Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia
46


__ADS_3

Masuk ke rumah makan dan duduk di kursi kosong, aku dan Ling Qian pun memesan makanan. Duduk selama beberapa saat, di tempat yang cukup ramai ini aku bisa mendengar pembicaraan orang-orang. Sepertinya kabar tentang hancurnya aula keluarga Ling oleh orang tak dikenal sudah menyebar luas.



Mendengarkan selama sejenak, aku cukup merasa lega bahwa identitas aku yang merupakan orang yang telah mempermalukan keluarga besar Ling itu tidak diketahui. Tampaknya keluarga Ling tidak mau mereka menjadi bulan-bulanan di kota Batu ini. Wajar saja, karena mereka adalah keluarga paling berkuasa di kota ini, atau bahkan dunia?



Membahas tentang keluarga Ling, aku jadi teringat akan sesuatu, jadi aku bertanya pada Ling Qian dengan nada berbisik, “Kau itu sebenarnya adalah adik dari Ling Tian, kan?”



Ling Qian yang sedari tadi melirik ke sana kemari, sontak terdiam. Dia menatapku sejenak, lalu menjawab dengan suara kecil, “Dari mana kau bisa tahu, Guru Luo?”



Sudah kuduga begitu! Ling Tian memang menghajarnya hingga sekarat, tetapi tidak membunuhnya. Menurut asumsiku, jika Tuan Muda angkuh itu mau memancing emosiku, dia pasti akan membunuh Ling Qian agar amarahku benar-benar memuncak. Akan tetapi, dia tidak melakukannya, jadi pasti ada sesuatu yang berbeda.



Aku menggelengkan kepala, menjawab, “Aku hanya menebak. Tidak kusangka kau akan mengakuinya ….”



“Entah mengapa aku tidak percaya pada ucapanmu itu! Kau pasti menyembunyikan sesuatu!”



Aku mengembuskan napas panjang. “Kalau kau tidak bisa memercayai gurumu sendiri, siapa yang dapat kau percaya?”



Pesanan kami pun tiba, lalu aku lanjut berkata, “Makanannya sudah datang. Lebih baik sekarang isi tenagamu dulu saja, Ling Qian.”



“Haah ….” Ling Qian tampak sedikit kecewa, tetapi kemudian menyantap makanan yang sudah tersedia di meja. “Baiklah.”



“Gadis baik.”



Kami pun makan dengan segera sebelum makanan kami menjadi dingin. Selama makan, aku terus mendengarkan percakapan orang-orang di sekitar, mencari informasi sedapat mungkin. Akan tetapi, seperti yang aku harapkan, tidak ada informasi yang benar-benar penting. Kebanyakan dari mereka malah membicarakan hal-hal acak yang menurutku tidak penting.



Beberapa saat kemudian, aku dan Ling Qian keluar dari rumah makan setelah selesai menyantap sarapan kami. Matahari masih belum berada di tengah, dan embusan angin pelan menerpa tubuhku. Rasanya sangat menyegarkan dan juga memberikan kenyamanan.



Entah mengapa, aku jadi teringat pada saat Huo Lin memaksaku untuk menemaninya berlatih di pagi buta. Aku tidak mau mengingat itu lagi!



“Jadi, Guru Luo, ke mana kita akan pergi? Apakah akan kembali berlatih di dalam hutan?”

__ADS_1



Sialan … hampir saja aku mengira bahwa kalimat itu datang dari Huo Lin. Sepertinya baik Huo Lin maupun Ling Qian sama-sama gadis dengan ambisi tinggi untuk menjadi kuat. Apakah gadis yang dianggap cacat oleh keluarga besar mereka semuanya seperti ini?



“Tidak,” jawabku sembari melangkah pelan. “Hari ini aku akan mengajarimu cara mengontrol Chi, jadi kita akan berlatih di bawah tanah saja!”



“Di bawah tanah?” Ling Qian melirik ke sekitar, tetapi tidak menemukan apa yang dia cari. “Di mana?”



“Di sini.” Aku lantas menghentakkan kakiku, membuat sebuah lorong dengan tangga dan lurus ke depan. “Ayo masuk.”



“Guru Luo memang hebat ….”



Aku pun berjalan masuk dengan diikuti oleh Ling Tian. Saat kami tiba di ruang bawah tanah, aku menutup jalan masuk kami, tetapi membuat beberapa lubang di atas agar cahaya dan udara tetap bisa masuk.



“Sebelum aku mulai mengajarimu cara mengontrol Chi, aku mau memastikan apakah kau sudah bisa merasakan Chi-mu sendiri atau belum.”



“Bagaimana caranya, Guru Luo?” Ling Qian memiringkan kepala.




“Baik!”



Ling Qian berasal dari Ras Manusia Qi Lin, jadi aku tidak bisa memperlakukannya seperti halnya Huo Lin. Selain itu, aku tidak yakin aku masih ingat jurus yang bisa membuat Ras Manusia Qi Lin menjadi seekor Qi Lin. Andaikan saja Ling Chen ada di sini.



Aku lantas mengembuskan napas panjang, menunggu Ling Qian merasakan Chi dalam tubuhnya. Aku tidak yakin dia dapat merasakannya dengan cepat.



“Aku berhasil!” kata Ling Qian sembari membuka mata, terlihat girang.



Lagi-lagi aku dikhianati oleh ekspektasi. Tapi, kurasa ini jauh lebih baik.



“Sekarang, cobalah sedikit demi sedikit mengeluarkan Chi itu hingga melapisi tubuhmu. Jumlahnya tidak masalah berapa, coba saja perlahan,” jawabku, tenang.

__ADS_1



“Baik, Guru Luo!” Ling Qian pun segera melakukan seperti yang aku perintahkan. Kali ini dia pasti akan sedikit kesulitan dibanding sebelumnya.



“Baiklah, sekarang aku juga harus berkultivasi,” kataku, lalu teringat akan sesuatu. “Ah … aku lupa, kultivasiku tidaka akan bisa meningkat tanpa adanya tumbuhan herbal. Sialan … aku harus sabar menunggu sampai saatnya memasuki Gerbang Tanah Utara!”



Untuk kesekian kalinya, aku mengembuskan napas panjang, lalu berkata pada Ling Qian yang sedang mencoba berkultivasi, “Aku akan keluar sebentar. Selama itu, kau harus tetap di sini dan terus ulangi apa yang aku perintahkan.”



Aku tahu kalau Ling Qian tidak akan menjawab ucapanku itu, tetapi aku yakin dia pasti mendengarnya. Jadi, dengan asumsi itu aku membuka jalan keluar, lalu melangkah pergi. Kurasa aku harus lebih memanfaatkan waktu senggang.


...*** ...


Tidak terasa, tiga minggu sudah berlalu semenjak Ling Qian belajar mengontrol Chi Perak dalam tubuhnya. Saat ini, aku dan gadis itu sedang berada di dalam ruang bawah tanah tempat di mana Ling Qian selalu berkultivasi.



Gadis ini ternyata lebih berbakat dari yang aku bayangkan. Dia bisa mengontrol Chi-nya secara penuh hanya dalam tiga minggu. Meskipun aku memperkirakan dia paling cepat akan bisa melakukannya dalam satu bulan. Ternyata murid-muridku, baik di kehidupan sekarang maupun kehidupan sebelumnya, semuanya memiliki bakat yang hebat seperti diriku! Hahaha.



“Ling Qian, apa kau sudah siap untuk menunjukkan kekuatanmu?” tanyaku pada Ling Qian yang sudah membentuk kuda-kuda kokoh. Tatapannya tajam ke depan, dan dia terlihat begitu tenang.



“Aku siap kapan saja, Guru Luo!” jawab gadis itu, yang tidak lagi curang seperti sebelum-sebelumnya. Kurasa ini juga sebuah perkembangan.



“Kalau begitu.” Aku memasukka kedua tangan dalam saku celana. “Mari kita mulai.”



“Ya!”



Ling Qian segera melesat ke depan, meluncurkan pukulan beruntun yang begitu cepat. Akan tetapi, semua serangannya itu dapat kuhindari dengan bergerak zig-zag ke belakang. Pukulannya ini memang jauh lebih kuat dari dirinya tiga minggu lalu!



“Ha!!!” Setelah meluncurkan satu pukulan keras, tetapi tetap tidak menyentuh tubuhku, Ling Qian mundur sejenak, menjaga jarak. Dia kemudian menarik napas panjang, lalu kedua tangannya mendadak dilapisi oleh sisik berwarna perak.


“Jangan mengecewakanku.”



“Tidak akan, Guru Luo!” Sekali lagi Ling Qian melesat, meluncurkan pukulan beruntun yang bahkan jauh lebih kuat dari sebelumnya.



Suatu hari nanti, aku yakin kau pasti akan menjadi pendekar hebat, Ling Qian. Meskipun memang kau bukan berasal dari Ras Manusia Murni. Namun, dalam standar kekuatan zaman sekarang, kau jauh lebih hebat.

__ADS_1


---


update lebih lambat karena author sedang tidak baik-baik saja 🙏


__ADS_2