
Aula keluarga Ling memang sangat luas, memang pantas mereka disebut keluarga paling berpengaruh di kota Batu ini. Selain luas, dekorasi dinding mereka tampaknya sangat mahal jika diukur dengan standar zaman ini.
“Apa kau yang namanya Luo Yan?” tanya seorang pria berotot, berjalan dari sisi lain aula, menuju ke arahku. “Kau jauh lebih kecil dari yang aku pikirkan.”
Mencoba memprovokasi? Panggil aku leluhur! Aku akan mengajarimu bagaimana caranya memprovokasi!
“Kau jauh lebih gendut dari yang aku bayangkan.” Nada suaraku datar, tetapi kalimat itu seharusnya membuatnya sedikit gatal untuk menyahut.
“Heh! Matamu yang rusak itu memang tidak pantas untuk melihat betapa gagahnya diriku!”
“Aku tidak mau banyak basa-basi denganmu, Bocah,” kataku. “Cepat kembalikan Ling Qian dengan selamat, maka aku akan melepaskanmu.”
“Tidak masalah. Kau memang sangat berani, adik kecil.”
Semudah itu? Aku tidak percaya dia tidak menantangku bertarung sekarang. Biasanya, orang-orang sepertinya adalah orang tidak tahu diri yang menganggap diri mereka jauh lebih kuat dari siapa pun.
“Cepat bawa gadis itu kemari!” seru pria berotot di depanku.
“Baik, Tuan Muda!” Suara itu menggema dalam aura. Tampaknya para penjaga yang sedari tadi bersembunyi di balik bayangan, segera pergi melaksanakan perintah.
“Kau ternyata tidak serumit yang aku bayangkan,” kataku. Kalimat yang kuucapkan itu sebenarnya tidak sepenuhnya aku percaya. “Apa kau memiliki suatu trik untuk menyambutku?”
“Hahaha. Jangan terlalu memikirkannya,” jawab si pria. “Aku Ling Tian, Tuan Muda keluarga Ling! Aku adalah orang yang paling mungkin untuk menjadi Raja Daratan selanjutnya!”
“Ambisimu terdengar bagus, tetapi realita tidak akan bisa seindah yang kau bayangkan.”
“Orang miskin sepertimu memang tidak bisa membayangkannya!”
Miskin? Aula bobrokmu ini bahkan tidak pantas ada dalam istanaku! Sadarilah tempatmu berpijak, ras rendahan!
“Tuan Muda …,” kata tiga orang pendekar berpaikain serba hitam dan menutup wajah mereka dengan kain hitam.
“Bagus sekali!” kata Ling Tian. “Kalian sudah boleh pergi!”
“Baik, Tuan Muda!”
“Ternyata kau memang memiliki trik murahan …,” kataku kala melihat Ling Qian terluka parah, terbaring tepat di sebelah Ling Tian. “Kau sudah paham akan konsekuensinya, kan?”
__ADS_1
“Konsekuensi?” Ling Tian tertawa seolah itu adalah hal lucu. “Kau yang harus paham tempatmu, bocah busuk! Karena kau sudah berani menyinggung keluarga Ling, maka kau seharusnya sudah siap untuk mati!”
“Guru …,” kata Ling Qian, merintih, memaksakan diri berbicara kendati kondisinya kritis. “Cepat pergi dari sini ….”
Ling Tian ini memang licik. Dia sudah mengepung aula ini supaya aku tidak bisa keluar. Namun, dia sangat meremehkanku ternyata.
“Aku tidak akan mempersulitmu, Ling Tian.” Aku mengeluarkan aura intimidasi yang kuat. “Serahkan Ling Qian segera, maka aku akan mengampunimu.”
“Lihat! Siapa yang berbicara?!” Ling Tian juga mengeluarkan aura intimidasi. “Kau sudah dikepung, bocah busuk! Jangan harap kau bisa keluar dari sini!”
“Aku sudah memberimu kesempatan.” Hanya dalam satu gerakan kaki saja, aku berhasil membawa Ling Qian ke sisi lain aura. “Aku bukan orang yang mau memberikan kesempatan kedua dengan mudah.”
“Sombong!!!” seru Ling Tian yang kiri berada di belakangku. “Pukulan halilintar penghancur gunung!”
Suara ledakan menggema, debu berterbangan ke segala arah. Aula besar di mana kami berada, segera hancur hanya karena satu serangan dari Ling Tian. Akan tetapi, aku berhasil menahan serangan itu agar tidak mengenaiku, hanya dengan tangan kiri.
“Lemah.”
Ling Tian melompat mundur, menjaga jarak setelah serangannya berhasil kugagalkan. Dia terlihat sedikit shock, tetapi matanya masih berapi-api hendak mengalahkanku.
“Kau ternyata memang memiliki kemampuan, bocah busuk,” kata Ling Tian. “Pengawal! Serang dia bersama-sama!”
Kini, banyak pendekar dengan pakaian serba hitam menyerang bersama-sama. Mereka masing-masing menyerang dengan pukulan berbeda-beda yang tidak aku ketahui dan tak kupedulikan juga.
“Tamatlah riwayatmu, bocah busuk!”
“Guru Luo …,” Ling Qian kembali memaksakan diri untuk berbicara.
“Semua akan baik-baik saja,” jawabku.
Apa yang aku katakan, bukan sebuah omong kosong belaka. Mereka semua segera terhempas ke belakang ketika aku menahan serangan mereka dengan satu pukulan tangan kiri saja.
“Tidak ada orang yang bisa mengalahkanku di dunia ini!”
“Perubahan darah!” Ling Tian berseru lantang, lalu tubuhnya pun mengeluarkan cahaya keemasan. “Ha!!!” Cahaya dari tubuh pria itu kemudian membentuk jirah yang menyelimuti sekujur tubuhnya.
“Tuan Muda sudah serius!” kata beberapa pengawal yang kemudian menjauh.
__ADS_1
“Dia akan mengamuk lagi!!!” sahut pengawal lain.
“Kau tidak akan bisa keluar dari sini, bocah busuk!” kata Ling Tian. Kalimatnya itu jelas diarahkan padaku yang tidak peduli dengan jurus yang dia gunakan.
“Itu hanya jika kau bisa mengalahkanku.” Tanpa perlu jurus-jurus heboh pun aku dapat menghancurkan kalian sekeluarga! Panggil aku leluhur baru kalian bisa selamat dari bencana!
Ling Qian terlihat ingin mengatakan sesuatu kepadaku, tetapi dia entah mengapa menahan diri tidak mengatakannya. Tapi sudahlah, sekarang yang terpenting adalah menyelesaikan masalah di depan mata.
“Pukulan langit meruntuhkan gunung!” Ling Tian melesat cepat ke depan, meluncurkan satu pukulan keras dengan tangan kanannya yang bercahaya.
“Pukulan gunung kembar penghancur langit!” Percayalah padaku bahwa nama jurus ini tidak berfungsi apa-apa. Aku hanya meluncurkan pukulan yang sedikit lebih kuat dari pukulan Ling Tian. Itu saja yang kulakukan.
Pukulanku dengan pukulan Ling Tian pun bertabrakan, menciptakan gelombang udara yang memperparah kerusakan aula. Namun, pukulan dengan tangan kiriku sepertinya tidak bisa menghempaskan pria ini.
“Maaf, Ling Qian.” Aku lantas memeluk Ling Qian dengan tangan kiriku, lalu menyerang balik Ling Tian dengan pukulan tangan kanan.
“Perisai langit!” Ling Tian menyilangkan kedua tangannya ke depan dada, menahan pukulan kerasku. Akan tetapi, dia segera terhuyung ke belakang karena tak sanggup menahan seranganku.
“Ugh!” Ling Tian memuntahkan darah, lalu sebagian pengawalnya pun langsung menopang tubuh pria itu agar tidak jatuh, setengahnya lagi berdiri membentuk tembok pertahanan di depan pria itu.
Aku melirik Ling Qian sejenak. Gadis ini tersenyum sejenak, lalu menutup mata. Tampaknya dia lega.
“Sial! Siapa kau sebenarnya?!” seru Ling Tian, dipenuhi oleh amarah.
Aku percaya dia masih belum bisa melihat wajahku yang tertutup tudung hitam ini sepenuhnya, jadi aku menjawab, “Aku adalah leluhurmu. Sembah aku maka aku akan mengampuni kalian keluarga Ling!”
“Leluhur apanya!” sahut salah seorang pengawal Ling Tian. “Kau hanya seorang anak kecil!”
“Diam!” bentak Ling Tian, membuat para pengawalnya terdiam. “Anak ini pasti meminum ramuan atau pil obat! Bunuh dia dan dapatkan barang berharga itu darinya!”
“Baik, Tuan Muda!”
Mereka benar-benar tidak tahu kapan harus berhenti. Apakah aku perlu untuk menghancurkan mereka sekeluarga terlebih dahulu?
Lihat! Apa kubilang! Mereka semua segera terhuyung ke belakang hanya karena satu pukulan dariku. Mereka tidak berdaya. Taka da yang bisa mereka lakukan kepadaku!
“Aku akan membuat kalian mengerti betapa luasnya dunia hari ini!” Aku mengepal erat tangan kananku, sudah memutuskan untuk menghancurkan keluarga ini.
__ADS_1
“Cukup, Luo Xiao!”