Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia
81


__ADS_3

Baiklah, sudah tak ada cara lagi untuk menghentikan mereka. Saatnya menggunakan kartu AS. Semoga kali ini bisa membuat mereka goyah walau hanya sesaat.



“Sepertinya memang tekad kalian sudah bulat,” kataku, pelan, kemudian melirik ke arah Xian Ji. “Namun, aku tidak merasa bahwa kau cukup kuat untuk bisa ikut dalam pertempuran kali ini, Xian Ji.”



“Tapi aku sudah menguasai kekuatan elemen!” bantah Xian Ji, membenarkan diri untuk mengikuti pertempuran kali ini.



Sejenak aku melirik Yue Jian, tetapi kemudian kembali memalingkan pandangan pada Xian Ji. “Mereka semua, termasuk kami sudah menggunakan kekuatan energi. Ini memang tingkatan kekuatan Chi yang satu langkah di atas kekuatan elemen, tetapi perbedaannya sangat besar.”



Xian Ji hanya diam, tetapi dari tatapan matanya itu aku bisa melihat semangat membara. Sesuai dengan dugaan, memang orang ini akan tetap ikut bagaimana pun aku berbicara. Baiklah, sudah selesai basa-basi. Jika dia memang ingin pergi, maka biarlah itu terjadi.



Aku pun perlahan melayang, berkata, “Terserah kalian jika ingin ikut.” Aku diam sejenak. “Namun, kalian harus berjanji padaku untuk tetap hidup!”



“Ya!” Yue Jian, Zhang, Ling Tian, dan Xian Ji segera melayang sejajar denganku. Mereka bertiga sedikit pun tak terlihat ragu, menandakan betapa marah serta percaya diri mereka bisa mengalahkan Mu Lan.



Tanpa banyak berbicara lagi, aku segera melesat cepat ke gunung tertinggi. Akan tetapi, sekali lagi aku menggunakan kecepatan penuh, meninggalkan mereka semua di belakang. Aku akan menghabisi Mu Lan sendirian sebelum mereka berhasil menyusul!



Menggunakan kecepatan penuh, aku akhirnya berhasil tiba di puncak gunung tertinggi pada tengah malam. Awalnya aku hendak menghancurkan gunung ini, tetapi mengingat keberadaan Huo Lin masih belum jelas, aku tidak bisa melakukan semua itu. Ini menyebalkan!



Perlahan aku berjalan di antara pepohonan hingga akhirnya tiba di depan sebuah gua yang ditutupi batu besar. Tempat ini ditutupi oleh akar pepohonan, tetapi aku masih bisa mengenalinya dengan jelas.



Melapisi diri menggunakan kekuatan elemen, aku menyatu dengan batu, menerobos masuk tanpa memecahkan batu penutup. Benar seperti dugaan, di dalam gua ini terdapat sebuah lorong panjang yang diterangi oleh banyak obor. Akhirnya aku menemukanmu, Mu Lan.



Tanpa mengatakan apa pun, berjalan perlahan sembari menyamarkan hawa keberadaan, aku berhasil tiba di ujung lorong. Ternyata, terjadi sesuatu yang tak kusangka. Belum aku berhasil bersembunyi, terlihat Mu Lan bersama dengan empat sosok berjubah hitam telah berjejer, menanti kehadiranku.

__ADS_1



“Kurasa ini terlalu lama, Luo Xiao,” kata Mu Lan yang berada di tengah-tengah. “Kau tidak sepintar yang kubayangkan. Bahkan tidak tahu bahwa kami sedang menjebakmu.”



Terserah apa katamu, aku memang sengaja masuk melalui pintu depan. Memang kalian sudah mengatur semua ini, tetapi kekuatan mutlak akan menghancurkan semua rencana!



“Bukankah kau yang selama ini bersembunyi?” balasku dengan nada datar.



“Ah, kau benar.” Mu Lan perlahan bergerak ke samping, diikuti oleh sosok-sosok berjubah hitam, seolah memberi jalan.



“Brengsek!” Aku tanpa ragu melesat ke depan, meluncurkan pukulan keras ke arah Mu Lan. Akan tetapi, mereka mendadak menjauh ketika sebuah lingkaran berwarna merah menyala mengurungku.



Sial. Mereka membuatku hilang kendali ketika melihat Huo Lin yang tak sadarkan diri, diikat tanpa busana di dalam sebuah sangkar besar! Para brengsek ini takkan kumaafkan!




Aku menghentakkan kaki, menciptakan tembok dari kekuatan energi berwarna biru yang menghalangi pilar-pilar tadi. Kemudian, tidak membuang waktu lagi, aku melesat ke depan, melapisi kedua tangan dengan kekuatan energi, lalu menghancurkan sangkar yang mengurung Huo Lin.



“Huo Lin ….” Aku segera melepas jubah hitam yang selalu kugunakan, kemudian menutupi tubuh gadis itu. Secepat mungkin aku melepaskan semua tali yang mengikat tubuhnya, kemudian menggendongkan. “Sekarang kau sudah aman. Aku akan membawamu keluar.”



“Ke mana kau mau pergi?” tanya Mu Lan dengan tenang berdiri di pintu keluar. “Bukankah kita bisa mengobrol sebentar?”



Sejenak aku melirik sekitar, menemukan bahwa keempat sosok berjubah hitam tadi sudah menghilang. Si brengsek ini pasti merencanakan sesuatu!



“Jangan berani kau mengganggu murid-muridku lagi, Mu Lan!”

__ADS_1



Hanya dalam satu hentakan kaki, aku sudah berada tepat di depan Mu Lan. Satu tendangan kencang aku luncurkan menggunakan kaki kanan, tetapi dia berhasil melompat tinggi, sehingga tendanganku hanya bisa membuat dinding lorong hancur.



“Itu tadi sangat nyaris,” kata Mu Lan yang sekarang berdiri di belakangku, menyerang menggunakan ayunan pedang dari kekuatan energi.



Aku hanya diam, membiarkan serangan itu menghantam punggungku. Tepat seperti dugaan, dia tidak bisa melukaiku walau hanya sedikit. Kekuatannya tidak akan pernah bisa mencapaiku.



“Kau hanya sedang mencari mati.” Aku berbalik, melesat ke depan sambil sekali lagi meluncurkan tendangan dengan kaki kanan. Kali ini tendanganku berhasil menembus perutnya, tetapi dia malah tersenyum lebar.



“Ini adalah kekuatan spesial yang kudapatkan dari tuanku!” Mu Lan masih berdiri tegak ketika aku mengambil satu langkah ke depan. Dia kemudian lanjut berkata, “Ini adalah kuburanmu, Luo Xiao.”



Tepat setelah kalimat itu keluar dari mulut Mul Lan, tanah kemudian bergetak. Jalan keluar sudah tertutup, kemudian banyak garis berwarna merah muncul di sekitar. Bersamaan dengan itu pula, Mu Lan menghilang dari pandanganku, berubah menjadi debu.


...*** ...


Yue Jian melesat dengan cepat di udara, diikuti oleh Zhang, Ling Tian, dan Xian Ji. Mereka berempat melesat secepat mungkin karena sudah ditinggalkan oleh Luo Xiao. Tentunya mereka mengerti mengapa Luo Xiao meninggalkan mereka, tetapi saat ini hal itu bukan hal penting bagi mereka.



Sayangnya, ketika mereka sedang terburu-buru, mendadak ada empat orang berjubah menghalangi di depan sana. Empat sosok berjubah hitam tersebut berjejer, seperti tidak memberi ruang agar orang lain bisa lewat.



“Kalian menghalangi jalan!” Yue Jian tanpa ragu mengumpulkan kekuatan energi ke tangan kanan, lalu melepaskan pukulan keras. “Terima ini!”



“Kau sangat sombong,” ucap salah satu sosok berjubah, menangkis serangan Yue Jian dengan tangan kanan, lalu meluncurkan pukulan ke perut Yue Jian menggunakan tangan kiri. Yue Jian terdorong ke belakang, lalu ditangkap oleh Zhang.


“Sepertinya mereka merupakan teman Mu Lan!” ucap Zhang.



Di sisi lain, Ling Tian yang sudah terlanjur tersulut emosi segera melesat ke depan, meluncurkan banyak pukulan beruntun tanpa henti. Pemuda itu dengan cepat mengincar salah seorang sosok berjubah. Malangnya, sosok berjubah itu berhasil menangkis semua serangan Ling Tian, kemudian meluncurkan serangan balasan dengan satu tendangan.

__ADS_1



Ling Tian terhuyung ke belakang, hampir kehilangan keseimbangan, tetapi masih bisa melayang di udara. Sorot matanya tajam, sekujur tubuhnya dilapisi oleh kekuatan energi.


__ADS_2