Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia
69


__ADS_3

Mu Lan dan dua orang berjubah hitam lain, kini datang. Yue Jian serta teman-temannya tidak gegabah menyerang, mereka dengan sabar mengamati situasi dan terus waspada.



“Apakah kita memang harus menghadapi para sampah ini bersama-sama, Mu Lan?” tanya orang berjubah di sebelah kanan Mu Lan sambil menguap. “Kurasa mereka semua bisa hancur hanya dengan satu jentikan jari.”



Mu Lan melirik orang berjubah itu sejenak, lalu mengalihkan pandangan kembali kea rah Yue Jian. “Mereka memang lemah, tetapi guru mereka sedikit layak untuk diperhitungkan.”



“Ah, ini sedikit menyebalkan sebenarnya,” sahut orang berjubah di sebelah kiri Mu Lan. “Bukankah kau sudah membunuh orang itu? Mengapa Tuan sungguh mengira dia bisa masih hidup.”



“Apa yang bisa kita lakukan hanya menuruti perintah,” jawab Mu Lan, perlahan mendarat diikuti oleh dua orang berjubah, membuat pasukan keluarga Ling mundur, sedangkan pasukan keluarga Xuan tetap berada di posisi.



Keberadaan Mu Lan sendiri sudah bisa meningkatkan semangat juang pasukan keluarga Xuan yang tadi sempat turun. Ditambah, dua orang berjubah yang dibawa Mu Lan juga berada di sini untuk membantu mereka.



“Raja Daratan di pihak kita!!!” seru seorang pendekar.



“Kali ini kita bisa mengalahkan keluarga Ling itu!!!” sahut pendekar lain.



“Hidup Raja Daratan!!!”



Teriakan pasukan keluarga Xuan membuat suasana menjadi riuh. Tidak hanya itu, kembalinya semangat bertarung mereka membuat pasukan keluarga Ling sedikit goyah.



“Jangan gentar!!!” seru Ling Tian, tegas. “Mereka hanya bertambah tiga orang saja! Itu tidak akan mengubah kemenangan kita!”



Pendekar pasukan keluarga Ling pun saling melirik satu sama lain, lalu seorang di antara mereka segera berseru, “Hidup keluarga Ling!!!”



“Hidup Tuan Muda Ling Tian!!!”


__ADS_1


“Kejayaan bagi keluarga Ling!!!”



Semangat pasukan keluarga sekali lagi meningkat. Kharisma yang dimiliki oleh Ling Tian memang tidak bisa diremehkan. Dia sanggup meningkatkan moral pasukan hanya dengan beberapa kata.



Sementara itu, Yue Jian sedikit tersenyum ketika melihat orang-orang di belakangnya bersemangat. Ia berhasil tenang kembali dan melihat situasi secara objektif.



“Mau melakukannya?” Zhang yang berdiri di sebelah kanan Yue Jian terlihat membunyikan jari-jari tangan.



Bukan hanya Zhang yang tersulut semangat bertempurnya, tetapi juga Huo Lin, Ling Qian, bahkan Ling Tian juga sama. Mereka seperti sangat yakin bisa mengalahkan musuh.



“Ini sepertinya menjadi menarik, Mu Lan!” Sosok berjubah di sebelah kanan Mu Lan, melepaskan jubahnya, memperlihatkan sosok seorang gadis dengan pakaian minim. “Aku ingin bersenang-senang dengan mereka.”



“Kalian terlalu banyak bicara.” Sosok berjubah di sebelah kiri Mu Lan segera menjentikkan jari, menyerang Yue Jian menggunakan tombak energi berwarna biru yang melesat dengan cepat.




“Ah …. Aku suka itu!” Gadis berpakaian minim segera melesat ke depan, menyerang dengan pukulan beruntun. “Akan kutunjukkan bagaimana cara benar untuk menyiksaa mereka, Mo Shin!”



Alih-alih berhasil melumpuhkan musuh, serangan gadis itu malah berhasil ditangkis oleh Huo Lin dan Ling Qian bersama-sama. Kedua gadis itu bergerak bersama, bergantian menahan pukulan beruntun tadi.



“Sepertinya kau gagal,” gumam sosok laki-laki berjubah bernama Mo Shin.



Seperti tidak mengindahkan apa yang terjadi, Zhang dan Ling Tian melesat bersama menyerang laki-laki berjubah di sebelah kiri Mu Lan. Ling Tian menyerang dengan sambaran petir, sementara Zhang menggunakan bola energi berwarna biru yang berbentuk kepalan tangan.



Sayangnya, Mo Shin bisa menangkal serangan mereka tanpa perlu berpindah tempat. Dia menggunakan perisai energi untuk menggagalkan serangan musuh. Akan tetapi, Zhang dan Ling Tian tidak menyerah, langsung melesat ke depan, menyerang dari jarak dekat.



Ketika dua rekannya sedang bertarung, Mu Lan terlihat santai, lalu berkata pada Yue Jian, “Apa kau yakin tidak mau membantu mereka?” Dia dengan sengaja diam sejenak. “Atau kau mau bertarung melawanku?”

__ADS_1



Wajah Yue Jian tetap datar, sementara matanya masih fokus mewaspadai sekitar dan juga gerak-gerik Mu Lan. “Aku tidak perlu terburu-buru.”



Mu Lan tersenyum tipis. “Aku katakana padamu bahwa Mo Shin dan Ye Fing itu kuat. Meremehkan mereka akan membuat kalian mati.” Segera setelah mengatakan itu, Mu Lan meluncurkan serangan berupa pedang energi yang melesat cepat ke arah Yue Jian.



Meski menerima serangan mendadak, Yue Jian dengan sigap menghindar ke sebelah kanan, lalu meluncurkan serangan balasan. Ia menyerang Mu Lan menggunakan sepuluh anak panah energi berwarna biru. Tidak cukup sampai di sana, ia juga melesat cepat ke depan menyusul serangan anak panahnya.



“Hanya ini?” Mu Lan membiarkan anak panah Yue Jian menghantam tubuhnya, tetapi dia masih terlihat baik-baik saja. Dia kemudian menangkis pukulan beruntun Yue Jian hanya dengan tangan kanan. “Kalian tetaplah manusia lemah.”



“Tapi tidak bodoh.” Yue Jian melompat ke belakang, menyerang Mu Lan dengan semburan api dari mulutnya. Ia tahu bahwa serangan itu tidak cukup untuk mengalahkan Mu Lan, tetapi tetap dapat membutakan lawannya itu selama beberapa detik. “Aku akan mengakhiri ini!”



Yue Jian menciptakan lima anak panah energi besar di belakangnya. Kelima anak panah tersebut segera melesat pada Mu Lan yang masih diselimuti oleh kobaran api.



Kobaran api menghilang, Mu Lan masih berdiri dengan tenang. Namun, pemuda itu kemudian menatap tajam Yue Jian dan segera menyelimuti dirinya menggunakan kekuatan energi. “Kau terlalu meremehkanku!” Dia melesat ke depan, menghancurkan serangan Yue Jian dengan satu pukulan. Bahkan, dia masih memiliki tenaga untuk meluncurkan satu pukulan keras ke arah Yue Jian.



Yue Jian yang telah melapisi dirinya dengan kekuatan energi, sedikit tersentak dan refleks menahan serangan Mu Lan menggunakan kedua tangan yang tersilang. Sayangnya, ia segera terhuyung jauh ke belakang karenanya.



“Argh!!!” Belum sempat Yue Jian mengambil napas, Mu Lan sekali lagi meluncurkan pukulan keras tepat ke tubuh pemuda itu. Kali ini Yue Jian terhempas ke belakang hingga menumbangkan beberapa pohon.



“Kau!!!” Zhang mencoba menyerang Mu Lan dari belakang, tetapi Mo Shin memukul Ling Tian hingga melesat menabrak Zhang dari samping. Zhang dan Ling Tian pun terhempas hingga menumbangkan beberapa pohon.



Meski begitu, Ling Tian dan Zhang tetap mempertahankan kesadaran mereka. Keduanya berdiri tegak sembari menatap tajam ke depan, tepat pada Mo Shin dan Mu Lan yang kini sudah berdiri bersampingan lagi. Namun, semuanya tidak berakhir sampai di sana.



Gadis berpakaian minim—Ye Fing masih bertarung dengan Huo Lin dan Ling Qian. Terlihat jelas bahwa gadis yang dibawa Mu Lan itu bisa memukul Huo Lin hingga terhempas ke tanah, membuat beberapa tulangnya patah. Dan tidak hanya itu, Ye Fing lantas menusuk jantung Ling Qian menggunakan pedang energi berwarna biru.



“QIAN!!!” Ling Tian terjatuh kala melihat adik tercintanya tewas tepat di depan matanya.

__ADS_1


__ADS_2