
Aku berdiri, berjalan mendekat pada Ling Tian yang sudah berkultivasi tanpa henti di lapangan luas ini. Sejenak aku tersenyum tipis kala melihat pria itu sudah berhasil menyelimuti tubuh menggunakan kekuatan energi. Akan tetapi, karena aku sedikit memaksa kekuatan energinya muncul, daya serangnya mungkin tidak akan lebih baik dibandingkan dengan Yue Jian dan Zhang.
Perlahan aku menjulurkan tangan kanan ke depan sambil menutup mata. Aku mengalirkan kekuatan energi ke telapak tangan kanan, menyentuh kepala Ling Tian. Sudah saatnya membuat pria ini merasakan kekuatan baru.
“Tahanlah sebentar,” gumamku, mengalirkan kekuatan energi ke tubuh Ling Tian.
“Argh!!!” Ling Tian menjerit kencang kala kilatan petir mengalir keluar dari tubuhnya. Namun, hal tersebut hanya berlangsung sesaat.
Aku membuka mata kembali sembari menarik tangan kanan menjauh. “Selamat, Ling Tian. Kau berhasil.”
Ling Tian membuka mata perlahan ketika kekuatan energi berwarna biru yang menyelimuti tubuhnya, menghilang. Ini tentu bukan sebuah perjalanan mulus untuknya, melainkan sebuah perjalanan panjang yang diiringi oleh rasa sakit.
Perlahan berbalik, aku berkata, “Yue Jian, Zhang,” aku berjalan ke lubang masuk ruang bawah tanah, “awasi Ling Tian. Katakan padaku jika terjadi sesuatu.”
“Baik, Guru!” sahut Yue Jian.
Aku masuk ke ruang bawah tanah. Di dalam sini terlihat Shi Li sedang fokus berkultivasi. Tubuh gadis itu perlahan diselimuti oleh sisik naga berwarna perak. Itu adalah fakta yang tidak mengejutkan bagiku.
“Ini agak rumit, tetapi akan kucoba.” Aku membuat beberapa bola api melayang di kepala Shi Li. Selain itu, aku mengalirkan kekuatan energi di sekitarnya. “Aku akan menempa tubuhmu secara paksa. Semua tergantung padamu apakah dapat berubah menjadi manusia lagi atau selamanya menjadi naga, Shi Li.”
Tanpa ragu aku menyerang gadis itu menggunakan bola api, menciptakan kobaran api besar. Kobaran api ini tidak melukainya sedikit pun.
“Uhuk!” Shi Li terbatuk, memuntahkan darah.
“Tahanlah sebentar lagi.” Aku sekali lagi memperbesar intensitas kobaran api, membuat Shi Li perlahan berubah bentuk menjadi seekor naga. “Kurasa kau bisa berubah menjadi naga api biasa!”
Beberapa saat berlalu, aku mundur beberapa langkah, menghentikan serangan bola api pada Shi Li yang sudah sepenuhnya berubah menjadi seekor naga. Dia memiliki sisik berwarna merah menyala, tetapi dia jauh lebih lemah dibandingkan dengan Huo Lin.
__ADS_1
“Sudah selesai,” kataku ketika kobaran api yang kuciptakan perlahan menghilang. Aku kemudian mendekat pada Shi Li, menyentuk wajah gadis itu yang sekarang berubah menjadi seekor naga. “Seperti yang kukatakan, semua tergantung padamu apakah bisa kembali menjadi manusia atau tidak.”
Tanpa peringatan apa pun, mendadak dia menyerangku menggunakan semburan api. Sayangnya, serangan selemah itu tidak akan bisa melukaiku sedikit pun. Akan tetapi, aku segera menarik kembali tanganku sembari bergerak beberapa langkah ke belakang.
“Sepertinya kau bisa melakukannya.” Aku mengembuskan napas panjang, merasa sedikit lega bahwa masalah ini mungkin tidak akan menghantuiku lagi.
Wujud naga Shi Li perlahan menghilang seperti terbakar oleh api. Tak lama kemudian, terlihat Shi Li yang tak sadarkan diri, terbaring di tempat dia berkultivasi. Aku pun segera mendekat ke arah gadis itu, memeriksa keadaannya. Beruntung aku tak menemukan suatu gejala buruk pada gadis ini.
“Baiklah, semuanya sudah aman dan dalam kendali.” Perlahan aku membangunkan Shi Li. “Kau sudah banyak menutup mata. Segera buka matamu dan lakukan apa yang menjadi tugasmu!”
Aku tidak tahu bagaimana menurut orang lain, tetapi bagiku caraku tadi sudah sangat lembut. Dan omong-omong, itu berhasil. Gadis ini segera bangun sambil mengusap mata. Dia benar-benar seperti orang yang baru bangun setelah tidur semalaman penuh.
“Selamat pagi …,” kata Shi Li.
“Hahaha.” Shi Li tertawa pelan sembari berdiri tegak. “Aku bercanda.”
Aku yakin dia tidak bercanda, tetapi terlalu mau untuk mengakui hal itu. Ah, sudahlah, tidak penting. Lebih baik aku segera keluar dari sini, kemudian menunggu informasi tentang keberadaan Mu Lan dan rekan-rekan brengseknya. Aku tidak bisa menunggu hari di mana mereka dimakamkan!
“Bagaimana, Ling Tian?” tanyaku ketika baru saja keluar dari ruang bawah tanah dan bertemu dengan Ling Tian. “Apakah kau merasakan sesuatu yang aneh?”
Ling Tian beberapa kali mengamati kedua tangan, lalu sekujur tubuh. “Bagaimana aku mengatakannya, tetapi entah mengapa rasanya aku dipenuhi oleh tenaga.”
“Itu adalah efek dari kekuatan energi,” sahut Yue Jian. “Benar, kan, Guru?” Pada akhirnya dia melemparnya padaku lagi, ya?
“Ya, itu adalah efeknya,” aku mengonfirmasi. “Omong-omong, kekuatan energimu yang sekarang sedang tidak stabil, jadi lebih baik jangan digunakan terlebih dahulu. Jika kau memerlukan bantuan atau apa pun, suruhlah orang lain untuk melakukannya.”
__ADS_1
“Kau sungguh tidak mau melibatkan dirimu, ya?” Ling Tian mengembuskan napas panjang.
“Aku memang tidak ingin direpotkan.” Lagipula, aku dulunya adalah seorang Raja Daratan! Tidak mungkin aku tunduk pada siapa pun di dunia ini! Huh!
“Omong-omong, Raja kecil,” sela Zhang, mendadak, “bagaimana dengan Shi Li? Apakah dia berhasil?”
Aku melirik ke belakang sejenak, pada Shi Li yang baru saja keluar dari ruang bawah tanah. Setelah itu, aku menghentakkan kaki, menutup lubang masuk ke ruang bawah tanah tersebut. Lubang itu pun segera tertutup tanpa perlu waktu lama.
Kemudian, aku memalingkan pandangan kembali ke arah Zhang. “Kau pikir aku guru yang buruk?”
“Tidak, bukan begitu,” Zhang mencoba menyangkal. “Namun, dari yang aku ketahui, Huo Lin memerlukan waktu lebih lama dari ini untuk berubah menjadi naga, kan?”
Tutup mulutmu dan jangan dibuka lagi!
Seandainya aku bisa mengatakan kalimat itu sekarang. Namun, kalau kukatakan pasti akan membuat Shi Li curiga. Bahkan ketika Zhang bertanya dengan polosnya seperti tadi, Shi Li langsung menatap tajam ke arahku.
“Ekhm!” Sepertinya aku harus membuat alasan yang sangat menyakinkan di sini. “Memang bakat Huo Lin lebih besar dari Shi Li, tetapi Shi Li memiliki kemampuannya sendiri untuk belajar lebih cepat.”
Zhang terlihat hendak mengatakan sesuatu lagi, tetapi mendadak Yue Jian menyentuh pundak pemuda itu dan berkata sambil tersenyum tipis, “Setiap orang memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, ya.”
*Nice follow*, Yue Jian! Aku padamu!
Sebelum aku sempat meninggalkan tempat ini, mendadak angin kencang berembus. Aku melihat ke atas, diikuti oleh Yue Jian dan yang lainnya. Bagaimana tidak? Di atas sana sudah melayang seekor naga dengan sisik emas. Dari auranya aku sudah tahu bahwa naga ini pasti Huo Lin.
“Huo Lin?” gumam Yue Jian.
__ADS_1
Di sisi lain, Zhang segera bergerak ke arah seorang gadis yang perlahan jatuh, saat naga berwarna emas tadi menghilang. Zhang menangkap gadis itu dan menggendongnya.