
Akhirnya kami semua memasukki Gerbang Tanah Utara. Seperti yang kuharapkan, pendekar-pendekar tua yang menganggap dirinya sangat kuat, tidak mau masuk ke dalam sini. Aku bertanya-tanya, apakah ada aturan tertulis atau tidak tertulis yang membuat mereka mehana diri supaya tidak masuk ke sini?
Aku menggelengkan kepala beberapa kali, fokus melihat ke depan sembari mengembuskan napas panjang. Sejujurnya aku dapat bernapas lega karena akhirnya drama yang terjadi sebelum masuk tadi, sudah berhasil terselesaikan. Meskipun aku tidak tahu apakah penyelesaiannya memang membuahkan hasil yang sangat bagus.
“Guru Luo, antara aku dan si \*\*\*\*\*\* ini, siapa yang lebih kuat?!” kata Huo Lin, jelas masih ingin melanjutkan drama sebelumnya.
“Siapa yang kau bilang \*\*\*\*\*\*, bocah kurang ajar?!” balas Ling Qian.
“Kalian berdua sama-sama payah!” Aku mencoba untuk berlagak sombong dan cuek. Kuharap itu cukup untuk membuat mereka menyerah.
“Guru Luo, kau licik!”
“Kau sangat licik, Guru Luo!”
Aku tidak ingin mendengar kalimat itu keluar dari mulut kalian berdua, dasar gadis rubah! Ah … kapan drama tak penting ini akan berakhir?
“Susah ya, jadi orang populer,” kata Yue Jian yang kini berlari tepat di sebelah kananku. “Lagipula, mengapa guru malah mengangkat murid lain ketika pergi. Bukankah itu akan membuat Huo Lin cemburu? Terlebih muridmu itu perempuan ….”
“Berisik ….” Aku mempercepat langkah. “Aku tidak tahu bahwa perempuan akan semenakutkan itu kalau sudah bertengkar. Mereka memang monster sesungguhnya.”
“Mereka mendengarmu lho ….”
“Guru Luo!!!”
“AAAAA!”
Itu adalah apa yang dinamakan kekompakan. Hal itu bisa terjadi karena adanya sebuah visi yang sama di antara dua individu. Aku benar-benar sudah bermain api tanpa berhati-hati.
***
Berlari hingga benar-benar masuk ke dalam hutan, aku perlahan memperlambat gerakan, lalu berhenti, diikuti oleh murid-muridku. Aku merasakan adanya aura aneh yang entah mengapa membuatku penasaran. Apa itu semacam aura Hewan Agung? Tapi, aku tidak pernah merasakan aura ini sebelumnya, jadi tidak mungkin.
“Ada apa, Guru?” tanya Yue Jian, mulai waspada. “Apakah ada sesuatu yang membuatmu gelisah atau semacamnya?”
Aku menggelengkan kepala. “Tidak.” Mungkin sekarang aku tidak bisa menahan agar tidak tersenyum. Ah, aku tak tahu bagaimana wajahku sekarang.
“Kau terlihat aneh, Raja kecil …,” kata Bocah ingusan.
__ADS_1
“Kalian berempat.” Aku mengabaikan Bocah ingusan. “Aku akan pergi ke suatu tempat, kalian tetaplah jelajahi tempat ini bersama.”
“Tidak mau, Guru Luo!” Huo Lin dan Ling Qian berusaha untuk merangkulku, tetapi keputusanku sudah bulat.
Aku langsung melompat tinggi, menghindari mereka, lalu terbang ke depan dengan kecepatan tinggi. Tampaknya aku salah besar menganggap hanya bisa mendapatkan benda sedikit berharga di sini. Gerbang Tanah Utara, apakah tempat ini menyimpan rahasia yang bahkan tidak bisa ditemukan Chi Ling?
Beberapa saat pun berlalu, lalu aku pun mendarat tepat di depan antara dua batang pohon beringin. Aku bisa merasakan ada aura yang sangat kuat di antara dua pohon besar ini. Ternyata kemampuanku sebagai Raja Daratan memang tidak bisa hilang begitu saja meski aku sudah bereinkarnasi.
“Yo, Luo Xiao. Apa kau sudah siap?”
Langkahku seketika terhenti kala mendengar suara yang menggema dalam kepalaku. Itu adalah si suara aneh! Apa lagi yang dia inginkan sekarang!
“Apa maumu?”
“Hei, hei, hei,” ucap suara aneh, mencoba menenangkan. “Bukankah tidak baik langsung memasang pelindung seperti itu?”
“Kalau kau tidak memiliki hal penting untuk dibicarakan, aku akan pergi.” Perlahan aku melangkah ke depan, tetapi kembali langkahku terhenti.
“Huh?!”
“Kau tahu kan kalau kau sendiri sangat kewalahan mengalahkan bonekaku, jadi, bagaimana mungkin kau akan bisa melangkah di dunia yang sama denganku.”
Sekarang aku tahu, dia adalah seorang dewa! Gerbang di antara dua pohon beringin ini memang sebuah portal yang menghubungkan dunia ini dengan dunia para dewa!
“Haah ….” Aku mengembuskan napas panjang, mengurungkan niatku untuk melangkah lebih jauh. “Memang sangat menyebalkan, tetapi kau benar, aku tidak bisa ke sana sekarang. Jadi, kau pasti telah menyiapkan hal lain untukku di tempat ini, kan?”
“Kau sangat percaya diri.”
“Cepatlah katakan. Kau tidak mau aku membuang banyak waktu juga, kan, suara aneh?”
“Sepertinya kau tetap sombong dan sama sekali tidak berubah, mantan Raja Daratan terkuat.”
“Kau tidak akan mendapat apa pun jika berharap aku akan menjadi lebih lembut, suara aneh.”
__ADS_1
“Terserahlah.” Suara aneh itu terdengar seperti sedang mengembuskan napas panjang dengan aura kekecewaan. “Kekuatanmu sekarang bahkan tidak bisa dibilang sepertiga dari kekuatan aslimu, Luo Xiao. Dan sejujurnya, dengan sumber daya yang kau miliki sekarang, kau bahkan hampir mustahil untuk mencapai setengah dari kekuatanmu.”
Kekuatanku bahkan belum mencapai sepertiga kekuatanku yang dulu? Aku merasa sudah mendapatkan setengahnya. Apa maksudnya ….
Aku lantas mengepal tangan kananku, berkata, “Apa dunia ini sudah membuatku terlalu banyak bersantai? Kultivasi saja tidak cukup untuk membuatku berkembang ….”
“Anggap saja kau terlena oleh lemahnya kekuatan pendekar di dunia ini.” Suara aneh kemudian mengalihkan topik pembicaraan. “Omong-omong, kau tampaknya kedatangan tamu, Luo Xiao.”
Hewan Agung Too Tie. Apa yang dilakukannya di tempat seperti ini? Terlebih lagi, dia dikawal oleh dua puluh Singa Batu.
“Makhluk pendek berkaki empat dengan kepala besar bertanduk ini tidak akan bisa melukaiku!” kataku, mengalirkan kekuatan elemen angin di kedua tangan. “Mulut besarnya yang rakus itu tidak akan bisa melahap kekuataku!”
Seketika gemuruh petir menggelegar, beberapa bahkan menyambar tubuh Too Tie. Akan tetapi, makhluk itu bukan hanya selamat, melainkan mengubah kekuatan petir itu menjadi kekuatannya. Dia memang Hewan Agung Too Tie si penguasa petir!
“Apa kau perlu bantuanku, Luo Xiao?”
“Tidak perlu. Aku sendiri dapat menghabisinya dengan sangat mudah!”
Itu yang ingin kulakukan sebenarnya, tetapi kenyataannya berbeda. Para Singa Batu tadi malah berbalik dan bukannya langsung menyerangku.
“Kau curang, Raja kecil!”
“Pertarung seperti ini seharusnya melibatkan kami, Guru!”
“Guru Luo, kami akan mengalahkannya untukmu?”
Ha? Sejak kapan kedua gadis galak itu menjadi akur? Apakah aku salah mendengar?
Tidak! Tidak! Tidak!
Aku menggelengkan kepala, itu memang mereka berdua mau dilihat dari mana pun. Tapi sungguh, tak pernah terbersit di benakku bahwa mereka akan menjadi akur. Ah sudahlah, sekarang ada urusan yang jauh lebih penting!
“Kalian masih terlalu dini untuk bisa mengalahkan seekor Too Tie!” Aku pun melangkah maju, membantu keempat muridku itu bertarung melawan musuh yang datang entah dari mana ini.
__ADS_1
Setelah aku mengalahkan makhluk ini, aku akan kembali menagih hutang si suara aneh! Dia tidak akan bisa mengalihkan perhatianku hanya dengan memanfaatkan Hewan Agung peringkat terakhir ini!