
Akhirnya pertarungan antara keluarga Ling dengan keluarga Xuan pun dimulai. Di pihak keluarga Ling tentunya ada Ling Tian, Ling Qian, Zhang, Huo Lin, dan pendekar-pendekar kuat lainnya. Sementara itu, di keluarga Xuan terdapat seorang pendekar muda, mantan peringkat 1 di Perguruan Tanah Merah—Fang Chu. Bukan hanya dia, melainkan ada juga Xuan Chen—orang yang bertarung melawan Zhang di seleksi pertama perguruan Tanah Merah.
“Sial, ternyata mereka mendapat bantuan dari keluarga Fang!” kata Ling Tian sembari menarik pedang. “Tapi, kita pasti akan memusnahkan mereka! Serang!”
“Serang!!!”
“Maju!!!”
Setelah komando dari masing-masing pemimpin pasukan, pertarungan sengit dimulai. Ling Qian dan Huo Lin langsung melesat ke depan, menghajar semua musuh di depan mata mereka. Sementara itu, Zhang melesat ke arah lain, memancing Xuan Chen bertarung dengannya.
“Ling Tian, aku serahkan Fang Chu padamu!” seru Zhang, masih berlari, keluar dari pasukan.
“Ya!” Ling Tian menghadapi Fang Chu langsung di tengah pertempuran.
Setelah berada cukup jauh dari area pertarunga, Zhang pun berhenti, diikuti oleh Xuan Chen yang berhenti beberapa meter di depannya. Zhang tampak begitu santai melihat Xuan Chen sudah bersiap dengan kuda-kuda kokoh serta mengarahkan pedang ke depan.
“Akhirnya hari ini tiba!” kata Xuan Chen, tersenyum lebar.
Zhang melapisi tubuhnya dengan kekuatan energi, lalu memasukkan kedua tangan dalam saku celana. “Ternyata memang kau, si peringkat sepuluh!”
“Suatu kehormatan bisa diingat olehmu, Zhang.” Xuan Chen menjawab dengan nada merendahkan. “Tapi, aku, Xuan Chen, sekarang merupakan peringkat ketiga di Perguruan Tanah Merah!”
“Kau mendapat posisi itu karena aku tidak ada di sana.”
“Yang terpenting adalah hasil!” Xuan Chen melesat ke depan, menyerang Zhang dengan tebasan pedang beruntun. “Kau pasti mati hari ini!”
Menghindari serangan dengan melangkah ke belakang, menunggu kesempatan, Zhang terlihat begitu tenang. Pemuda itu tidak terburu-buru, melainkan membiarkan lawannya merasa telah menang.
“Bagaimana kekuatanku, brengsek?!” Tanpa jeda sedikit pun, Xuan Chen mengayunkan pedangnya secara vertikal dan horizontal.
Zhang menghentikan langkah, menepis tebasan pedang Xuan Chen dengan tangan kanan, lalu memberikan serangan balasan dengan tendangan keras menggunakan kaki kanan. “Lemah ….”
__ADS_1
Xuan Chen terbanting ke sebatang pohon besar. “Ugh ….”
“Berdiri!” Perlahan Zhang mendekat ke hadapan Xuan Chen. “Kau masih memiliki kartu as di balik pakaianmu, kan, pengecut?”
“Hahaha!” Masih merasa bisa menang, Xuan Chen berdiri sambil tertawa puas. “Di seleksi pertama waktu itu, kau berhasil mengalahkanku dengan sekali serangan, tetapi aku sudah berusaha keras untuk membalasmu! Hari ini adalah saatnya pembalasan!”
Meskipun Xuan Chen mengeluarkan hawa pembunuh yang begitu kuat, Zhang tampak tenang, tidak bereaksi sedikit pun. Ia kembali memasukkan kedua tangan dalam saku celana kala lawannya mengambil sebiji pil aneh dari balik pakaian dan memakannya.
“Kekuatan energi, ya?” gumam Zhang kala melihat Xuan Chen melapisi diri dengan cahaya berwarna ungu. “Namun, kekuatan energi palsu itu hanya sedikit lebih kuat dari kekuatan elemen.”
“Kekuatan ini lebih dari cukup untuk menghabisimu!” Xuan Chen mengayunkan pedangnya secara vertikal ke depan. Sebuah gelombang energi berwarna ungu pun melesat ke depan, mengarah tepat pada Zhang.
“Sudah kubilang ….” Tanpa terlihat kesusahan sedikit pun, cukup dengan tangan kanan Zhang menghancurkan serangan tersebut. “Kekuatan energi palsu tidak akan pernah bisa mengalahkan kekuatan energi yang asli!”
Kali ini Zhang melesat ke depan, meluncurkan pukulan beruntun ke depan. Xuan Chen menahan semua serangan tersebut dengan tebasan pedang, tetapi pedangnya berhasil dipatahkan Zhang menggunakan pukulan tangan kosong.
Satu pukulan telak Zhang berhasil menembus pertahanan Xuan Chen. Pukulan tersebut menghantam wajah Xuan Chen hingga hancur berkeping-keping. Tubuh Xuan Chen pun jatuh terbaring tanpa nyawa lagi.
...*** ...
Di dalam bayang-bayang lebatnya pepohonan, terlihat seorang pemuda berjalan dengan santai sembari menyamarkan hawa keberadaannya. Ia adalah Yue Jian, bergerak diam-diam mencari musuh yang menyelinap masuk ke kawasan keluarga Ling tanpa perintah siapa pun.
Tidak lama kemudian, Yue Jian bersembunyi di balik sebatang pohon sembari memerhatikan seorang gadis yang bergerak perlahan di antara semak-semak. Gadis itu terlihat sangat waspada, tetapi dia tak bisa mengetahui keberadaan Yue Jian, hingga akhirnya Yue Jian menampakkan diri tepat di hadapan gadis tersebut.
“Apa yang dilakukan oleh seorang pendekar peringkat tujuh di Perguruan Tanah Merah lakukan di sini?” tanya Yue Jian dengan wajah datar.
“Yue Jian ….” Si gadis menghentikan langkah. “Justru aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan di sini?!”
“Itu bukan urusanmu, Shi Li.” Kali ini Yue Jian menatap tajam ke depan, mengeluarkan hawa intimidasi yang begitu kuat. “Namun, jika kau berani masuk lebih dalam ke kawasan keluarga Ling, aku akan menghabisimu.”
Shi Li mengembuskan napas panjang, menjawab, “Sepertinya kau serius.” Dia kemudian mengamati Yue Jian sejenak. “Tapi, aku juga tak memiliki dendam apa pun denganmu atau pun dengan keluarga Ling.”
“Lalu, apa yang kau lakukan di sini?”
__ADS_1
“Aku hanya penasaran. Tidak lebih dari itu.” Dia pun berbalik, berjalan perlahan sembari melambaikan tangan kanan. “Kalau begitu sampai jumpa.”
“Maaf ….” Yue Jian menciptakan tiga buah anak panah angin yang segera melesat cepat pada tiga pendekar berjubah hitam yang menyerangnya secara tiba-tiba. “Kau tidak akan bisa membodohiku.”
Seperti tak ada yang terjadi, Shi Li berbalik dan tersenyum pada Yue Jian, “Terima kasih.”
“Jadi?”
“Aku datang ke sini untuk bertemu kalian,” kata Shi Li. “Maksudku, seekor naga terbang ke keluarga Ling, itu sangat mencolok, kan?”
Yue Jian menyelimuti dirinya menggunakan kekuatan energi. Mata pemuda itu tajam ke depan, memerhatikan dengan saksama gerak-gerik Shi Li. “Kalau kau ingin bertarung, aku akan dengan senang hati menghadapimu!”
“Tidak, tidak, tidak!” Shi Li mengankat kedua tangannya. “Aku tidak ingin bertarung. Aku tahu batas kekuatanku.”
“Lalu apa yang kau inginkan?”
Shi Li menurunkan kedua tangan. “Aku ingin mempelajari bagaimana caranya berubah menjadi seekor naga, seperti Huo Lin.”
“Aku rasa Huo Lin sudah sangat sering menolakmu, kan? Lalu apa yang membuatmu berpikir dia akan mau mengajarimu sekarang?”
“Aku punya informasi ….”
Yue Jian tidak langsung percaya begitu saja pada Shi Li. Ia tak yakin apakah Shi Li akan mengorbankan keluarganya demi kepentingan pribadi.
“Apakah kekuatan pribadi lebih baik daripada keluargamu sendiri, Shi Li?” Yue Jian memastikan benar dari berbagai aspek apakah Shi Li berbohong atau tidak.
“Aku hanya tidak suka dengan kediktatoran Mu Lan.” Shi Li menundukkan kepala. “Dia yang memaksa semua keluarga besar untuk tunduk jika tidak ingin dihancurkan. Dan itu bukan hanya sebuah ancaman kosong.”
“Hanya karena alasan itu kau mau menjual keluargamu?”
“Keluarga Shi dan setengah fraksi keluarga Fang akan bekerjasama dengan keluarga Ling jika memungkinkan.”
__ADS_1