Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia
75


__ADS_3

Di tengah lapangan luas, angin berembus pelan menerbangkan dedaunan kering. Matahari bersinar, langit biru terlihat indah, dan awan tampak cerah menjadi penghias.



“Kau terlalu mengandalkan kekuatan energi tanpa mencoba mengendalikannya agar lebih efisien, Yue Jian!” Aku melesat ke depan, membentuk dua buah bola angin di kedua telapak tangan. “Kau tidak akan bisa berkembang jika seperti itu.”



Aku langsung melompat ke belakang ketika Zhang menerjangku dari samping, lalu menyerang balik pemuda tersebut menggunakan bola angin di tangan kanan. Dia langsung tersungkur kala seranganku menghantam punggungnya.



Di depan saja, Yue Jian tanpa ragu menciptakan beberapa duri melayang sebesar tangan, kemudian menyerangku menggunakan duri-duri tersebut. Sayangnya, aku bergerak lurus sembari menghindari semua itu sambil tetap membawa sebuah bola angin di tangan kiri.



“Itu tidak berbeda dari sebelumnya!” Aku langsung melompat tinggi, menyerang menggunakan bola angin. Akan tetapi, Yue Jian langsung melindungi diri menggunakan perisai kekuatan energi. Sayangnya, itu tidak cukup.



Sekali lagi aku melangkah mundur, menghentakkan kaki, membuat sebuah tangan besar menyerang Yue Jian dari belakang. Pukulan dari tangan tanah besar itu membuat Yue Jian melayang, jatuh tepat di atas Zhang.



Aku berbalik, melihat kedua muridku itu sedang mencoba berdiri. “Ini sudah hari ketiga, tetapi sepertinya kalian masih belum bisa mengeluarkan seluruh potensi kalian.”



“Kami masih belum kalah, Raja kecil!” Zhang berdiri, menatap tajam ke arahku. Semangatnya sangat tinggi, harus aku akui.



“Zhang benar, Guru!” Yue Jian juga berdiri, memiliki semangat yang tidak kalah dari Zhang. Mereka sangat-sangat mengingatkanku pada kehidupan pertamaku yang cukup sulit.



“Mari kita lihat apakah tubuh dan bakat kalian bisa mengimbangi semangat dalam diri kalian.” Aku kembali membuat masing-masing sebuah bola angin di telapak tangan. “Kita akan mengakhiri hari ini dengan pertarungan ini!”



“Kali ini kami pasti akan menang!” Yue Jian dan Zhang segera melapisi diri menggunakan kekuatan energi. Sepertinya mereka kembali menyadari sesuatu setelah pertarungan barusan. Bakat mereka sangat hebat.



“Aku akan maju!” Tanpa ragu aku menghentakkan kaki, menyerang mereka menggunakan beberapa tombak tanah yang muncul keluar.



Yue Jian dan Zhang serentak melompat. “Kalau bisa dihindari, kenapa harus bertahan!”


__ADS_1


“Begitukah?” Aku segera menyerang mereka menggunakan beberapa bola anak panah angin. Tentu serangan tersebut terarah langsung ke wajah mereka.



Zhang tersenyum tipis. “Jika serangan pertama bisa dihindari.” Dia segera mendarat, lalu menyilangkan kedua tangan. “Bukan sebuah kesalahan bila harus menahan serangan berikutnya!”



“Lalu serangan balasan tak terduga!” Yue Jian melompat, melemparkan tombak yang terbuat dari kekuatan energi, tepat kepadaku, menggunakan tangan kanannya.



Tentu serangan tersebut dapat kuhindari dengan sedikit bergeser ke samping. Namun, sesuatu yang tidak kuduga malah melesat menyerang dari belakang. Itu adalah serangan bagus.



“Kombinasi kalian cukup menakutkan.” Aku tanpa ragu melesat ke depan, menyerang Zhang menggunakan bola angin di tangan kiri. “Namun, dihadapan kekuatan mutlak, kecil kemungkinan strategi berhasil.”



“Maka kami hanya perlu melampauinya!” Tidak kusangka, Yue Jian sudah berada di belakangku, mengayunkan pedangnya secara diagonal sekuat tenaga. Dia sungguh serius dalam pertarungan ini.



Hanya bercanda.




“Setidaknya ini jauh lebih baik.” Aku membatalkan bola angin di tangan kanan, kemudian menarik Zhang ke belakang. Tak hanya itu, aku segera menggunakan bola angin di tangan kiri untuk menahan tebasan pedang Yue Jian.



Zhang terbaring di tanah, serangan Yue Jian berhasil kugagalkan hanya dengan sebuah bola angin. Yue Jian mundur beberapa langkah dengan napas terengah. Pedang kekuatan energi di tangannya kini memudar, lalu dia duduk sembari mengatur tarikan napas.



“Tadi itu sangat luar biasa,” kataku. “Kurasa kekuatan kalian meningkat cukup banyak 3 hari ini.”



“Kau terlalu berlebihan, Guru,” balas Yue Jian. “Kau sendiri tidak menggunakan kekuatan energi dan hanya menggunakan kekuatan elemen. Tapi, kami sedikit pun tidak bisa membuatmu kelelahan.”



“Aku tidak mau mengakui itu, tetapi Yue Jian berkata benar,” sambung Zhang yang kini duduk bersila. “Kami masih harus banyak berlatih!”



“Hahahaha!” Aku tertawa kencang selama beberapa saat. “Aku tidak menyangka kalian benar-benar tertipu!”

__ADS_1



Yue Jian dan Zhang saling menatap, lalu menaikkan bahu. Mereka sungguh yakin bahwa tadi aku tidak sedang berakting.



“Memang benar aku tidak serius,” kataku. “Tapi, aku melawan kalian menggunakan kekuatan energi tanpa kalian sadari. Aku sengaja membuatnya terlihat seperti itu, padahal bola angin di kedua tanganku sudah bercampur dengan kekuatan elemen.”



“Apakah bisa seperti itu?” tanya Yue Jian, sedikit ragu.



“Kalau kalian sudah satu tingkat denganku, kalian bisa melakukan hal itu.” Aku memerhatikan Yue Jian sejenak. “Omong-omong, kau bisa membuat banyak senjata dengan kekuatan energi, jadi kau pasti bisa mengetahui rahasia di baliknya, kan?”



Yue Jian memiringkan kepala, tetapi kemudian matanya terbelalak lebar, seolah baru saja mendapatkan sebuah jalan keluar dari labirin rumit. Di depannya, terlihat Zhang memerhatikan Yue Jian dengan saksama. Zhang sepertinya tahu bahwa Yue Jian sudah mendapatkan sesuatu dari mendengar ucapanku.



“Jadi begitu …,” gumam Yue Jian.



“Apa kau tahu sesuatu, Yue Jian?” tanya Zhang dengan wajah datar. “Katakan saja.”



“Sepertinya … kekuatan energi itu ada kekuatan yang membentuk semua hal di muka bumi ini. Jika begitu, sangat wajar bila seorang pengguna kekuatan energi untuk bisa menciptakan maupun memanipulasi semua yang ada di muka bumi ini.” Yue Jian melirik ke arahku. “Apakah benar seperti itu, Guru?”



Yue Jian dan Zhang pun segera menjadikanku sebagai pusat perhatian. Di balik wajah datar dan polos mereka, aku bisa melihat ambisi besar yang menyala untuk mengalahkanku. Haah … murid-muridku memang terlalu berambisi.



Aku kemudian duduk bersila di antara mereka, mulai menjelaskan, “Pada dasarnya, apa yang kau jelaskan sudah benar, Yue Jian. Namun, aku akan sedikit menambahkan.” Pandangan mereka semakin lekat padaku. “Kekuatan energi itu seperti sebuah kekuatan yang membentuk semesta. Dunia, elemen yang menjadi penyusun dunia, dan semua hal tercipta oleh kekuatan energi. Namun, tubuh manusia tidak begitu kuat untuk menahan kekuatan besar tersebut.



Jika harus dirinci lagi, kekuatan energi yang digunakan manusia mungkin tidak mencapai seperempat persen. Dan sebagai pembanding, dewa juga tidak bisa menggunakan seratus persen kekuatan energi.”



“Jadi, dewa sekali pun tidak memiliki kontrol maksimal pada kekuatan energi, ya?” tanya Yue Jian, memastikan.



“Tepat!” Aku memberi jawaban singkat. “Kalau aku harus membuat sedikit spekulasi terhadap ini, aku mungkin harus menjawab bahwa Aturan Langit merupakan penguasa kekuatan energi. Mungkin hanya itu yang dapat mengendalikan kekuatan energi secara penuh.”

__ADS_1


__ADS_2