aku akan mentraktir kalian!”


“Sungguh?!” Bocah ingusan tampak riang. “Asik!!!”


Sepanjang perjalanan kembali, Bocah ingusan tidak menutup-nutupi kegirangannya. Di sebelahnya ada Yue Jian yang berjalan dengan tenang, dan aku tak tahu apa yang dia pikirkan tentunya.


“Bagaimana latihan hari pertamamu?” tanyaku pada Huo Lin yang berjalan di sebelah kiriku. “Apakah menyenangkan?”


“Itu melelahkan, tapi ….” Lagi-lagi Huo Lin menunjukkan senyum tulusnya. “Tadi sangat menyenangkan!”


Ingatlah, Luo Xiao, kau sudah tua! Gadis ini masih belum cukup umur! Jangan menjadi lolicon!


“Ehem, ehem!” Aku harus menunjukkan wibawaku sebagai seorang guru di sini! “Aku ikut sebagai gurumu, turut senang karena kau sangat bersemangat! Aku akan mentraktirmu makan apa pun yang kau mau!”


“Kau sangat baik hari ini, Raja kecil! Aku akan sangat bahagia kalau kau melakukannya tiap hari!” Bocah ingusan sialan itu sangat tidak bisa melihat kondisi!


“Kau hanya akan mendapatkan makanan bayi, Bocah ingusan!”


“Tak mungkin! Kau sangat curang, Guru kecil!”


“Tidak ada gunanya protes!”


Perjalanan kembali dari hutan hari ini, berlangsung dengan cukup ribut. Namun, aku rasa bukan sebuah hal yang buruk. Ya, setidaknya begitu, kupikir.


“Apakah tadi itu juga berarti kau akan membelikanku pakaian dan lain-lain, Guru Luo?”


Dewa!!! Kenapa kau mempertemukanku dengan gadis licik ini! Aku akan mengutukmu, dewa jahat! Kau sungguh kejam!

__ADS_1


__ADS_2